Posts Tagged ‘Billy Burke’

So… this is the end. Hold your breath and count to ten. No… seriously. Franchise James Bond masih akan ada untuk puluhan tahun mendatang. Namun, kecuali jika Hollywood kemudian berusaha untuk mengambil keuntungan komersial tambahan dengan melakukan reboot atau mengadaptasi novel karya Stephanie Meyer menjadi sebuah serial televisi, maka The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 akan menjadi kali terakhir dunia dapat menyaksikan kisah percintaan antara Bella Swan dan Edward Cullen di layar lebar – yang tentu akan menjadi momen yang sangat menyedihkan bagi beberapa orang dan… momen yang patut untuk dirayakan bagi sebagian orang lainnya. Pun begitu, sebenci apapun Anda terhadap keberadaan franchise ini, rasanya adalah tidak mungkin untuk menyangkal bahwa keberadaan sutradara Bill Condon semenjak The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1 mampu memberikan perubahan yang menyegarkan pada franchise ini. Dan untuk menyelesaikan tugasnya, Condon ternyata mampu memberikan kejutan yang sangat, sangat manis pada The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2. Sebuah kejutan yang sebenarnya telah lama ditunggu kehadirannya dan, untungnya, mampu dieksekusi dengan sempurna.

(more…)

Jika terdapat satu kesamaan yang pasti antara Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 dengan The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1, selain dari jalan cerita kedua film tersebut yang menawarkan sebuah alur kisah fantasi, maka hal tersebut dapat ditemukan dari kerakusan para produsernya untuk meraup keuntungan komersial sebanyak mungkin dari para penggemar berat franchise tersebut. Jujur saja, seri terakhir dari novel Harry Potter dan The Twilight Saga dapat saja ditampilkan dalam sebuah film cerita secara penuh – walau harus menghabiskan durasi waktu yang melebihi durasi penayangan standar film-film lainnya. Namun dengan alasan untuk ‘menampilkan seluruh esensi cerita yang terdapat dalam bagian terakhir dari seri novel tersebut,’ para produser film akhirnya membuatkan dua bagian film dari satu novel tersebut. Please!

(more…)

Sekeras apapun usaha untuk menyembunyikannya, namun adalah sangat sulit untuk membantah bahwa Red Riding Hood adalah sebuah film yang diproduksi untuk mendompleng ketenaran dari franchise The Twilight Saga yang banyak digilai kaum remaja tersebut. Lihat saja dari susunan jalan ceritanya. Terlepas dari fakta bahwa David Johnson (Orphan, 2009) mendasarkan jalan cerita Red Riding Hood berdasarkan kisah legendaris Little Red Riding Hood, film ini masih menceritakan mengenai kisah cinta segitiga antara seorang wanita dengan dua pria yang sama-sama berniat untuk memilikinya. Satu diantara pria tersebut bahkan dicurigai sebagai jelmaan seekor serigala. Kebetulan? Tambahkan dengan fakta lain bahwa film ini diarahkan oleh Catherine Hardwicke, sutradara wanita yang mengarahkan seri pertama The Twilight Saga, Twilight (2008), maka Anda akan mendapatkan sebuah film dengan cita rasa The Twilight Saga yang kental namun dengan perlakuan produksi seperti sebuah film-film period. Kualitasnya sendiri?

(more…)

Oh, Nicolas Cage! Salah satu aktor termuda yang pernah menjadi pemenang Academy Awards — dan dahulu sering dipandang sebagai salah satu aktor paling berbakat di generasinya — sepertinya terus berusaha untuk merendahkan talenta akting yang ia miliki dengan membintangi film-film dengan kualitas yang… well… tidak sebanding dengan bakat yang ia miliki. Setelah Season of the Witch di awal tahun – yang kembali mencetak catatan buruk baru dalam filmografi Cage, aktor berusia 47 tahun itu kini membintangi Drive Angry. Nicolas Cage dan sebuah film dalam format 3D memang terdengar sebagai sebuah cara yang buruk dalam menghabiskan uang Anda, namun Drive Angry merupakan sebuah film action yang cukup menyenangkan untuk disaksikan. Plus, dengan teknologi 3D yang cukup memuaskan. Shocking!

(more…)

Well… Anda harus mengakui bahwa di tangan seorang David Slade (Hard Candy, 30 Days of Night) rilisan ketiga dari seri The Twilight Saga ini memang berhasil melampaui kualitas dua seri pendahulunya. The Twilight Saga: Eclipse memang masih saja berputar di sekitar kisah cinta segitiga antara Bella Swan, Edward Cullen dan Jacob Black. Namun dengan sentuhan Slade, seri ini  mampu terasa lebih hidup dengan menambahkan beberapa adegan keras, bertema seksual serta kisah yang berasal dari sudut pandang beberapa karakter lain.

(more…)