Posts Tagged ‘Ari Sihasale’

leher-angsa-header

Alenia Pictures kembali hadir dengan film terbarunya, Leher Angsa. Seperti halnya film-film yang sebelumnya telah dirilis oleh rumah produksi milik Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen tersebut, Leher Angsa masih menawarkan sebuah jalinan kisah yang dikendalikan oleh sudut pandang karakter anak-anak, pengisahan yang berusaha merangkum masalah sosial hingga lokasi penceritaan yang berada di wilayah yang masih jarang dieksplorasi oleh kebanyakan film-film Indonesia lainnya – yang kali ini membawa penontonnya ke wilayah kaki Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sejujurnya, jika dibandingkan dengan tiga film hasil pengarahan Ari Sihasale sebelumnya; Tanah Air Beta (2010), Serdadu Kumbang (2011) dan Di Timur Matahari (2012), Leher Angsa terasa begitu sederhana, tidak tampil berlebihan dan mengalir dengan mudah – sebagian besar karena kualitas tata penulisan Musfar Yasin (Alangkah Lucunya (Negeri Ini), 2010). Namun, disaat yang bersamaan, naskah arahan Musfar berusaha memasukkan terlalu banyak karakter serta konflik yang akhirnya membuat Leher Angsa tidak pernah tampil fokus ataupun kuat dalam bercerita.

(more…)

Di era dimana industri film lebih dominan diisi oleh para pengusaha yang sepenuhnya berorientasi menghasilkan keuntungan komersial dalam memproduksi film-filmnya, jelas merupakan sebuah pencerahan tersendiri untuk melihat masih adanya beberapa pembuat film yang masih berusaha keras untuk merilis film-film dengan nilai kualitas yang memadai. Alenia Pictures, yang dimiliki oleh Ari Sihasale bersama istrinya Nia Zulkarnaen, semenjak awal telah memfokuskan diri mereka untuk menghantarkan cerita-cerita yang berisi moral pendidikan kepada penontonnya. Daripada menceritakan karakter-karakter yang hidup di perkotaan metropolitan dengan bergelimpangan harta sehingga kadang membuat mereka menjadi sakit jiwa (halo, Joko Anwar!), film-film karya Alenia Pictures lebih memilih untuk menghadirkan karakter-karakter sederhana dari berbagai pelosok daerah Indonesia jauh sebelum tren “mari berangkat ke sudut-sudut kota terpencil di Indonesia dan menghasilkan gambar-gambar indah” mulai menjangkiti para pembuat film Indonesia.

(more…)

Sebuah film Indonesia. Dengan latar belakang cerita di sebuah daerah yang mungkin belum banyak dieksplorasi oleh para sineas perfilman negara ini. Menggunakan anak-anak setempat sebagai pemerannya. Mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari dari anak-anak tersebut. Memberi fokus lebih pada satu karakter anak dimana ia sedang memiliki permasalahan dalam menghadapi kehidupan atau keluarganya. Dan jika beruntung, sebuah kisah mengenai pendidikan yang didapatkan oleh anak-anak tersebut. Laskar Pelangi (2008)? Bukan. Denias, Senandung di Atas Awan (2006) ? Bukan. The Mirror Never Lies? Bukan. Batas? Juga bukan.

(more…)

Sukses dengan dua film terdahulunya, Alenia Pictures, yang digawangi oleh Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, kini merilis Tanah Air Beta. Sama halnya seperti King (2009), Ari Sihasale kini kembali duduk di bangku sutradara. Dari naskah cerita yang ditulis oleh Armantono (Jagad X Code (2009), Opera Jawa (2007)), Tanah Air Beta mencoba menggali sisi drama dari perpisahan provinsi Timor Timur dari Republik Indonesia yang terjadi pada lebih dari satu dekade lalu.

(more…)