Pada 20 Juli 1969, melalui misi penerbangan Apollo 11 yang dilakukan oleh National Aeronautics and Space Administration, negara Amerika Serikat berhasil menghantarkan dua astronot-nya, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin, menjadi dua manusia pertama yang menjejakkan kaki mereka di Bulan. Jelas adalah sebuah peristiwa yang sangat bersejarah bagi seluruh umat manusia yang ada di dunia. Namun, pernahkah Anda merasa penasaran mengenai mengapa hingga saat ini tidak ada lagi seorangpun yang mampu mengikuti jejak Armstrong dan Aldrin untuk menginjakkan kaki mereka di Bulan? Akan ada banyak teori konspirasi mengenai hal tersebut dan Apollo 18 mencoba untuk menceritakan salah satu diantaranya.
Posts Tagged ‘Andrew Airlie’
Review: Apollo 18 (2011)
Posted: February 9, 2013 in Movies, ReviewTags: Ali Liebert, Andrew Airlie, Apollo 18, Erica Carroll, Gonzalo López-Gallego, Jan Bos, Kim Wylie, Kurt Max Runte, Lloyd Owen, Michael Kopsa, Movies, Noah Wylie, Review, Ryan Robbins, Thomas Greenwood, Warren Christie
Review: 50/50 (2011)
Posted: November 14, 2012 in Movies, ReviewTags: 50/50, Andrew Airlie, Anjelica Huston, Anna Kendrick, Bryce Dallas Howard, Daniel Bacon, Donna Yamamoto, Jessica Parker Kennedy, Jonathan Levine, Joseph Gordon-Levitt, Laura Bertram, Matt Frewer, Matty Finochio, Movies, P. Lynn Johnson, Peter Kelamis, Philip Baker Hall, Review, Sarah Smyth, Serge Houde, Seth Rogen, Sugar Lyn Beard, Yee Jee Tso
Apa yang akan Anda lakukan jika Anda didiagnosa menderita sebuah penyakit yang dapat kapan saja mengakhiri perjalanan hidup Anda di dunia? Atau… apa yang akan Anda lakukan jika orang yang Anda sayangi ternyata harus menghadapi tantangan kehidupan tersebut? Tidak seperti film-film lain yang bertema sama dan biasanya ditulis dengan nada penceritaan dramatis yang mendayu-dayu, 50/50, yang ditulis oleh penulis naskah Will Reiser serta menjadi film ketiga yang diarahkan oleh Jonathan Levine setelah All the Boys Love Mandy Lane (2006) dan The Wackness (2008), justru berusaha menghadirkan jalan cerita yang cenderung kelam tersebut dengan nada drama komedi yang kental. Secara mengagumkan, Levine mampu mengolah naskah cerita tulisan Reiser menjadi sebuah presentasi dengan nilai komedi cerdas yang sangat menghibur, namun tetap sangat menyentuh ketika menghadirkan momen-momen dramatisnya.













