Disutradarai oleh Robert Ronny, yang sebelumnya menjadi bagian dari film omnibus Dilema yang dirilis beberapa bulan lalu, Hattrick dipasarkan sebagai film pertama di dunia yang mengangkat mengenai olahraga futsal di dalam jalan ceritanya. Tidak seperti film-film bertema olahraga, khususnya sepakbola, yang banyak digarap oleh para sutradara film Indonesia akhir-akhir ini, Hattrick menjauhkan dirinya dari penceritaan drama yang mengharu biru dan lebih berfokus pada tema nasionalisme yang berbalut komedi dan adegan aksi. Sayangnya, usaha untuk menjauhi wilayah drama dan hasrat untuk memadukan berbagai unsur cerita alternatif justru membuat jalan cerita Hattrick sering terasa kurang fokus dengan banyak bagian cerita yang terasa kurang begitu esensial untuk dipaparkan.
Posts Tagged ‘Arumi Bachsin’
Review: Hattrick (2012)
Posted: May 12, 2012 in Movies, ReviewTags: Ade Fitria Sechan, Amrit Punjabi, Arumi Bachsin, Asian Cinema, Denny Sumargo, Dion Wiyoko, Fauzan Nasrul, Hattrick, Indonesian Cinema, Ira Wibowo, Lionil H Tikoalu, Lukman Sardi, Mikael Jakarimilena, Movies, Pong Hardjatmo, Review, Robert Ronny
Review: Baik Baik Sayang (2011)
Posted: January 14, 2011 in Movies, ReviewTags: Alicia Djohar, Apoy, Arumi Bachsin, Asian Cinema, August Melasz, Baik Baik Sayang, Cecep Reza, Dennis Adhiswara, Didi Petet, Dodi Mawon, Faang, Iding Sunadi, Indonesian Cinema, Intan Nuraini, Movies, Ovie, Review, Sulis, Tomi, Wali
Media film sepertinya kembali menjadi salah satu pilihan utama para musikus Indonesia dalam mempromosikan karya-karyanya. Setelah The Changcuters yang sukses diperkenalkan lewat The Tarix Jabrix (2008), Afgan yang memperkenalkan lagu-lagu di album barunya lewat Cinta 2 Hati Dilema… (2010) serta Cinta Laura dan kelompok musik SKJ lewat film Seleb Kota Jogja (SKJ) (2010), kini giliran band pop asal Blora, Wali, yang mencoba menjajaki kemampuan mereka dalam dunia akting lewat film Baik Baik Sayang. Dengan naskah yang ditulis oleh Jujur Prananto (Do’a Yang Mengancam, 2008) yang dikembangkan berdasarkan video musik Wali yang berjudul sama, Baik Baik Sayang secara mengejutkan muncul sebagai sebuah film yang cukup mampu menghibur dengan baik.
Review: 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (2010)
Posted: July 2, 2010 in Movies, ReviewTags: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, Arumi Bachsin, Asian Cinema, Benni Setiawan, Gesi Silvia, Haddad Alwi, Henidar Amroe, Indonesian Cinema, Ira Wibowo, Jay Wijayanto, Laura Basuki, M Assegaf, Movies, Rasyid Karim, Review, Reza Rahadian, Robby Tumewu, Zainal Abidin Domba
Setelah Cin(T)a yang dirilis secara terbatas pada tahun lalu, tema pluralisme dan hubungan percintaan antara dua insan yang memiliki latar belakang kepercayaan agama yang berbeda kini kembali diangkat ke layar lebar. Berbeda dengan Cin(T)a, yang membawakan jalan ceritanya dengan banyak dialog filosofis penuh makna, 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta mencoba menjajal tema yang ingin diceritakan dengan jalan penyampaian yang lebih ringan.














