Posts Tagged ‘Asian Cinema’

Featured imageSemarang menjadi lokasi pemberhentian selanjutnya bagi tim produksi film Guru Bangsa: Tjokroaminoto setelah menyelesaikan proses produksi mereka di kota Ambarawa. Di Semarang, proses produksi dilakukan di beberapa lokasi seperti Kawasan Wisata Tlogo Resort, Stasiun Kereta Api Tuntang serta Bernic Castle yang terletak di Jalan Kyai Saleh, Semarang. Film yang bercerita tentang tokoh pergerakan Haji Oemar Said Tjokroaminoto pada era 1890 – 1920an dan melibatkan sederetan aktor dan aktris papan atas Indonesia seperti Reza Rahadian, Christine Hakim, Sudjiwo Tedjo, Alex Komang, Deva Mahenra hingga Chelsea Elisabeth Islan tersebut akan berusaha menghidupkan kembali suasana kota lama Surabaya lengkap dengan trem dan mobil-mobil antik yang popular digunakan di masa itu.

(more…)

Memulai karirnya sebagai seorang model, nama Reza Rahadian kini telah dikenal luas sebagai nama dari salah satu aktor film Indonesia yang mungkin paling dapat diandalkan kelihaian beraktingnya. Lihat saja daftar filmografinya: Reza mampu berperan sebagai seorang anak yang begitu berbakti pada orangtuanya (Emak Ingin Naik Haji, 2009), sebagai seorang mahasiswa dengan gaya keseharian yang eksentrik (3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta, 2010), seorang ayah yang kehilangan keluarganya dalam sebuah tragedi (Hafalan Shalat Delisa, 2011), sebagai seorang pemuda Minang yang angkuh (Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, 2013) hingga peran sebagai salah satu presiden Indonesia (Habibie & Ainun, 2012) mampu dihantarkan Reza dengan begitu hidup dan meyakinkan. Tidak mengherankan jika hingga saat ini Reza telah berhasil memenangkan empat penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik dari ajang penghargaan film tertinggi di Indonesia, Festival Film Indonesia.

(more…)

Setelah menggarap Soegija (2012) yang berhasil merebut perhatian penonton Indonesia sekaligus memperoleh beberapa penghargaan film di tingkat nasional maupun internasional, sutradara Garin Nugroho kembali hadir dengan karya terbarunya yang juga mengupas tentang kehidupan salah satu tokoh nasional Indonesia. Kali ini, Garin menghadirkan film berjudul Guru Bangsa: Tjokroaminoto yang akan mengangkat kehidupan tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia, Haji Oemar Said Tjokroaminoto, pada era tahun 1890 – 1920an. (more…)

The Raid 2: Berandal (PT. Merantau Films/XYZ Films, 2014)

The Raid 2: Berandal (PT. Merantau Films/XYZ Films, 2014)

Terlepas dari kesuksesan megah yang berhasil diraih oleh The Raid (2012) – baik sebagai sebuah film Indonesia yang mampu mencuri perhatian dunia maupun sebagai sebuah film yang bahkan diklaim banyak kritikus film dunia sebagai salah satu film aksi terbaik yang pernah diproduksi dalam beberapa tahun terakhir – tidak ada yang dapat menyangkal bahwa film garapan sutradara Gareth Huw Evans tersebut memiliki kelemahan yang cukup besar dalam penataan ceritanya. Untuk seri kedua dari tiga seri yang telah direncanakan untuk The Raid, Evans sepertinya benar-benar mendengarkan berbagai kritikan yang telah ia terima mengenai kualitas penulisan naskahnya. Menggunakan referensi berbagai film aksi klasik seperti The Godfather (1972) dan Infernal Affairs (2002), Evans kemudian memberikan penggalian yang lebih mendalam terhadap deretan karakter maupun konflik penceritaan sekaligus menciptakan jalinan kisah berlapis yang tentu semakin menambah kompleks presentasi kisah The Raid 2: Berandal. Lalu bagaimana Evans mengemas pengisahan yang semakin rumit tersebut dengan sajian kekerasan nan brutal yang telah menjadi ciri khas dari The Raid?

(more…)

Petualangan Singa Pemberani Dinoterra (Batavia Pictures/Pop Up 3D Production, 2014)

Petualangan Singa Pemberani Dinoterra (Batavia Pictures/Pop Up 3D Production, 2014)

Dirilis pertama kali untuk konsumsi layar lebar pada tahun 2012, seri Petualangan Singa Pemberani memulai perjalanannya dengan cukup sulit: perpaduan antara tampilan visual yang masih belum siap untuk disajikan di layar yang lebih besar serta jalinan kisah yang cukup dangkal membuat film animasi yang produksinya diprakarsai oleh perusahaan es krim Wall’s tersebut dilirik setengah mata oleh para penikmat film Indonesia. Beruntung, para pembuat seri film ini segera menyadari berbagai kelemahan yang terdapat pada karya perdana mereka dan memberikan peningkatan yang cukup signifikan baik dari sisi visual maupun penceritaan bagi Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani 2 yang dirilis setahun kemudian. Kini Paddle Pop dan teman-temannya kembali lagi dalam sekuel kedua yang berjudul Petualangan Singa Pemberani Dinoterra. Mampukah seri ini mengulang kesuksesan kualitas seri kedua atau malah menandinginya?

(more…)

Oo Nina Bobo (Rapi Films, 2014)

Oo Nina Bobo (Rapi Films, 2014)

Dengan naskah yang juga ditulis oleh Jose Poernomo, Oo Nina Bobo berkisah mengenai Karina (Revalina S. Temat) yang sedang berusaha untuk menyelesaikan program pendidikan pascasarjana-nya di bidang Psikologi. Untuk menyelesaikan tesis akhirnya, Karina mencoba untuk membuktikan sebuah teori bahwa seseorang yang menderita trauma akan mengalami proses penyembuhan yang lebih cepat jika langsung dihadapkan dengan hal yang membuatnya trauma. Karina lantas menemukan sebuah obyek penelitian yang tepat dalam diri Ryan (Firman Ferdiansyah), seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang menjadi satu-satunya korban selamat dalam sebuah tragedi yang menewaskan ayah (Agung Maulana), ibu (Mega Carefansa) dan adiknya, Lala (Zaskia Riyanti Maizuri), di rumah mereka lima tahun lalu. Atas izin para dosennya, Karina lantas mambawa kembali Ryan untuk tinggal di rumahnya selama dua minggu dan mengawasi bagaimana reaksi Ryan terhadap lingkungan yang amat ditakutinya tersebut.

(more…)

The Wind Rises (Studio Ghibli, 2013)

The Wind Rises (Studio Ghibli, 2013)

Dikabarkan akan menjadi film terakhir yang diarahkan oleh sutradara legendaris asal Jepang, Hayao Miyazaki, The Wind Rises adalah sebuah film animasi dengan naskah cerita yang diadaptasi oleh Miyazaki dari buku komik miliknya yang berjudul Kaze Tachinu yang kisahnya sendiri merupakan hasil adaptasi lepas dari sebuah cerita pendek berjudul sama karya Tatsuo Hori yang pertama kali dirilis pada tahun 1937. Berbeda dengan beberapa filmnya terdahulu seperti Spirited Away (2001), Howl’s Moving Castle (2004) dan Ponyo (2008) yang alur ceritanya lebih berorientasi kepada para penonton muda, The Wind Rises memiliki usia penuturan yang jauh lebih dewasa ketika Miyazaki mencoba mengisahkan perjalanan nyata kehidupan Jiro Horikoshi, salah satu ahli penerbangan paling dihormati di Jepang yang salah satu pesawat tempur ciptaannya digunakan oleh Kerajaan Jepang pada masa Perang Dunia II. Sebuah pengisahan mengenai fantasi yang tentunya siap untuk menerbangkan setiap penontonnya.

(more…)