Posts Tagged ‘Adrien Brody’

Walaupun memiliki premis film yang bercerita mengenai seorang guru yang harus mengajar di sebuah sekolah dimana kebanyakan muridnya merupakan kumpulan remaja yang bermasalah, Detachment bukanlah Dangerous Minds (1996). Jika Dangerous Minds memfokuskan kisahnya pada satu karakter guru yang berusaha untuk membawa para muridnya ke jalan (baca: pilihan) hidup yang lebih baik, maka Detachment memilih untuk melihat secara lebih dekat bagaimana sebenarnya kehidupan pribadi para guru ketika harus dihadapkan kepada berbagai permasalahan yang harus mereka hadapi saat orang-orang yang mereka ajarkan kebanyakan tidak mempedulikan dan bahkan sering merendahkan mereka. Sebuah potret kelam yang depresif dan seringkali sukar untuk diikuti.

(more…)

Akan sangat mudah untuk jatuh cinta kepada Midnight in Paris – sebuah film yang menandai kali pertama perjalanan sinema seorang Woody Allen di kota romantis tersebut. Semenjak pertama film ini dimulai, yang ditandai dengan sebuah adegan pembuka sepanjang tiga menit yang berisi banyak pemandangan indah kota Paris yang diiringi dengan musik jazz yang sangat menghipnotis, penonton telah dapat merasakan bahwa Midnight in Paris akan menjadi sebuah persembahan cinta Allen kepada kota terbesar di negara Perancis tersebut. Namun, Midnight in Paris tidak hanya melulu berkisah seputar kesuksesan Allen dalam menangkap esensi keindahan kota tersebut. Allen – yang dalam beberapa film terakhirnya gagal mempersembahkan sebuah presentasi cerita yang segar kepada para penggemarnya – kali ini berhasil memberikan jalan cerita yang begitu ringan namun begitu imaginatif serta, layaknya kota Paris, begitu indah dan romantis untuk disimak.

(more…)

Hollywood sepertinya semakin memahami bahwa mereka tidak membutuhkan sebuah naskah cerita yang memerlukan deretan latar belakang luas untuk menghasilkan sebuah film yang menarik. Yang mereka butuhkan hanyalah seorang (atau beberapa) aktor yang dapat tampil menarik dan memikat perhatian para penontonnya di sepanjang penceritaan film tersebut. Seirama dengan Frozen, Buried dan 127 Hours yang dirilis tahun lalu, Wrecked menempatkan aktor utamanya, Adrien Brody, sebagai pusat perhatian satu-satunya di dalam sebuah film yang juga menggunakan latar belakang kisah dan lokasi yang begitu terbatas. Jelas merupakan sebuah kesempatan besar bagi Brody untuk menunjukkan kapasitas dramanya setelah rangkaian pilihan peran pasca kemenangan Academy Award-nya yang cenderung selalu berakhir mengecewakan.

(more…)

Sejujurnya, adalah sangat mengenaskan untuk melihat dua aktor pemenang Academy Awards, Adrien Brody dan Forest Whitaker, beradu akting untuk pertama kalinya lewat film yang ternyata berakhir sebagai sebuah film yang berjalan sedatar The Experiment ini. Disutradarai oleh Paul Scheuring – seorang sutradara yang seharusnya mampu mengolah cerita yang berlatarbelakang kehidupan di balik penjara dengan pengalamannya bekerja di balik kesuksesan serial televisi, Prison BreakThe Experiment sebenarnya memiliki premis yang cukup menggoda, namun ternyata gagal dalam eksekusinya.

(more…)

Meet Dren! Sebuah hasil karya paling mutakhir manusia yang didapatkan dari hasil perpaduan beberapa sel genetik hewan dengan sel genetik manusia. Kontroversial? Melanggar kodrat manusia? Memang. Dua ilmuwan muda yang melakukan percobaan ini sendiri, Clive Nicoli (Adrien Brody) dan Elsa Kast (Sarah Polley),  juga menghadapi banyak tentangan ketika mereka mengajukan ide penggunaan sel genetik manusia. Namun, atas dasar keinginan memperbaiki sel-sel buruk tubuh yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya bagi manusia, Clive dan Elsa secara sembunyi-sembunyi melakukan percobaan mereka.

(more…)

Sebenarnya, tidak tepat juga untuk meletakkan Splice di kolom First Look, karena film ini sebenarnya telah selesai produksi dua tahun lalu, bahkan sempat beredar di beberapa festival film dunia sepanjang tahun 2009 lalu. Namun, karena masih belum mendapatkan distributor yang tepat, Splice masih belum dapat dinikmati oleh para penggemar film dunia hingga sekarang. (more…)