Walt Disney Animation Studios sepertinya telah banyak belajar begitu banyak hal dari kerjasama mereka dengan Pixar Animation Studios. Setelah film-film animasi seperti Tangled (2010) dan The Princess and the Frog (2009), yang masih mempertahankan pola penceritaan tradisional khas Walt Disney namun mulai mendekati tampilan visual khas Pixar, Wreck-It Ralph sepertinya menandai masa dimana Walt Disney mulai mampu menghasilkan film animasi dengan jalan penceritaan yang lebih modern dan imajinatif namun, tentu saja, tetap mempertahankan kehangatan tampilan jalan cerita seperti yang selalu dilakukan film-film produksi Walt Disney sebelumnya. Sebuah paduan kuat yang jelas akan membuat bendera Walt Disney Animation Studios kembali berkibar di tengah panasnya persaingan film-film animasi di Hollywood.
Posts Tagged ‘Alan Tudyk’
Review: Wreck-It Ralph (2012)
Posted: November 12, 2012 in Movies, ReviewTags: Adam Carolla, Alan Tudyk, Brandon Scott, Brian Kesinger, Cymbre Walk, Dennis Haysbert, Ed O'Neill, Edie McClurg, Gerald C. Rivers, Horatio Sanz, Jack McBrayer, Jamie Elman, Jamie Sparer Roberts, Jane Lynch, Jess Harnell, Joe Lo Truglio, John C. Reilly, John DiMaggio, Josie Trinidad, Katie Lowes, Kevin Deters, Kyle Hebert, Martin Jarvis, Maurice LaMarche, Mindy Kaling, Movies, Phil Johnston, Rachael Harris, Raymond Persi, Reuben Langdon, Review, Rich Moore, Roger Craig Smith, Sarah Silverman, Skylar Astin, Stefanie Scott, Tim Mertens, Wreck-It Ralph
Review: Ice Age: Continental Drift (2012)
Posted: July 14, 2012 in Movies, ReviewTags: Alain Chabat, Alan Tudyk, Ally Romano, Aziz Ansari, Ben Gleib, Chris Wedge, Christopher Campbell, Denis Leary, Drake, Eddie "Piolín" Sotelo, Ester Dean, George Jacobs, Heather Morris, Ice Age 4: Continental Drift, Ice Age: Continental Drift, Jason Fricchione, Jennifer Lopez, John Leguizamo, Josh Gad, Josh Peck, Joy Behar, Karen Disher, Keke Palmer, Kunal Nayyar, Mike Thurmeier, Movies, Nick Frost, Nicki Minaj, Patrick Stewart, Peter Dinklage, Queen Latifah, Ray Romano, Rebel Wilson, Review, Seann William Scott, Simon Pegg, Steve Martino, Wanda Sykes
Setelah Rio (2011), yang berhasil mendapatkan pujian luas dari kalangan kritikus film dunia sekaligus berhasil memperoleh kesuksesan komersial dengan jumlah pendapatan lebih dari US$400 sepanjang masa rilisnya di seluruh dunia, Blue Sky Studios kini melanjutkan seri keempat dari franchise Ice Age milik mereka. Tidak seperti tiga seri sebelumnya, Ice Age: Continental Drift tidak lagi disutradarai oleh Carlos Saldanha – yang lebih memilih untuk berkonsentrasi pada pembuatan sekuel Rio yang direncanakan rilis tahun 2014 mendatang. Berada di tangan Steve Martino – yang sebelumnya merupakan co-director dari Horton Hears a Who! (2008) – dan Mike Thurmeier – yang merupakan co-director dari Ice Age: Dawn of the Dinosaurs (2009) – Ice Age: Continental Drift masih melanjutkan kisah petualangan trio Manny, Sid dan Diego di zaman es. Terdengar seperti premis film-film di seri Ice Age sebelumnya? Mungkin karena Ice Age: Continental Drift memang tidak menawarkan sebuah sisi penceritaan yang benar-benar baru dalam naskah ceritanya.
Review: Abraham Lincoln: Vampire Hunter (2012)
Posted: June 21, 2012 in Movies, ReviewTags: Abraham Lincoln: Vampire Hunter, Alan Tudyk, Anthony Mackie, Benjamin Walker, Cameron M. Brown, Curtis Harris, Dominic Cooper, Erin Wasson, Frank Brennan, Jimmi Simpson, John Rothman, Joseph Mawle, Lux Haney-Jardine, Marton Csokas, Mary Elizabeth Winstead, Movies, Review, Robin McLeavy, Rufus Sewell, Timur Bekmambetov
Sebuah pelajaran Sejarah Dunia singkat: Abraham Lincoln adalah salah seorang Presiden Amerika Serikat yang paling dihormati di negara tersebut. Merupakan presiden keenambelas yang menduduki posisi tersebut pada tahun 1861 hingga 1865, Lincoln mampu membawa negaranya bangkit dari penderitaan panjang yang disebabkan oleh krisis konstitusional negara, militer hingga ekonomi. Lincoln juga merupakan seorang pemimpin Amerika Serikat yang dikenal begitu tangguh dalam memperjuangkan hak-hak persamaan antara warga kulit hitam dan kulit putih, menghapus sistem perbudakan sekaligus memulai gerakan modernisasi ekonomi dan keuangan negara tersebut. Begitu berkharismanya kepemimpinan Lincoln, ia seringkali ditempatkan sebagai presiden paling berpengaruh diantara seluruh Presiden Amerika Serikat yang pernah menjabat hingga saat ini.
Review: Beautiful Boy (2010)
Posted: August 10, 2011 in Movies, ReviewTags: Alan Tudyk, Austin Nichols, Beautiful Boy, Kyle Gallner, Maria Bello, Meat Loaf Aday, Michael Sheen, Moon Bloodgood, Movies, Review, Shawn Ku
Bayangkan jika orang yang paling Anda sayangi menjadi korban dalam sebuah tragedi berdarah. Bayangkan jika setelah mengetahui bahwa orang yang Anda sayangi menjadi korban dalam sebuah tragedi berdarah, pihak kepolisian datang ke rumah Anda dan menyatakan bahwa orang yang paling Anda sayangi tersebut diduga kuat menjadi dalang terjadinya tragedi berdarah tersebut. Setelah Bowling for Columbine (2002) dan Elephant (2003) serta We Need to Talk About Kevin yang akan dirilis akhir tahun ini, sutradara Shawn Ku mencoba untuk membahas mengenai tragedi penembakan yang terjadi di sekolah dalam karya fiktif yang naskah ceritanya ia tulis bersama Michael Armbruster, Beautiful Boy.
Review: Transformers: Dark of the Moon (2011)
Posted: August 6, 2011 in Movies, ReviewTags: Alan Tudyk, Bill O'Reilly, Buzz Aldrin, Charlie Adler, Elya Baskin, Frances McDormand, Francesco Quinn, Frank Welker, George Coe, Glenn Morshower, Greg Berg, Hugo Weaving, James Remar, Jess Harnell, John DiMaggio, John Malkovich, John Turturro, Josh Duhamel, Julie White, Keith Szarabajka, Ken Jeong, Kevin Dunn, Leonard Nimoy, Lester Speight, Michael Bay, Movies, Patrick Dempsey, Peter Cullen, Reno Wilson, Review, Robert Foxworth, Ron Bottitta, Rosie Huntington-Whiteley, Shia LaBeouf, Tom Kenny, Transformers: Dark of the Moon, Tyrese Gibson
Adalah sebuah pengetahuan umum bagi setiap pecinta film di dunia bahwa Michael Bay adalah seorang sutradara yang sangat handal ketika ia menghantarkan sebuah film yang disertai dengan begitu banyak adegan ledakan yang memerlukan tingkat pengarahan special effect yang tinggi. Namun, merupakan rahasia umum pula bahwa dalam setiap film-film yang diarahkan oleh Bay, tidak seorangpun seharusnya mengharapkan adanya pengembangan karakter yang jelas, kontinuitas jalan cerita yang terjaga maupun aliran emosi yang akan mampu membuat penonton peduli dengan apa yang terjadi pada setiap karakter di film yang mereka tonton. Transformers: Dark of the Moon sepertinya menjadi sebuah pembuktian kembali atas kenyataan tersebut.
















