Posts Tagged ‘Adam Sevani’

Apakah sebuah tarian dapat mengubah cara pandang dunia terhadap satu permasalahan? Well… jika Anda hidup di dalam jalan cerita film yang merupakan instalasi keempat dari franchise Step Up yang diberi judul Step Up Revolution… sepertinya tidak ada hal yang tidak mungkin dilakukan. Disutradarai oleh Scott Speer yang menggantikan posisi John M. Chu yang kali ini hanya bertugas sebagai seorang produser, Step Up Revolution sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru dalam jalan ceritanya. Sebuah hal yang sangat mudah ditebak, mengingat Step Up merupakan sebuah franchise yang sepertinya hanya berfokus untuk menghadirkan deretan adegan koreografi tari mengagumkan dalam jalan ceritanya daripada memikat penonton dengan jalan cerita, dialog maupun penampilan akting yang kuat. Namun… apakah kekuatan tersebut masih dapat diandalkan dalam seri keempat kali ini?

(more…)

LOL is a mess. Padahal, jika saja mampu dieksekusi dengan baik, naskah cerita LOL yang mengisahkan mengenai rumitnya hubungan antara seorang ibu dengan puteri remajanya yang sedang beranjak dewasa dan berhadapan dengan urusan persahabatan, cinta, seks, hingga obat-obatan terlarang dapat saja menjadi sebuah film remaja yang cerdas sekaligus tajam. Merupakan sebuah remake dari film Perancis berjudul LOL (Laughing Out Loud) yang diarahkan oleh Lisa Azuelos, LOL terkesan seperti kehilangan seluruh esensi penting dari dalam jalan ceritanya dan kemudian berubah menjadi rangkaian melodrama hubungan orangtua dengan anaknya yang klise dan jauh dari kesan menarik.

(more…)

Hollywood seharusnya lebih sering memanfaatkan teknologi 3D (3D sebenarnya, bukan konversi) untuk hal-hal seperti yang mereka lakukan pada Step Up 3D: untuk memberikan efek bersenang-senang kepada para penontonnya. Disutradarai oleh Jon Chu, yang juga menjadi sutradara Step Up 2: The Streets (2008), Step Up 3D memang tidak menawarkan sesuatu peningkatan yang berarti jika dilihat dari sisi kualitas akting atau jalan cerita – pada beberapa titik bahkan dapat dikatakan naskah cerita film ini lebih buruk daripada pendahulunya. Namun apa yang ditampilkan film ini lewat susunan koreografi yang sangat memukau dan memanfaatkan teknologi 3D dengan sangat baik, dipastikan akan membuat siapa saja akan dapat menikmati film ini.

(more…)