Setelah The Beaver (2011) yang cerdas namun sayangnya tersingkirkan oleh permasalahan personal Mel Gibson yang lebih banyak menghiasi media massa, Gibson kembali lagi membintangi sebuah film yang… kemungkinan besar telah banyak diharapkan akan datang dari seseorang yang kini lebih terkenal dengan imej buruk dan permasalahannya daripada sebagai salah seorang aktor dengan talenta akting terbaik yang pernah dimiliki oleh Hollywood. Get the Gringo adalah sebuah karya penyutradaraan perdana dari Adrian Grunberg dengan naskah cerita yang juga ia tulis bersama dengan Gibson dan Stacy Perskie. Walau atmosfer yang dibawakan Get the Gringo akan mengingatkan Anda pada film-film aksi bernuansa komedi yang banyak dibintangi Gibson sebelumnya, namun tetap saja, jalan cerita dan penggarapan yang lemah akan membuat Get the Gringo sama sekali tidak mampu memberikan kesan yang kuat bagi penontonnya.
Posts Tagged ‘Aaron Cohen’
Review: Get the Gringo (2012)
Posted: June 17, 2012 in Movies, ReviewTags: Aaron Cohen, Adrian Grunberg, Bob Gunton, Daniel Giménez Cacho, Dean Norris, Denise Gossett, Dolores Heredia, Get the Gringo, How I Spent My Summer Vacation, Kevin Hernandez, Mel Gibson, Movies, Patrick Bauchau, Peter Gerety, Peter Stormare, Review, Roberto Sosa, Scott Cohen, Stephanie Lemelin, Tenoch Huerta, Tom Schanley
Review: Haywire (2012)
Posted: February 12, 2012 in Movies, ReviewTags: Aaron Cohen, Anthony Brandon Wong, Antonio Banderas, Bill Paxton, Channing Tatum, Eddie J. Fernandez, Ewan McGregor, Fergal O'Halloran, Gina Carano, Haywire, Mathieu Kassovitz, Maximino Arciniega, Michael Angarano, Michael Douglas, Michael Fassbender, Movies, Natascha Berg, Review, Steven Soderbergh, Tim Connolly
Adalah sangat mudah untuk membayangkan Haywire jatuh ke tangan seorang sutradara yang ahli dalam menangani film-film aksi untuk kemudian dieksekusi sebagai sebuah film yang menempatkan sang karakter wanita utama berjuang menuntut keadilan dan mencari kebenaran mengenai sebuah masalah dengan melalui berbagai perjuangan yang mengharuskannya untuk menghadapi sekelompok pria bersenjata dan pertarungan yang diwarnai dengan pertumpahan darah. Namun, Anda tentu tidak akan mengharapkan hal yang sama akan terjadi bila plot cerita tersebut jatuh ke tangan seorang sutradara yang sebelumnya pernah mengeksekusi jalan cerita mengenai pembasmian sebuah virus mematikan menjadi semacam sebuah video essay saintifik yang mungkin hanya dapat dicerna dengan mudah oleh mereka yang berkecimpung dalam dunia kesehatan bukan?













