Another year has gone by. Bagi para penikmat film asal negeri Indonesia, tahun 2011 kemungkinan akan diingat sebagai sebuah tahun dimana mereka hampir saja kehilangan kesempatan penuh untuk menyaksikan instalasi akhir dari franchise Harry Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows – Part Two (2011), karena beberapa permasalahan yang terjadi pada birokrasi pemerintahan dan sempat menghalangi masuknya film-film asing ke negeri ini. Para penikmat animasi juga sepertinya akan mengingat tahun 2011 sebagai sebuah tahun dimana Pixar Animation Studios gagal untuk menghantarkan sebuah sajian yang layak untuk dibariskan ke dalam barisan karya-karya mereka yang brilian. Dan 2011 adalah kali pertama daftar film-film terbaik At the Movies sama sekali tidak dikuasai oleh film produksi Pixar.
Posts Tagged ‘Blue Valentine’
A Year in Review: 20 Best Movies of 2011
Posted: January 9, 2012 in Movies, Personal, Review, Top 10Tags: A Separation, Akmareul boattda, Another Year, Biutiful, Blue Valentine, Carnage, Confessions, Contagion, Dogtooth, I Saw the Devil, Incendies, Jodái-e Náder az Simin, Kokuhaku, Last Night, L’illusionniste, Midnight in Paris, Movies, Personal, Review, Sang Penari, Shame, The Descendants, The Ides of March, The Illusionist, The King's Speech, The Tree of Life, Top 10, We Need to Talk About Kevin
Review: Blue Valentine (2010)
Posted: February 14, 2011 in Movies, ReviewTags: Ben Shenkman, Blue Valentine, Derek Cianfrance, Faith Wladyka, John Doman, Michelle Williams, Mike Vogel, Movies, Review, Ryan Gosling
Penulis sekaligus sutradara, Derek Cianfrance, mencoba untuk menganalisa proses terbentuknya dan mulai terpecahnya sebuah pernikahan lewat Blue Valentine, film yang menjadi karya keduanya setelah merilis Brother Tied pada tahun 1998 lalu. Film ini menampilkan kehidupan pasangan Dean dan Cindy (Ryan Gosling dan Michelle Williams) dalam jangka waktu tujuh tahun masa perkenalan dan pernikahan mereka dalam sederetan adegan yang menampilkan masa tersebut dalam alur maju dan mundur. Cianfrance membuktikan bahwa ia adalah seorang sutradara yang sangat berbakat dalam mengarahkan aktornya. Sayangnya, beberapa kelemahan yang terdapat pada proses penceritaan sendiri membuat Blue Valentine terasa sedikit hambar pada beberapa bagian.















