Di era dimana industri film lebih dominan diisi oleh para pengusaha yang sepenuhnya berorientasi menghasilkan keuntungan komersial dalam memproduksi film-filmnya, jelas merupakan sebuah pencerahan tersendiri untuk melihat masih adanya beberapa pembuat film yang masih berusaha keras untuk merilis film-film dengan nilai kualitas yang memadai. Alenia Pictures, yang dimiliki oleh Ari Sihasale bersama istrinya Nia Zulkarnaen, semenjak awal telah memfokuskan diri mereka untuk menghantarkan cerita-cerita yang berisi moral pendidikan kepada penontonnya. Daripada menceritakan karakter-karakter yang hidup di perkotaan metropolitan dengan bergelimpangan harta sehingga kadang membuat mereka menjadi sakit jiwa (halo, Joko Anwar!), film-film karya Alenia Pictures lebih memilih untuk menghadirkan karakter-karakter sederhana dari berbagai pelosok daerah Indonesia jauh sebelum tren “mari berangkat ke sudut-sudut kota terpencil di Indonesia dan menghasilkan gambar-gambar indah” mulai menjangkiti para pembuat film Indonesia.
Posts Tagged ‘Ari Sihasale’
Review: Di Timur Matahari (2012)
Posted: June 15, 2012 in Movies, ReviewTags: Abetnego Yogibalom, Ari Sihasale, Asian Cinema, Di Timur Matahari, Frisca Waromi, Indonesian Cinema, Laura Basuki, Lucky Martin, Lukman Sardi, Maria Resubun, Michael Jakarimilena, Movies, Paul Korwa, Putri Nere, Razz Manobi, Review, Ringgo Agus Rahman, Ririn Ekawati, Simson Sikoway, Yullex Sawaki
Review: Serdadu Kumbang (2011)
Posted: June 17, 2011 in Movies, ReviewTags: Adinda Fudia, Aji Santosa, Ari Sihasale, Asian Cinema, Asrul Dahlan, Dorman Borisman, Fachri Azhari, Fanny Fadillah, Gerry Puraatmadja, Indonesian Cinema, Leroy Osmani, Lukman Sardi, Melly Zamri, Monica Sayangbati, Movies, Nia Zulkarnaen, Putu Wijaya, Review, Ririn Ekawati, Serdadu Kumbang, Surya Saputra, Titi Sjuman, Yudi Miftahudin
Sebuah film Indonesia. Dengan latar belakang cerita di sebuah daerah yang mungkin belum banyak dieksplorasi oleh para sineas perfilman negara ini. Menggunakan anak-anak setempat sebagai pemerannya. Mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari dari anak-anak tersebut. Memberi fokus lebih pada satu karakter anak dimana ia sedang memiliki permasalahan dalam menghadapi kehidupan atau keluarganya. Dan jika beruntung, sebuah kisah mengenai pendidikan yang didapatkan oleh anak-anak tersebut. Laskar Pelangi (2008)? Bukan. Denias, Senandung di Atas Awan (2006) ? Bukan. The Mirror Never Lies? Bukan. Batas? Juga bukan.
Review: Tanah Air Beta (2010)
Posted: June 19, 2010 in Movies, ReviewTags: Alexandra Gottardo, Ari Sihasale, Asian Cinema, Asrul Dahlan, Griffit Patricia, Indonesian Cinema, Lukman Sardi, Marcel Raymond, Movies, Review, Robby Tumewu, Tanah Air Beta, Tessa Kaunang, Yahuda Rumbindi
Sukses dengan dua film terdahulunya, Alenia Pictures, yang digawangi oleh Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, kini merilis Tanah Air Beta. Sama halnya seperti King (2009), Ari Sihasale kini kembali duduk di bangku sutradara. Dari naskah cerita yang ditulis oleh Armantono (Jagad X Code (2009), Opera Jawa (2007)), Tanah Air Beta mencoba menggali sisi drama dari perpisahan provinsi Timor Timur dari Republik Indonesia yang terjadi pada lebih dari satu dekade lalu.














