Sukses dengan Surat Kecil untuk Tuhan (2011) yang dimasa rilisnya berhasil menjadi salah satu film dengan jumlah raihan penonton terbesar di sepanjang tahun tersebut, sutradara Harris Nizam kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk mengarahkan sebuah film yang berjudul Hasduk Berpola. Berbeda dengan film drama remaja yang menjadi debut penyutradaraan layar lebarnya tersebut, Hasduk Berpola mencoba untuk menyinggung tentang sikap nasionalisme dan patriotisme di kalangan masyarakat Indonesia saat ini dengan balutan sebuah kisah drama keluarga. Hasduk Berpola sebenarnya memiliki potensi yang kuat untuk menjadi sebuah drama keluarga yang kuat. Sayangnya, eksplorasi yang (sedikit terlalu) berlebihan pada tema nasionalisme/patriotisme di beberapa bagian cerita membuat Hasduk Berpola terlihat berusaha terlalu keras sehingga gagal untuk tampil wajar dan efektif dalam menyampaikan kisahnya.
Posts Tagged ‘Alisia Rininta’
Review: Hasduk Berpola (2013)
Posted: March 26, 2013 in Movies, ReviewTags: Alisia Rininta, Asian Cinema, Bangkit Prasetyo, Calvin Jeremy, Fay Nabila, Hadi Subiyanto, Harris Nizam, Hasduk Berpola, Heri Savalas, Idris Sadri, Iga Mawarni, Indonesian Cinema, Meitha Thamrin, Movies, Niniek L Karim, Petra Sihombing, Ranty Purnamasari, Review, Sony Gunawan
Review: Radio Galau FM (2012)
Posted: September 17, 2012 in Movies, ReviewTags: Alisia Rininta, Asian Cinema, Boy William, Delly Malik Muharyoso, Dimas Anggara, Franda, Indonesian Cinema, Indri Giana, Iqbal Rais, Joehana Sutisna, Jordi Onsu, Movies, Natasha Rizki, Radio Galau FM, Ramon Y Tungka, Review, Tiara Sumiarto
Karena satu dan lain hal, sebuah film yang berjudul Radio Galau FM sama sekali tidak berkisah maupun menyinggung mengenai kehidupan di dunia radio. Satu-satunya hal yang berkaitan dengan radio di film ini adalah ketika karakter utamanya mendengarkan sebuah program radio yang penyiarnya berusaha untuk mengumpulkan para pendengarnya yang sedang mengalami kegalauan hati. Radio Galau FM justru merupakan sebuah drama komedi romantis yang berorientasi pada kehidupan percintaan di usia remaja yang dialami para karakternya. Menjadi remaja – suatu periode ketika manusia sedang berusaha mencari jati dirinya – memang bukanlah sebuah proses yang mudah untuk dijalani. But seriously… apakah romansa di kalangan remaja modern memang semengerikan apa yang digambarkan di dalam film ini?













