Tidak ada yang istimewa dari jalan cerita Lovely Man. Film yang diarahkan serta dikerjakan naskah ceritanya oleh Teddy Soeriaatmadja ini memang hanya menawarkan sebuah jalan cerita yang telah familiar – sebuah kisah yang bercerita mengenai jalinan kasih antara seorang ayah dan anak yang telah lama terputus untuk kemudian bersatu kembali dalam satu malam yang penuh dengan kejutan hidup. Film-film karya Teddy memang selalu menawarkan kesederhanaan penceritaan tersebut. Namun, seperti layaknya Banyu Biru (2004), Ruang (2006) dan Ruma Maida (2009), Teddy selalu menemukan cara yang tepat untuk menghantarkan kesederhanaan cerita tersebut sehingga menjadi penceritaan yang kuat, personal dan seringkali mampu tampil begitu menyentuh.
Posts Tagged ‘Asrul Dahlan’
Review: Lovely Man (2012)
Posted: May 15, 2012 in Movies, ReviewTags: Ari M Syarif, Asian Cinema, Asrul Dahlan, Donny Damara, Indonesian Cinema, Lovely Man, Raihaanun, Teddy Soeriaatmadja
Review: Jakarta Maghrib (2010)
Posted: September 6, 2011 in Movies, ReviewTags: Adinia Wirasti, Aldo Tansani, Asian Cinema, Asrul Dahlan, Deddy Mahendra Desta, Ence Bagus, Fanny Fabriana, Indonesian Cinema, Indra Birowo, Jakarta Maghrib, Ki Daus, Lilis, Lukman Sardi, Movies, Review, Reza Rahadian, Ringgo Agus Rahman, Salman Aristo, Sjafrial Arifin, Widi Mulia, Yurike Prastica
Salman Aristo – salah satu nama yang bertanggungjawab atas kehadiran beberapa judul terpopuler di industri perfilman Indonesia, seperti Laskar Pelangi (2008), Ayat-Ayat Cinta (2008) dan Hari Untuk Amanda (2010) – melakukan debut penyutradaraannya lewat sebuah film omnibus bertajuk Jakarta Maghrib. Dalam film yang juga ia tulis naskahnya ini, Salman berusaha untuk menghadirkan arti dari sebuah waktu maghrib bagi sekelompok kalangan – dalam hal ini, kalangan masyarakat di berbagai sudut kota Jakarta. Lewat lima cerita pendek yang ia hadirkan, Salman dapat dengan bebas menggambarkan maghrib sebagai sebuah waktu transisi dari siang ke malam lewat berbagai genre penceritaan. Usaha yang cukup meyakinkan walau masih belum dapat dikatakan memuaskan secara menyeluruh.
Review: Serdadu Kumbang (2011)
Posted: June 17, 2011 in Movies, ReviewTags: Adinda Fudia, Aji Santosa, Ari Sihasale, Asian Cinema, Asrul Dahlan, Dorman Borisman, Fachri Azhari, Fanny Fadillah, Gerry Puraatmadja, Indonesian Cinema, Leroy Osmani, Lukman Sardi, Melly Zamri, Monica Sayangbati, Movies, Nia Zulkarnaen, Putu Wijaya, Review, Ririn Ekawati, Serdadu Kumbang, Surya Saputra, Titi Sjuman, Yudi Miftahudin
Sebuah film Indonesia. Dengan latar belakang cerita di sebuah daerah yang mungkin belum banyak dieksplorasi oleh para sineas perfilman negara ini. Menggunakan anak-anak setempat sebagai pemerannya. Mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari dari anak-anak tersebut. Memberi fokus lebih pada satu karakter anak dimana ia sedang memiliki permasalahan dalam menghadapi kehidupan atau keluarganya. Dan jika beruntung, sebuah kisah mengenai pendidikan yang didapatkan oleh anak-anak tersebut. Laskar Pelangi (2008)? Bukan. Denias, Senandung di Atas Awan (2006) ? Bukan. The Mirror Never Lies? Bukan. Batas? Juga bukan.
Review: Tanah Air Beta (2010)
Posted: June 19, 2010 in Movies, ReviewTags: Alexandra Gottardo, Ari Sihasale, Asian Cinema, Asrul Dahlan, Griffit Patricia, Indonesian Cinema, Lukman Sardi, Marcel Raymond, Movies, Review, Robby Tumewu, Tanah Air Beta, Tessa Kaunang, Yahuda Rumbindi
Sukses dengan dua film terdahulunya, Alenia Pictures, yang digawangi oleh Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, kini merilis Tanah Air Beta. Sama halnya seperti King (2009), Ari Sihasale kini kembali duduk di bangku sutradara. Dari naskah cerita yang ditulis oleh Armantono (Jagad X Code (2009), Opera Jawa (2007)), Tanah Air Beta mencoba menggali sisi drama dari perpisahan provinsi Timor Timur dari Republik Indonesia yang terjadi pada lebih dari satu dekade lalu.
Review: Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)
Posted: April 16, 2010 in Movies, ReviewTags: Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Angga, Asian Cinema, Asrul Dahlan, Boy, Deddy Mizwar, Indonesian Cinema, Jaja Mihardja, Movies, Review, Reza Rahadian, Rina Hasyim, Robby Tumewu, Sakurta Ginting, Slamet Rahardjo, Sonia, Teuku Edwin, Tika Bravani, Tio Pakusadewo
Alangkah Lucunya (Negeri Ini) adalah sebuah film komedi satir yang disutradarai oleh Deddy Mizwar. Film ini sendiri merupakan film pertama Deddy setelah sukses mengarahkan sekuel Naga Bonar, Naga Bonar (Jadi) 2, pada tahun 2007 lalu. Dengan naskah yang ditulis oleh Musfar Yasin (Ketika, Kiamat Sudah Dekat), film ini menampilkan permainan akting dari beberapa pemenang Piala Citra seperti Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo dan Reza Rahadian.

















