Posts Tagged ‘Arumi Bachsin’

kerasukan-header

Meskipun namanya akan selalu dikaitkan dengan film-film yang jalan ceritanya mengandung unsur mistis, Kerasukan sendiri menjadi film horor pertama arahan Chiska Doppert setelah sebelumnya mengarahkan Poconggg Juga Pocong (2011), Bila (2012), Love is Brondong (2012), Enak Sama Enak dan Udin Cari Alamat Palsu (2012). Yep. Chiska Doppert sepertinya telah kembali lagi ke genre film yang telah membesarkan namanya. Tidak berpengaruh banyak sebenarnya. Film-film arahan Chiska, baik yang berasal dari genre drama maupun horor, harus diakui masih belum pernah hadir dalam kualitas presentasi yang benar-benar memuaskan. Dan Kerasukan, sayangnya, juga sama sekali tidak akan mengubah pendapat banyak orang terhadap persepsi yang kurang baik tersebut.

(more…)

Disutradarai oleh Robert Ronny, yang sebelumnya menjadi bagian dari film omnibus Dilema yang dirilis beberapa bulan lalu, Hattrick dipasarkan sebagai film pertama di dunia yang mengangkat mengenai olahraga futsal di dalam jalan ceritanya. Tidak seperti film-film bertema olahraga, khususnya sepakbola, yang banyak digarap oleh para sutradara film Indonesia akhir-akhir ini, Hattrick menjauhkan dirinya dari penceritaan drama yang mengharu biru dan lebih berfokus pada tema nasionalisme yang berbalut komedi dan adegan aksi. Sayangnya, usaha untuk menjauhi wilayah drama dan hasrat untuk memadukan berbagai unsur cerita alternatif justru membuat jalan cerita Hattrick sering terasa kurang fokus dengan banyak bagian cerita yang terasa kurang begitu esensial untuk dipaparkan.

(more…)

Media film sepertinya kembali menjadi salah satu pilihan utama para musikus Indonesia dalam mempromosikan karya-karyanya. Setelah The Changcuters yang sukses diperkenalkan lewat The Tarix Jabrix (2008), Afgan yang memperkenalkan lagu-lagu di album barunya lewat Cinta 2 Hati Dilema… (2010) serta Cinta Laura dan kelompok musik SKJ lewat film Seleb Kota Jogja (SKJ) (2010), kini giliran band pop asal Blora, Wali, yang mencoba menjajaki kemampuan mereka dalam dunia akting lewat film Baik Baik Sayang. Dengan naskah yang ditulis oleh Jujur Prananto (Do’a Yang Mengancam, 2008) yang dikembangkan berdasarkan video musik Wali yang berjudul sama, Baik Baik Sayang secara mengejutkan muncul sebagai sebuah film yang cukup mampu menghibur dengan baik.

(more…)

Setelah Cin(T)a yang dirilis secara terbatas pada tahun lalu, tema pluralisme dan hubungan percintaan antara dua insan yang memiliki latar belakang kepercayaan agama yang berbeda kini kembali diangkat ke layar lebar. Berbeda dengan Cin(T)a, yang membawakan jalan ceritanya dengan banyak dialog filosofis penuh makna, 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta mencoba menjajal tema yang ingin diceritakan dengan jalan penyampaian yang lebih ringan.

(more…)