Posts Tagged ‘Anthony Hopkins’

thor-the-dark-world-header

Let’s do a little recap. Terlepas dari pengalamannya yang lebih banyak mengarahkan film-film adaptasi dari karya sastra William Shakespeare, Marvel Studios memberikan kekuasaan pada Kenneth Branagh untuk mengarahkan Thor (2011) yang diadaptasi dari komik superhero berjudul sama karya Stan Lee, Larry Lieber, Jack Kirby yang diproduksi oleh Marvel Comics. Dengan kelihaiannya dalam merangkai cerita sekaligus mengarahkan para jajaran pemerannya, Branagh berhasil menggarap Thor menjadi sebuah presentasi yang tidak hanya menghibur selayaknya film-film karya Marvel Studios lainnya namun juga tetap memiliki sisi penuturan drama yang kuat a la film-film Shakespeare yang pernah diarahkannya. Tidak mengherankan, Thor kemudian mampu meraih kesuksesan secara komersial, mendapatkan banyak pujian dari para kritikus film dunia sekaligus menjadi film produksi Marvel Studios terbaik hingga saat ini.

(more…)

red-2-header

Meskipun kursi penyutradaraan kini telah beralih dari Robert Schwentke ke Dean Parisot (Fun with Dick and Jane, 2005), RED 2 sama sekali tidak menawarkan perubahan yang berarti dalam kualitas presentasinya – sama sekali tidak bertambah baik dan juga, untungnya, tidak mengalami penurunan kualitas yang berarti. Mereka yang menikmati perpaduan aksi dan komedi yang ditawarkan di film pertama kemungkinan besar akan tetap dapat menikmati apa yang disajikan oleh RED 2. Hal tersebut bukan berarti film ini hadir tanpa masalah. Duo penulis naskah, Jon dan Erich Hoeber, sepertinya sama sekali tidak berusaha untuk menghadirkan sesuatu yang baru dalam jalan penceritaan yang mereka tulis. Hasilnya, walaupun jelas adalah sangat menyenangkan untuk menyaksikan banyak nama-nama besar Hollywood mencoba untuk saling membunuh satu sama lain, namun RED 2 seringkali terasa terlalu familiar untuk dapat menghasilkan daya tarik yang lebih kuat bagi penontonnya.

(more…)

hitchcock-header

Walaupun menggunakan nama Hitchcock sebagai judul film, Hitchcock sayangnya bukanlah sebuah sarana yang tepat untuk mereka yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai kehidupan pribadi sutradara yang dijuluki sebagai The Master of Suspense tersebut. Diangkat dari buku berjudul Alfred Hitchcock and the Making of Psycho (1990) karya Stephen Robello, Hitchcock adalah sebuah film drama komedi yang menggali mengenai kehidupan sutradara Alfred Hitchcock selama proses pembuatan film tersukses di sepanjang karirnya, Psycho (1960). Pun begitu, lewat penyutradaraan Sacha Gervasi (Anvil!: The Story of Anvil, 2008) yang apik, Hitchcock akan menjadi sebuah undangan yang sangat menarik untuk melihat langsung bagaimana proses pembuatan Psycho dan bagaimana film tersebut mempengaruhi kehidupan pernikahan Hitchcock dan istrinya, Alma Reville.

(more…)

Walau telah terbit dalam bentuk seri komik yang dirilis oleh Marvel Comics semenjak tahun 1966, tidak hingga tahun 2001 Thor akhirnya mampu menarik perhatian Hollywood untuk mengadaptasinya menjadi sebuah film layar lebar. Pun begitu, semenjak ditinggalkan oleh Sam Raimi – sutradara pertama yang berminat dan telah mengembangkan konsep cerita adaptasi kisah Thor ke layar lebar – Thor menjadi terbengkalai sebelum akhirnya hak adaptasi layar lebar dari seri komik tersebut dibeli oleh Paramount Pictures di tahun 2006. Setelah lagi-lagi ditinggalkan oleh beberapa sutradara, Kenneth Branagh akhirnya terpilih sebagai sutradara Thor di tahun 2008. Terkenal sebagai seorang yang bertangan dingin dalam mengadaptasi karya-karya William Shakespeare, Branagh ternyata memiliki kemampuan yang cukup hangat untuk menangani sebuah adaptasi kisah seri komik dan menjadikan Thor ringan dan menyenangkan untuk disaksikan namun tetap tidak kehilangan esensi ceritanya secara keseluruhan.

(more…)

Horor adalah sebuah genre yang cukup melelahkan. Hampir tidak ada sesuatu yang baru yang dapat ditawarkan oleh para pembuat film dari genre ini kepada para penontonnya. Kalikan rasa melelahkan tersebut sebanyak tiga kali jika sebuah film horor mencoba untuk bercerita mengenai teknik pengusiran setan yang dilakukan oleh para pendeta – yang akhir-akhir ini diberikan variasi dengan kisah pendeta yang kehilangan keimanan mereka. Tentu, beberapa waktu yang lalu penonton masih mampu dikejutkan oleh The Exorcism of Emily Rose (2005) dan The Last Exorcism (2010) yang walaupun masih memiliki cara penceritaan yang cenderung tradisional, berhasil diolah dengan cukup baik sehingga mampu menghasilkan momen-momen horor yang menyegarkan. Namun secara keseluruhan, apakah ada sebuah film horor yang bertema pengusiran setan yang mampu menandingi kehebatan dan kengerian yang dihasilkan The Exorcist (1973)?

(more…)

Berita bagus! Dalam usia yang telah menginjak 75 tahun, belum ada satu pun tanda yang menunjukkan bahwa Woody Allen akan berhenti untuk menghasilkan film-film drama komedi dengan tema sederhana namun seringkali berisi banyak sindiran kepada kehidupan sosial masyarakat modern. Hingga saat ini, Allen masih begitu aktif untuk duduk di kursi penyutradaraan sehingga pada dekade lalu, Allen selalu merilis satu film pada setiap tahunnya. Walau begitu, berita buruknya, untuk setiap Match Point (2008) dan Vicky Cristina Barcelona (2008) yang ia hasilkan, ada lebih banyak Anything Else (2003), Scoop (2006) maupun Whatever Works (2009) yang menyertai dalam deretan filmografinya. Dan karya terakhirnya, You Will Meet a Tall Dark Stranger, yang walaupun dibintangi sederetan aktor dan aktris papan atas Hollywood, tak lebih merupakan sebuah tambahan lain dalam daftar film-film berkualitas menjemukan yang disutradarai oleh Allen.

(more…)