Untuk membuat sebuah film pendek yang efektif serta mampu memaparkan seluruh ide yang dimiliki oleh para pembuatnya secara tepat dan padat dalam waktu yang ringkas jelas memiliki sebuah tingkat kesulitan tersendiri. Film-film omnibus Indonesia yang banyak dirilis pada tahun lalu – dan seringkali dijadikan ajang perkenalan talenta-talenta baru pembuat film Indonesia – sayangnya justru membuktikan kelemahan tersebut: banyak diantara pembuat film pendek tersebut terlalu menggebu-gebu dalam menghasilkan film pendek mereka sehingga akhirnya justru menghantarkan sebuah film yang terasa terlalu banyak mengandung ‘apa yang diinginkan oleh sang pembuat film’ daripada tentang ‘apa yang sebenarnya bisa dihantarkan oleh sang pembuat film.’ Megah dari segi konsep namun sangat lemah dari sisi eksekusi akhirnya.
Posts Tagged ‘Aline Adita’
Review: 3Sum (2013)
Posted: February 5, 2013 in Movies, ReviewTags: 3Sum, Aline Adita, Andri Cung, Asian Cinema, Dimas Argoebie, Gesatta Stella, Hannah Al Rashid, Indonesian Cinema, Joko Anwar, Movies, Natalius Chendana, Review, William Chandra, Winky Wiryawan, Witra Asliga
Review: (Masih) Bukan Cinta Biasa (2011)
Posted: September 16, 2011 in Movies, ReviewTags: (Masih) Bukan Cinta Biasa, Aline Adita, Asian Cinema, Axel Andaviar, Benni Setiawan, Budi Arab, Budi Dalton, Esa Sigit, Ferdy Taher, Gunawan, Indonesian Cinema, Joehana Sutisna, Movies, Mucle, Olivia Lubis Jensen, Review, Tike Priyatnakusumah, Wulan Guritno
Seorang pria remaja bernama Vino (Axel Andaviar) suatu hari datang ke hadapan Tommy (Ferdy Taher), seorang mantan vokalis grup musik rock papan atas di Indonesia, The Boxis, dan kemudian mengaku bahwa dirinya adalah anak kandung dari Tommy. Terdengar seperti jalan cerita dari sebuah film Indonesia yang pernah dirilis sebelumnya? Memang, (Masih) Bukan Cinta Biasa adalah sekuel dari film drama, Bukan Cinta Biasa, yang secara mengejutkan cukup mampu tampil menghibur penontonnya ketika dirilis pada tahun 2009 lalu. Masih menghadirkan jajaran pemeran yang sama, dengan naskah dan arahan yang masih datang dari Benni Setiawan, (Masih) Bukan Cinta Biasa dapat dipandang sebagai versi kisah alternatif dari film pendahulunya. Tergarap dengan cukup baik pada kebanyakan bagian, (Masih) Bukan Cinta Biasa tetap saja kekurangan banyak faktor esensi pembeda yang dapat memberikan penjelasan mengenai eksistensi dari perilisan film ini. Kecuali faktor keuntungan komersial, tentu saja.
Review: Aku atau Dia? (2010)
Posted: November 7, 2010 in Movies, ReviewTags: Affandi Abdul Rachman, Aku atau Dia?, Alex Abbad, Aline Adita, Ananda Omesh, Asian Cinema, Edo Borne, Fedi Nuril, Indonesian Cinema, Julie Estelle, Lenna Tan, Lukman Sardi, Movies, Review, Ringgo Agus Rahman, Rizky Hanggono, Shara Aryo, Sophie Navita, TJ, Verdi Solaeman, Yama Carlos
Walau tidak dapat dikatakan sebagai sebuah kesuksesan besar jika dilihat dari sisi komersial, film drama komedi yang menjadi debut penyutradaraan Affandi Abdul Rachman, Heart-Break.Com (2009), dapat dikatakan berhasil menarik perhatian banyak penikmat film Indonesia. Walau memiliki jalan cerita yang sederhana, sang sutradara dinilai mampu menjadikan Heart-Break.Com menjadi sebuah film drama segar yang juga diselingi dengan banyak kandungan komedi pintar yang sepertinya masih sangat jarang disentuh di industri film Indonesia.














