Posts Tagged ‘Bastian Bintang Simbolon’

petualangan-singa-pemberani-2-header

Jika saja tidak didukung nama besar sebuah perusahaan es krim, mungkin harapan untuk menyaksikan sebuah sekuel bagi film animasi Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani (2012) tidak akan pernah terwujud. Bagaimana tidak? Jika dilirik dari kualitas presentasi cerita dan tata visualnya, Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani berada dalam kualitas yang sangat menyedihkan. Tidak hanya hadir dengan jalan cerita yang dangkal namun juga gagal memberikan kualitas yang kuat dari presentasi visualnya yang terlihat begitu kasar di tampilan layar lebar. Dari segi komersial juga Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani tidak dapat berkata banyak. Hanya ditonton segelintir orang dan bertahan di layar bioskop Indonesia dalam waktu yang relatif singkat. Well… jangka waktu setahun ternyata cukup bagi tim dibalik layar seri ini untuk memperbaiki beberapa kekurangannya. Masih hadir dengan tim produksi yang sama, Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani 2 secara mengejutkan mampu muncul dengan kualitas visual yang benar-benar terpoles dengan rapi serta kualitas cerita yang begitu meningkat. Paddle Pop is back!

(more…)

Seperti halnya Jakarta Maghrib (2010) – film yang menjadi debut penyutradaraan bagi Salman Aristo, Jakarta Hati juga merupakan sebuah film yang terdiri dari beberapa potong kisah dengan menjadikan Jakarta sebagai latar belakang lokasi ceritanya. Terdiri dari enam kisah yang tidak saling berkaitan satu sama lain, Jakarta Hati dibuka dengan kisah berjudul Orang Lain yang menceritakan mengenai kisah pertemuan seorang lelaki yang berusia di pertengahan 30-an (Surya Saputra) dengan seorang gadis muda (Asmirandah) di sebuah pub malam. Keduanya telah menjadi korban pengkhianatan cinta dari pasangannya masing-masing. Bersama, keduanya kemudian menyusuri kelamnya malam di kota Jakarta sambil berusaha menjawab pertanyaan mengapa mereka bisa menjadi korban atas rasa cinta mereka terhadap pasangan masing-masing.

(more…)

Mengarahkan sebuah film keluarga bukanlah sebuah hal yang mudah. Secara universal, film-film dari genre ini kebanyakan akan dimanfaatkan sebagai sebuah media untuk menghibur para penonton muda. Ini yang kemudian menyebabkan banyak pembuat film secara mudah menghadirkan jalan cerita dengan tingkat intelejensia yang sepertinya sengaja untuk ‘direndahkan’ ketika mereka memproduksi sebuah film keluarga. Film keluarga yang cerdas jelas merupakan film yang tetap mampu menghibur para penonton muda namun tidak lantas membuat para penonton yang lebih dewasa merasa diasingkan dan seperti terjebak dalam jalan cerita yang kekanak-kanakan (baca: tidak masuk akal). Lalu, bagaimana Rudi Soedjarwo – yang selama ini lebih sering mengarahkan jalan cerita berorientasi remaja dan dewasa – dapat mengarahkan sebuah film keluarga?

(more…)