Diangkat dari novel berjudul sama karya Zara Zettira ZR, Loe Gue End mengawali penceritaannya dengan kisah mengenai seorang novelis terkenal bernama Zara Zettira (Amanda Soekasah) yang telah kehilangan gairah dan hasratnya untuk melanjutkan karirnya sebagai penulis. Suatu ketika, Zara menerima serentetan surat elektronik dari seorang gadis bernama Alana (Nadine Alexandra) yang menceritakan mengenai kehidupan pribadi dirinya serta teman-temannya sebagai kaum muda kalangan atas di Jakarta – kehidupan yang diisi dengan seks, alkohol serta narkotika dan obat-obatan terlarang yang akhirnya justru menjebak Alana dan teman-temannya dalam kegelapan.
Posts Tagged ‘Awi Suryadi’
Review: Loe Gue End (2012)
Posted: November 4, 2012 in Movies, ReviewTags: Amanda Soekasah, Asian Cinema, Awi Suryadi, Claudia Hidayat, Dhitra Marfie, Dimas Beck, Dion Wiyoko, Elizabeth Maria, Indonesian Cinema, Kelly Tandiono, Loe Gue End, Manohara Odelia, Martina Tesela, Moudyzania, Movies, Nadine Alexandra, Ray Sahetapy, Review, Tracy Shuckleford
Review: Simfoni Luar Biasa (2011)
Posted: September 30, 2011 in Movies, ReviewTags: A Special Symphony, Asian Cinema, Awi Suryadi, Christian Bautista, Devira Putri, Gista Putri, Indonesian Cinema, Ira Maya Sopha, Ira Wibowo, Jayden's Choir, Maribeth, Movies, Paramaitha Pradestina, Review, Simfoni Luar Biasa, Sindhy Rossa, Sophie Navita, Stanley Saklil, Valerie Thomas, Verdi Solaeman, Willem Beaver
Setelah beberapa kali mengalami penundaan masa rilis – awalnya akan dirilis di Indonesia pada bulan Maret 2011 sebelum dipindahkan ke bulan Agustus 2011 dan untuk kemudian tayang terlebih dahulu di Filipina dengan judul Jayden’s Choir – Simfoni Luar Biasa akhirnya justru menemui masa rilisnya pada akhir September 2011. Menampilkan akting penyanyi asal Filipina, Christian Bautista, Simfoni Luar Biasa harus diakui bukanlah sebuah film yang mampu menawarkan sesuatu yang baru dalam jalan ceritanya. Berkisah mengenai seorang pemuda yang menemukan jati dirinya dengan menjadi seorang pengajar musik bagi sekelompok anak-anak berkebutuhan khusus, Simfoni Luar Biasa terlihat seperti perpaduan dari film Perancis, The Chorus (2004), dan serial televisi Glee dengan tanpa kehadiran akting meyakinkan para pemerannya, penggarapan maksimal dari para produsernya, lagu-lagu yang memikat serta naskah cerita yang mampu berjalan menarik.
Festival Film Indonesia 2010 Nominations List
Posted: December 3, 2010 in Awards, Festival Film Indonesia, MoviesTags: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Angga Dwimas Sasongko, Awards, Awi Suryadi, Azrul Dahlan, Benni Setiawan, Cinta 2 Hati Dilema..., Deddy Mizwar, Edo Borne, Ella Hamid, Fanny Fabriana, Festival Film Indonesia, Happy Salma, Hari Untuk Amanda, Henidar Amroe, I Know What You Did On Facebook, Indonesian Cinema, Intan Kiflie, Jaja Miharja, Jajang C Noer, Kimmy Jayanti, Laura Basuki, Lola Amaria, Lukman Sardi, Minggu Pagi di Victoria Park, Movies, Oka Antara, Rasyid Karim, Red CobeX, Reza Rahadian, Tika Bravani, Tio Pakusadewo, Titi Sjuman
Sebenarnya, di tengah persaingan antara banyak film-film berkualitas, adalah sangat wajar bila sebuah film yang dianggap sangat berpotensial untuk memenangkan banyak penghargaan ternyata tidak mendapatkan perhatian sedikitpun. Namun, tentu hal tersebut akan terdengar cukup mengherankan bila hal tersebut datang dari sebuah industri film yang kebanyakan film yang dihasilkannya adalah film-film berkualitas ‘buruk.’ Dan akan lebih sangat mengherankan lagi bila salah satu dari hanya beberapa film terbaik yang dihasilkan pada satu tahun di industri film tersebut malah sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari sebuah penghargaan film terbesar di industri film tersebut.
Review: Pengantin Topeng (2010)
Posted: July 18, 2010 in Movies, ReviewTags: Adelia Rasya, Asian Cinema, Awi Suryadi, Gabriel Tabalujan, George Timothy, Hardy Hartono, Indonesian Cinema, Lolita Putri, Masayu Anastasia, Movies, Pengantin Topeng, Review
Sutradara Awi Suryadi minggu ini memberikan sebuah terobosan yang cukup unik dalam merilis filmnya di Indonesia. Tidak cukup hanya dengan merilis satu film, Awi merilis sekaligus dua film langsung ke pasaran. Tidak hanya itu, dua filmnya tersebut, I Know What You Did On Facebook yang berasal dari genre drama dan Pengantin Topeng yang ber-genre horror, bahkan dirilis pada hari yang sama oleh dua distributor film yang berbeda. Yang disayangkan, tak satupun di antara kedua film tersebut sepertinya akan mampu memberikan kredibilitas baik bagi sang sutradara, setidaknya kredibilitas yang sama ketika ia pernah merilis Claudia/Jasmine (2008).
Review: I Know What You Did On Facebook (2010)
Posted: July 16, 2010 in Movies, ReviewTags: Agastya Kandou, Asian Cinema, Awi Suryadi, Edo Borne, Fanny Fabriana, Fikri Ramadhan, I Know What You Did On Facebook, Imelda Therinne, Indonesian Cinema, Kimi Jayanti, Movies, Restu Sinaga, Review, Yama Carlos
Nama Awi Suryadi sebagai seorang sutradara sempat memperoleh ulasan hangat di beberapa media setelah filmnya Claudia/Jasmine (2008) berhasil mendapatkan pengakuan kualitas dari banyak penonton film Indonesia. Sayangnya, kesuksesan tersebut tidak bertahan lama setelah Awi justru memilih untuk menyutradarai sejumlah film ‘dangkal’ seperti Cintaku Selamanya (2008) dan Selendang Rocker (2009), yang selain gagal mendapatkan pujian secara kualitas, juga ternyata tidak begitu berhasil pada peredaran komersialnya. Kini, dengan membawa tema hubungan di dunia maya yang sedang banyak menjadi banyak perbincangan, Awi kembali merilis sebuah film drama berjudul I Know What You Did On Facebook.
















