Archive for the ‘Movies’ Category

iron-man-3-header

Sowhat’s next for Marvel Studios after the huge success of that little movie called The Avengers (2012)? It’s the return of the Iron Man, apparently. Dan di bagian ketiga penceritaannya – yang masih dibintangi oleh Robert Downey, Jr., Gwyneth Paltrow dan Don Cheadle namun kini disutradarai oleh Shane Black (Kiss Kiss Bang Bang, 2005) yang menggantikan posisi Jon Favreau, Iron Man terkesan menyerap secara seksama pola penceritaan yang diterapkan Joss Whedon dalam The Avengers yakni dengan memasukkan lebih banyak unsur komedi ke dalam jalan penceritaannya. Hasilnya mungkin akan menghasilkan pendapat yang beragam dari banyak penggemar franchise ini. But then again… jelas sama sekali tidak ada salahnya untuk mengambil rute penceritaan yang berbeda ketika Anda sedang menangani sebuah tema yang telah begitu familiar. Khususnya ketika Anda mampu menanganinya dengan baik dan berhasil muncul dengan sebuah presentasi cerita yang benar-benar cerdas dan menghibur.

(more…)

beautiful-creatures-header

Usaha Hollywood untuk menemukan pengganti franchise The Twilight Saga (2008 – 2012) kembali berlanjut. Setelah The Host yang juga diadaptasi dari novel karya Stephenie Meyer – dan sayangnya mendapatkan reaksi kurang begitu hangat baik dari para kritikus film dunia maupun para penontonnya, kini Hollywood mencoba untuk menghadirkan Beautiful Creatures yang diadaptasi dari novel berjudul sama dan merupakan bagian pertama dari seri novel Caster Chronicles karya duo penulis asal Amerika Serikat, Kami Garcia dan Margaret Stohl. Premis filmnya sendiri jelas akan mengingatkan banyak orang akan franchise yang dibintangi pasangan Robert Pattinson dan Kristen Stewart tersebut: kisah cinta terlarang yang terjadi antara dua remaja yang berasal dari dua dunia yang berbeda. Jika The Twilight Saga menghadirkan kisah cinta antara vampir dengan seorang manusia, maka Beautiful Creatures menceritakan kisah cinta antara manusia dengan seorang penyihir – dimana sang karakter wanitalah yang kini digambarkan memiliki kekuatan. Namun apakah rekonstruksi formula sukses The Twilight Saga mampu tetap bekerja untuk Beautiful Creatures?

(more…)

java-heat-header

Disutradarai oleh Conor Allyn (Merah Putih III: Hati Merdeka, 2011), yang juga menulis naskah cerita serta menjadi produser film ini bersama ayahnya, Rob Allyn, Java Heat dibuka dengan berjalannya proses interogasi yang berjalan antara seorang petugas kepolisian Republik Indonesia, Letnan Hashim (Ario Bayu), dengan seorang pria misterius asal Amerika Serikat, Jake Travers (Kellan Lutz), yang dijadikan sebagai saksi dalam peristiwa pemboman bunuh diri yang telah menewaskan seorang puteri Kerajaan Jawa, Sultana (Atiqah Hasiholan). Walaupun Jake mengungkapkan bahwa dirinya hanyalah seorang turis yang datang ke Indonesia sebagai bagian pembelajaran sejarah seni negara-negara Asia Tenggara yang sedang ia dalami, namun Hashim menaruh curiga bahwa Jake memiliki keterkaitan dalam peristiwa pemboman tersebut.

(more…)

mursala-header

Dengan latar belakang kebudayaan Batak yang kental serta iringan gambar yang berisikan eksotisme keindahan alam Pulau Mursala yang terletak di kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Mursala mencoba memaparkan konflik cinta yang mungkin terdengar sederhana namun memiliki penyelesaian yang cukup rumit: ketika cinta harus berhadapan dengan hukum yang diterapkan oleh adat istiadat semenjak ratusan tahun yang lalu. Sebuah premis yang jelas terasa cukup menyegarkan jika melihat banyaknya tema penceritaan yang hampir senada pada kebanyakan film-film romansa Indonesia belakangan ini.  Namun, tentu saja, sebuah premis yang menarik tidak akan berarti apa-apa tanpa sebuah eksekusi yang mampu mengekplorasinya dengan tepat. Dan, sayangnya, disanalah letak kelemahan terbesar dari Mursala

(more…)

kon-tiki-header

Kon-Tiki diangkat dari kisah nyata mengenai seorang etnograf sekaligus petualang asal Norwegia bernama Thor Heyerdahl yang pada tahun 1947 melakukan perjalanan laut dari Peru ke Polinesia dengan hanya menggunakan perahu sederhana untuk membuktikan hasil penelitiannya bahwa masyarakat asli Polinesia berasal dari kawasan Amerika Selatan. Hyerdahl sendiri kemudian membukukan hasil petualangannya tersebut lewat buku yang dirilis pada tahun 1948 dengan judul Kon-Tiki: Across the Pacific in a Raft yang hingga saat ini telah diterjemahkan ke lebih dari 70 bahasa. Sementara itu, potongan-potongan gambar yang ia filmkan sepanjang perjalanan yang berlangsung lebih dari tiga bulan tersebut kemudian dijadikan sebuah film dokumenter berjudul Kon-Tiki yang berhasil memenangkan kategori Best Documentary Feature di ajang The 24th Annual Academy Awards pada tahun 1951. (more…)

sinister-header

Sinister mungkin memiliki premis yang telah dihadirkan ribuan kali oleh kebanyakan film horor buatan Hollywood lainnya: sebuah keluarga memasuki sebuah rumah baru dimana salah seorang anggota keluarga tersebut menemukan sebuah benda misterius di dalam rumah yang kemudian memberikan teror pada dirinya serta seluruh anggota keluarga tersebut. Klise. Namun terlepas dari premis yang terkesan terlalu biasa, sutradara Scott Derickson (The Exorcism of Emily Rose, 2005) bersama dengan penulis naskah C. Robert Cargill mampu merancang sebuah susunan naskah cerita yang berhasil menghadirkan dua elemen yang sering dilupakan oleh kebanyakan film horor modern: karakter-karakter yang layak untuk diperhatikan sekaligus kemampuan jalan cerita untuk benar-benar tampil menakuti para penontonnya.

(more…)

the-company-you-keep-header

Perbincangan mengenai dunia politik sepertinya tidak akan dapat dijauhkan dari setiap film yang diarahkan oleh Robert Redford. Setelah sebelumnya merilis Lion for Lambs (2007) dan The Conspirator (2010), kini Redford menghadirkan The Company You Keep, sebuah thriller politik dengan naskah cerita yang diadaptasi oleh Lem Dobbs (Haywire, 2011) dari novel berjudul sama karya Neil Gordon. Menyinggung masalah politik, terorisme hingga perkembangan dunia jurnalisme modern, The Company You Keep jelas memiliki momen-momen dimana film ini mampu tampil sangat meyakinkan dalam ceritanya, khususnya berkat dukungan jajaran pengisi departemen akting yang mampu menghidupkan setiap karakter dengan baik. Namun sayangnya, seperti yang juga dapat dirasakan pada dua film Redford sebelumnya, The Company You Keep secara perlahan kehilangan intensitas penceritaannya justru di saat-saat film ini membutuhkan kapasitas penceritaan yang lebih kuat – hal yang membuat The Company You Keep kemudian berakhir dengan datar dan terkesan begitu… pointless.

(more…)

hari-ini-pasti-menang-header

Hari Ini Pasti Menang bukanlah Garuda di Dadaku (2009) atau Tendangan Dari Langit (2011) atau kebanyakan film Indonesia lainnya yang menghadirkan drama seputar olahraga sepakbola di dalam jalan penceritaannya. Seperti film terakhir yang ia arahkan, Romeo & Juliet (2009), Andibachtiar Yusuf kembali menawarkan warna lain dalam tema penceritaan yang sebenarnya telah banyak dieksplorasi oleh kebanyakan para pembuat film lainnya. Bekerjasama dengan penulis naskah Swastika Nohara, alih-alih menghadirkan alur cerita yang berfokus pada drama keluarga, tema nasionalisme maupun kisah from zero to hero yang selalu terkait dalam film-film bertema olahraga, Andibachtiar justru memberikan fokus besar pada dunia judi yang selalu menyertai setiap penyelenggaraan acara olahraga besar serta berbagai intrik politik yang bergerak dibelakangnya. Kelam, namun dengan pengarahan Andibachtiar yang begitu lugas, Hari Ini Pasti Menang mampu menjelma menjadi salah satu drama olahraga paling cerdas yang pernah dirilis di industri film Indonesia.

(more…)

finding-srimulat-header

Didirikan pada tahun 1950 oleh pasangan suami istri Slamet Teguh Rahardjo dan Raden Ajeng Srimulat di kota Solo, Jawa Tengah, kelompok komedi Srimulat memulai karirnya sebagai kelompok seni keliling yang melakukan pementasan musik dan komedi dari satu kota ke kota lainnya. Seiring dengan perkembangan zaman, kelompok Srimulat turut melakukan adaptasi terhadap cara pementasan karya seni mereka: mulai dari tampil secara menetap, konten pementasan yang sarat dengan pesan dan kritik sosial, melakukan bongkar pasang personel untuk memberikan penyegaran pada penampilan mereka hingga akhirnya merambah dunia televisi sehingga mampu menjangkau pasar penggemar yang lebih luas lagi. Berbagai perubahan itulah yang secara perlahan membesarkan nama mereka serta menjadikan Srimulat sebagai salah satu kelompok komedi terbesar dan paling ditunggu kehadirannya di Indonesia sebelum akhirnya kelompok tersebut vakum dari berbagai kegiatannya pada tahun 2006.

(more…)

oblivion_header

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Joseph Kosinski, Karl Gajdusek dan Michael Arndt berdasarkan novel grafis berjudul sama karya Joseph Kosinski dan Arvid Nelson, Oblivion berlatar belakang lokasi di Bumi pada tahun 2077, 60 tahun setelah terjadinya sebuah invasi makhluk luar angkasa yang menghancurkan Bulan serta hampir meluluhlantakkan seluruh penjuru Bumi. Semenjak terjadinya tragedi tersebut, umat manusia kini telah menemukan rumah barunya di satelit terbesar pada planet Saturnus, Titan. Jack Harper (Tom Cruise) dan Victoria Olsen (Andrea Riseborough) adalah dua prajurit manusia yang hingga saat ini masih bertinggal di Bumi dan bertugas untuk merawat deretan mesin-mesin otomatis yang berfungsi untuk menghancurkan sisa makhluk luar angkasa yang masih bersembunyi di berbagai sudut Bumi.

(more…)