2012 jelas memberikan kesan manis tersendiri bagi industri film Indonesia. Setelah dimulai dengan langkah yang goyah, film-film Indonesia secara perlahan mulai kembali menemui penonton tetapnya. Jika pada tahun lalu tidak ada satupun film Indonesia yang mampu meraih raihan satu juta penonton, maka tahun ini terdapat tiga film Indonesia yang mencapai prestasi tersebut – plus, tiga film tersebut adalah film yang digarap dengan kualitas yang benar-benar memuaskan. Mungkin secara perlahan penonton film Indonesia telah tahu film mana yang layak diberikan apresiasi dan yang mana harusnya dilupakan dan ditinggalkan begitu saja.
Posts Tagged ‘Ambilkan Bulan’
A Year in Review: Best Indonesian Movies of 2012
Posted: January 6, 2013 in Movies, Personal, Review, Top 10Tags: Ambilkan Bulan, Asian Cinema, Habibie & Ainun, Hello Goodbye, Indonesian Cinema, Jakarta Hati, Kita Versus Korupsi, Lovely Man, Mata Tertutup, Movies, Negeri 5 Menara, Personal, Rayya Cahaya di Atas Cahaya, Review, Test Pack: You're My Baby, Top 10
Review: Ambilkan Bulan (2012)
Posted: July 1, 2012 in Movies, ReviewTags: Adrian Simon, Agus Kuncoro, Ambilkan Bulan, Arthur Boyer, Asian Cinema, Astri Nurdin, Berlianda Adelianan Naafi, Bramantyo Suryo Kusumo, Dedek Witranto, Djarot Budi Darsono, Harbani Setyowati Wibowo, Harsh Bhardhan, Hemas Nata Negari, Ifa Isfansyah, Indonesian Cinema, Jhosua Ivan Kurniawan, Laetitia Boyer, Lana Nitibaskara, Landung Simatupang, Manu, Marwoto, Movies, Mudiono, Phoebe Venetia Saputra, Review, Rima Kusuma, Sheila On 7, Sinta Novasari, Stephani Wiharto Boyer, Suharno, Supana, Tenten Tanaka, Titi Dibyo, Topik Tardjo, Wahyu Widayati, Wyan Sonata, Yuristian Adi, Yuya Mulyasih
Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Jujur Prananto – yang juga bertanggungjawab atas penulisan naskah cerita film komedi Sule, Ay Need You yang dirilis beberapa waktu yang lalu – Ambilkan Bulan berkisah mengenai seorang gadis cilik berusia 10 tahun, Amelia (Lana Nitibaskara), yang merasa hidupnya selalu dirundung rasa kesepian semenjak wafatnya sang ayah (Agus Kuncoro). Rasa kesepian tersebut semakin diperparah dengan kesibukan sang ibu, Ratna (Astri Nurdin), yang sepertinya selalu memberikan jarak diantara hubungan keduanya. Tidak heran, ketika mendengar bahwa paman dan bibinya (Manu dan Harbani Setyowati Wibowo) yang berasal dari sebuah desa di Solo akan berkunjung ke Jakarta, Amelia merasa senang yang begitu luar biasa.












