Hoodwinked Too! Hood vs. Evil (Kanbar Entertainment/Kanbar Animation/Arc Productions, 2011)

Hoodwinked Too! Hood vs. Evil (Kanbar Entertainment/Kanbar Animation/Arc Productions, 2011)

Ada dua alasan mengapa Anne Hathaway memilih untuk meninggalkan peran untuk mengisisuarakan karakter utama, Red Puckett, dalam sekuel film animasi Hoodwinked! (2006). Alasan pertama jelas karena nama Hathaway yang telah demikian melambung semenjak ia mengisisuarakan film animasi berkualitas medioker ini – dan Hathaway tentu kini lebih memilih untuk terlibat dalam film animasi yang lebih berkelas seperti Rio (2011). Alasan kedua… wellHoodwinked! memiliki kualitas yang medioker, mulai dari kualitas presentasi visual maupun pengolahan naskah ceritanya. Kualitas tersebut juga masih begitu terasa pada Hoodwinked Too! Hood vs. Evil. Meskipun telah didorong dengan perbaikan tingkat kualitas pada sisi visualnya, namun naskah cerita Hoodwinked Too! Hood vs. Evil tetap gagal untuk menjadikan film animasi ini mampu memiliki eleman kuat untuk menarik perhatian para penontonnya.

Read the rest of this entry »

Petualangan Singa Pemberani Dinoterra (Batavia Pictures/Pop Up 3D Production, 2014)

Petualangan Singa Pemberani Dinoterra (Batavia Pictures/Pop Up 3D Production, 2014)

Dirilis pertama kali untuk konsumsi layar lebar pada tahun 2012, seri Petualangan Singa Pemberani memulai perjalanannya dengan cukup sulit: perpaduan antara tampilan visual yang masih belum siap untuk disajikan di layar yang lebih besar serta jalinan kisah yang cukup dangkal membuat film animasi yang produksinya diprakarsai oleh perusahaan es krim Wall’s tersebut dilirik setengah mata oleh para penikmat film Indonesia. Beruntung, para pembuat seri film ini segera menyadari berbagai kelemahan yang terdapat pada karya perdana mereka dan memberikan peningkatan yang cukup signifikan baik dari sisi visual maupun penceritaan bagi Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani 2 yang dirilis setahun kemudian. Kini Paddle Pop dan teman-temannya kembali lagi dalam sekuel kedua yang berjudul Petualangan Singa Pemberani Dinoterra. Mampukah seri ini mengulang kesuksesan kualitas seri kedua atau malah menandinginya?

Read the rest of this entry »

Oo Nina Bobo (Rapi Films, 2014)

Oo Nina Bobo (Rapi Films, 2014)

Dengan naskah yang juga ditulis oleh Jose Poernomo, Oo Nina Bobo berkisah mengenai Karina (Revalina S. Temat) yang sedang berusaha untuk menyelesaikan program pendidikan pascasarjana-nya di bidang Psikologi. Untuk menyelesaikan tesis akhirnya, Karina mencoba untuk membuktikan sebuah teori bahwa seseorang yang menderita trauma akan mengalami proses penyembuhan yang lebih cepat jika langsung dihadapkan dengan hal yang membuatnya trauma. Karina lantas menemukan sebuah obyek penelitian yang tepat dalam diri Ryan (Firman Ferdiansyah), seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang menjadi satu-satunya korban selamat dalam sebuah tragedi yang menewaskan ayah (Agung Maulana), ibu (Mega Carefansa) dan adiknya, Lala (Zaskia Riyanti Maizuri), di rumah mereka lima tahun lalu. Atas izin para dosennya, Karina lantas mambawa kembali Ryan untuk tinggal di rumahnya selama dua minggu dan mengawasi bagaimana reaksi Ryan terhadap lingkungan yang amat ditakutinya tersebut.

Read the rest of this entry »

Divergent (Summit Entertainment/Red Wagon Entertainment, 2014)

Divergent (Summit Entertainment/Red Wagon Entertainment, 2014)

Hollywood’s search for the next great young adult adaptation continues with Divergent. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Veronica Roth, Divergent sekilas terasa seperti sebuah kolaborasi warna penceritaan dari beberapa film hasil adaptasi novel young adult yang sebelumnya telah dirilis: penggambaran mengenai struktur masyarakat yang modern dan sempurna seperti dalam The Host (2013), pengelompokan kondisi masyarakat serta pelatihan dan pengujian fisik seperti yang terdapat dalam The Hunger Games (2012 – 2013), pemilihan kelompok yang dilakukan oleh setiap individu muda seperti dalam dunia Harry Potter (2001 – 2011) hingga kehadiran sosok karakter terpilih layaknya dalam Ender’s Game (2013). Meskipun menawarkan jalinan kisah yang terasa familiar dan tidak lagi baru, Divergent cukup mampu tergarap dengan baik, khususnya dengan pengarahan sutradara Neil Burger (Limitless, 2011) yang mampu menghadirkan penceritaan film ini dengan ritme yang tepat sekaligus mendapatkan dukungan kuat dari penampilan akting para jajaran pengisi departemen aktingnya.

Read the rest of this entry »

The Monuments Men (Columbia Pictures/Fox 2000 Pictures/Smokehouse Pictures/Studio Babelsberg, 2014)

The Monuments Men (Columbia Pictures/Fox 2000 Pictures/Smokehouse Pictures/Studio Babelsberg, 2014)

Setelah berhasil memenangkan Academy Awards untuk Argo (2012) yang ia produseri bersama Ben Affleck dan Grant Heslov, George Clooney kembali bekerjasama dengan Heslov untuk memproduksi The Monuments Men yang sekaligus menjadi film kelima yang diarahkannya. Dengan naskah cerita yang juga ditulis oleh Clooney dan Heslov berdasarkan buku berjudul The Monuments Men: Allied Heroes, Nazi Thieves and the Greatest Treasure Hunt in History karya Robert M. Edsel dan Bret Witter, The Monuments Men bercerita mengenai sebuah kisah nyata bertema kepahlawanan yang mungkin masih belum diketahui oleh banyak orang mengenai usaha penyelamatan berbagai benda seni dan budaya dunia dengan nilai kultural penting sebelum benda-benda tersebut dihancurkan oleh Adolf Hitler pada masa Perang Dunia II. Sebuah tema penceritaan yang jelas sangat menarik untuk dipresentasikan. Sayangnya, tema menarik tersebut gagal untuk mendapatkaan pengembangan yang kuat, baik dari naskah cerita yang ditulis oleh Clooney dan Heslov maupun dari tata pengarahan Clooney sendiri. Hasilnya, meskipun didukung dengan penampilan berkualitas prima dari jajaran pemerannya, The Monuments Men tampil luar biasa datar dan jauh dari kesan menarik dalam penyajiannya.

Read the rest of this entry »

The Expatriate (E-MOTION/Expatriate Films Inc./Informant Media/Smash Media/uFUND/uFILM/Transfilm Intl/Essential Entertainment Media, L.L.C./National Bank of Canada - T.V. & Motion Picture Group/FIDEC Entertainment Investment Limited Partnership/The Tax Shelter of the Federal Government of Belgium/Informant Europe SPRL, 2013)

The Expatriate (RADiUS-TWC, 2013)

Dirilis dengan judul Erased di wilayah Amerika Serikat, film yang diarahkan oleh Philipp Stölzl berdasarkan naskah cerita yang digarap oleh Arash Amel ini berkisah mengenai seorang warga Amerika Serikat bernama Ben Logan (Aaron Eckhart) yang bekerja di sebuah anak perusahaan besar yang memproduksi berbagai produk keamanan di Antwerp, Belgia. Ben tidak tinggal sendirian di negara tersebut. Puteri tunggalnya, Amy (Liana Liberato), baru saja turut pindah untuk tinggal bersamanya sekaligus berusaha memperbaiki kembali hubungan mereka yang mulai meregang semenjak istrinya meninggal dunia. Sebagai seorang ayah, Ben jelas berusaha melakukan apapun untuk dapat membahagiakan puterinya. Meskipun begitu, dengan berbagai kesibukan yang selalu menyita waktunya, hubungan Ben dengan Amy seringkali harus menemui banyak kendala untuk dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Read the rest of this entry »

Freelancers (Grindstone Entertainment Group/Cheetah Vision/Emmett/Furla Films/Paradox Entertainment, Inc./Action Jackson Films/Rick Jackson Films/Envision Entertainment, 2012)

Freelancers (Grindstone Entertainment Group/Cheetah Vision/Emmett/Furla Films/Paradox Entertainment, Inc./Action Jackson Films/Rick Jackson Films/Envision Entertainment, 2012)

Siapa yang bilang kalau uang tidak dapat membeli segalanya? Well… setidaknya uang mampu memberikan Curtis Jackson – atau yang lebih dikenal sebagai seorang penyanyi rap dengan nama panggung 50 Cent – sebuah kesempatan yang cukup luas untuk tampil berakting di banyak film yang ia inginkan. Bersama dengan produser Randall Emmet, Jackson menginvestasikan uangnya dengan mendirikan rumah produksi Cheetah Vision yang hebatnya kemudian berhasil mengumpulkan beberapa investor lain yang mau turut berkontribusi sejumlah total US$200 juta untuk membiayai sepuluh film yang diproduksi rumah produksi tersebut semenjak awal tahun 2011. Hasilnya? Cheetah Vision memproduksi film-film seperti Fire with Fire (2012), The Frozen Ground (2013) dan Empire State (2013) yang berkualitas cukup menyedihkan dan kebanyakan langsung dirilis dalam bentuk home video namun tetap mampu menarik nama-nama aktor popular maupun pemenang penghargaan film untuk membintangi film-film tersebut.

Read the rest of this entry »