Posts Tagged ‘Abbie Cornish’

RoboCop (Metro-Goldwyn-Mayer Pictures/Columbia Pictures/Strike Entertainment, 2014)

RoboCop (Metro-Goldwyn-Mayer Pictures/Columbia Pictures/Strike Entertainment, 2014)

Ketika dirilis pada tahun 1987, RoboCop yang disutradarai oleh Paul Verhoeven tidak hanya mampu mencuri perhatian para penikmat film dunia karena keberhasilan Verhoeven mewujudkan imajinasinya mengenai kehidupan di masa yang akan datang. Lebih dari itu, sama seperti film-film arahan Verhoeven lainnya, RoboCop hadir dengan deretan adegan bernuansa kekerasan yang kental namun mampu diselimuti dengan naskah cerita yang begitu cerdas dalam memberikan satir tajam mengenai kehidupan sosial masyarakat dunia di saat tersebut. Keunikan itulah yang kemudian berhasil membawa RoboCop meraih kesuksesan baik secara kritikal – dimana RoboCop berhasil meraih dua nominasi di kategori Best Film Editing dan Best Sound Mixing serta memenangkan penghargaan khusus di kategori Best Sound Effects Editing pada ajang The 60th Annual Academy Awards – maupun komersial serta dilanjutkan dengan dua seri film lanjutan (1990, 1993), serial televisi, dua serial televisi animasi, miniseri televisi, permainan video dan sejumlah adaptasi komik.

(more…)

Lewat apa yang berhasil ia tampilkan dalam Dawn of the Dead (2004), 300 (2007) dan Watchmen (2009), Zack Snyder adalah seorang sutradara Hollywood  yang mampu menunjukkan bahwa ia adalah seorang ahli visual yang sangat handal. Dengan kehandalannya tersebut, ia mampu membuat film-film bertemakan kisah zombie tampil kembali menyenangkan. Ia juga berhasil membuat adegan peperangan nan sadis dan berdarah tampil begitu indah dan memikat. Dan di luar dugaan ia bahkan mampu menerjemahkan karya kompleks mengenai kehidupan superhero dari seorang Alan Moore menjadi sebuah tontonan yang sangat mempesona. Benar, Snyder mampu menata tampilan film-filmnya dengan begitu memikat sehingga kadang berhasil menutupi kelemahan dari naskah cerita yang ditampilkan filmnya.

(more…)

Setelah Interview with the Assasin (2002), The llusionist (2006) dan The Lucky Ones (2008), Limitless menandai kali pertama sutradara Neil Burger menyutradarai sebuah film yang naskah ceritanya sama sekali tidak melibatkan Burger dalam proses penulisan. Mungkin faktor tersebut yang menyebabkan Limitless beberapa kali terlihat kurang mampu mengembangkan beberapa sudut ceritanya dengan baik. Pun begitu, sebagai sebuah film drama thriller, Burger mampu mengemas Limitless dengan ritme penceritaan yang cukup cepat yang kemudian membuat film ini dapat dengan mudah tampil menghibur para penontonnya.

(more…)

Bagi para mereka penggemar karya-karya kesusasteraan Inggris, nama John Keats mungkin bukanlah sebuah nama yang akan terdengar asing. Keats terkenal sebagai seorang penyair yang banyak menuliskan puisi-puisinya dengan nada yang romantis. Tragisnya, kehidupan percintaan Keats sendiri tidak seindah dengan apa yang ia gambarkan. Keats gagal menikah dengan wanita yang sangat ia cintai karena ia meninggal dunia di usia yang sangat muda.

(more…)