Posts Tagged ‘Alan Tudyk’

frozen-header

Berbeda dengan Pixar Animation Studios yang belakangan terlihat mengalami sedikit kesulitan dalam menghadapi para kompetitornya – semaniak apapun Anda terhadap rumah produksi film animasi ini, Anda harus mengakui bahwa tak satupun karya mereka semenjak Toy Story 3 (2010) mampu meraih kredibilitas kualitas yang sekuat film-film pendahulunya – Walt Disney Animation Studios justru berhasil bangkit setelah bertahun-tahun dinilai semakin tidak relevan dengan dunia modern. Dimulai dengan Tangled (2010) dan diikuti Wreck-It Ralph (2012), rumah produksi bermaskot Mickey Mouse tersebut secara perlahan meraih kembali masa-masa kejayaan film-film animasi mereka terdahulu. Di tahun 2013, Walt Disney Animation Studios merilis Frozen, yang sekaligus menjadi film animasi ke-53 yang mereka produksi. Layaknya Tangled, Frozen diadaptasi dari sebuah kisah klasik dan disajikan dengan penceritaan musikal yang humoris serta hangat yang tentunya akan mengingatkan para penontonnya pada film-film animasi klasik karya Walt Disney Animation Studios.

(more…)

Walt Disney Animation Studios sepertinya telah banyak belajar begitu banyak hal dari kerjasama mereka dengan Pixar Animation Studios. Setelah film-film animasi seperti Tangled (2010) dan The Princess and the Frog (2009), yang masih mempertahankan pola penceritaan tradisional khas Walt Disney namun mulai mendekati tampilan visual khas Pixar, Wreck-It Ralph sepertinya menandai masa dimana Walt Disney mulai mampu menghasilkan film animasi dengan jalan penceritaan yang lebih modern dan imajinatif namun, tentu saja, tetap mempertahankan kehangatan tampilan jalan cerita seperti yang selalu dilakukan film-film produksi Walt Disney sebelumnya. Sebuah paduan kuat yang jelas akan membuat bendera Walt Disney Animation Studios kembali berkibar di tengah panasnya persaingan film-film animasi di Hollywood.

(more…)

Setelah Rio (2011), yang berhasil mendapatkan pujian luas dari kalangan kritikus film dunia sekaligus berhasil memperoleh kesuksesan komersial dengan jumlah pendapatan lebih dari US$400 sepanjang masa rilisnya di seluruh dunia, Blue Sky Studios kini melanjutkan seri keempat dari franchise Ice Age milik mereka. Tidak seperti tiga seri sebelumnya, Ice Age: Continental Drift tidak lagi disutradarai oleh Carlos Saldanha – yang lebih memilih untuk berkonsentrasi pada pembuatan sekuel Rio yang direncanakan rilis tahun 2014 mendatang. Berada di tangan Steve Martino – yang sebelumnya merupakan co-director dari Horton Hears a Who! (2008) – dan Mike Thurmeier – yang merupakan co-director dari Ice Age: Dawn of the Dinosaurs (2009) – Ice Age: Continental Drift masih melanjutkan kisah petualangan trio Manny, Sid dan Diego di zaman es. Terdengar seperti premis film-film di seri Ice Age sebelumnya? Mungkin karena Ice Age: Continental Drift memang tidak menawarkan sebuah sisi penceritaan yang benar-benar baru dalam naskah ceritanya.

(more…)

Sebuah pelajaran Sejarah Dunia singkat: Abraham Lincoln adalah salah seorang Presiden Amerika Serikat yang paling dihormati di negara tersebut. Merupakan presiden keenambelas yang menduduki posisi tersebut pada tahun 1861 hingga 1865, Lincoln mampu membawa negaranya bangkit dari penderitaan panjang yang disebabkan oleh krisis konstitusional negara, militer hingga ekonomi. Lincoln juga merupakan seorang pemimpin Amerika Serikat yang dikenal begitu tangguh dalam memperjuangkan hak-hak persamaan antara warga kulit hitam dan kulit putih, menghapus sistem perbudakan sekaligus memulai gerakan modernisasi ekonomi dan keuangan negara tersebut. Begitu berkharismanya kepemimpinan Lincoln, ia seringkali ditempatkan sebagai presiden paling berpengaruh diantara seluruh Presiden Amerika Serikat yang pernah menjabat hingga saat ini.

(more…)

Bayangkan jika orang yang paling Anda sayangi menjadi korban dalam sebuah tragedi berdarah. Bayangkan jika setelah mengetahui bahwa orang yang Anda sayangi menjadi korban dalam sebuah tragedi berdarah, pihak kepolisian datang ke rumah Anda dan menyatakan bahwa orang yang paling Anda sayangi tersebut diduga kuat menjadi dalang terjadinya tragedi berdarah tersebut. Setelah Bowling for Columbine (2002) dan Elephant (2003) serta We Need to Talk About Kevin yang akan dirilis akhir tahun ini, sutradara Shawn Ku mencoba untuk membahas mengenai tragedi penembakan yang terjadi di sekolah dalam karya fiktif yang naskah ceritanya ia tulis bersama Michael Armbruster, Beautiful Boy.

(more…)

Adalah sebuah pengetahuan umum bagi setiap pecinta film di dunia bahwa Michael Bay adalah seorang sutradara yang sangat handal ketika ia menghantarkan sebuah film yang disertai dengan begitu banyak adegan ledakan yang memerlukan tingkat pengarahan special effect yang tinggi. Namun, merupakan rahasia umum pula bahwa dalam setiap film-film yang diarahkan oleh Bay, tidak seorangpun seharusnya mengharapkan adanya pengembangan karakter yang jelas, kontinuitas jalan cerita yang terjaga maupun aliran emosi yang akan mampu membuat penonton peduli dengan apa yang terjadi pada setiap karakter di film yang mereka tonton. Transformers: Dark of the Moon sepertinya menjadi sebuah pembuktian kembali atas kenyataan tersebut.

(more…)