Archive for the ‘Festival Film Indonesia’ Category

festival-film-indonesia-2012Film Tanah Surga… Katanya berhasil menjadi pemenang utama dalam pelaksanaan Festival Film Indonesia 2012. Selain berhasil memenangkan kategori utama sebagai Film Bioskop Terbaik, Tanah Surga… Katanya juga berhasil memenangkan lima kategori lainnya, termasuk untuk kategori Sutradara Terbaik untuk Herwin Novianto, Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Fuad Idris serta Penulis Cerita Asli Terbaik untuk Daniel Rifki. Sementara itu, film Demi Ucok yang berhasil meraih delapan nominasi, hanya berhasil memenangkan pernghargaan di kategori Pemeran Pembantu Wanita Terbaik untuk Mak Gondut.

(more…)

So… here we go again. Setelah beberapa waktu yang lalu mengumumkan 15 film yang berhasil lolos dari seleksi awal, Senin (26/11), Festival Film Indonesia 2012 resmi mengumumkan daftar film yang berhasil meraih nominasi di ajang penghargaan film tertinggi bagi kalangan industri film Indonesia tersebut. Dan secara mengejutkan… sebuah film kecil berjudul Demi Ucok mampu mencuri perhatian dan menguasai perolehan nominasi, termasuk meraih nominasi di kategori Film Bioskop Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik serta Penulis Skenario Terbaik. Walau telah dirilis secara terbatas melalui berbagai ajang festival di beberapa daerah di Indonesia selama kurun waktu satu tahun terakhir, Demi Ucok baru akan dirilis secara luas pada bulan Januari 2013 mendatang.

(more…)

Well… bukankah sangat menyenangkan untuk mengetahui bahwa Festival Film Indonesia pada tahun ini berhasil memberikan apresiasi yang sangat tepat pada sebuah film yang benar-benar patut untuk mendapatkannya? Berhasil memenangkan empat penghargaan dari sepuluh nominasi yang diraihnya, Sang Penari keluar sebagai film yang paling banyak memenangkan penghargaan pada malam penghargaan bagi sineas perfilman Indonesia, Festival Film Indonesia 2011, termasuk dengan memenangkan kategori Film Bioskop Terbaik dan Sutradara Terbaik untuk Ifa Isfansyah. Dua kemenangan lain bagi Sang Penari diraih dari kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk Prisia Nasution serta Pemeran Pendukung Wanita Terbaik untuk Dewi Irawan.

(more…)

Well… dengan dirilisnya pengumuman nominasi Festival Film Indonesia 2011, Minggu (27/11), membuktikan kalau Festival Film Indonesia memiliki selera penilaian yang berbeda dari mereka yang memilih untuk mengirimkan Di Bawah Lindungan Ka’bah sebagai perwakilan Indonesia ke seleksi kategori Best Foreign Language Film di ajang Academy Awards mendatang. Di Bawah Lindungan Ka’bah sama sekali tidak mendapatkan nominasi di ajang Festival Film Indonesia 2011! Pun begitu, ketiadaan judul Di Bawah Lindungan Ka’bah dalam daftar nominasi Festival Film Indonesia 2011 tidak lantas membuat ajang penghargaan tertinggi bagi insan perfilman Indonesia tersebut menjadi lebih prestisius dibandingkan dengan Academy Awards. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Film Indonesia 2011 masih meninggalkan beberapa film dan penampilan yang seharusnya mendapatkan rekognisi yang tepat. Dan seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya pula, Festival Film Indonesia 2011 masih menominasikan film dan penampilan yang sebenarnya banyak mendapatkan kritikan tajam dari para kritikus film nasional.

(more…)

Diluar dugaan berbagai pihak, film karya Benni Setiawan, 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta, ternyata berhasil menyingkirkan para pesaingnya, termasuk film arahan Deddy Mizwar yang pada awalnya diperkirakan akan menjadi pemenang besar, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), untuk menjadi pemenang utama di ajang Festival Film Indonesia 2010. Kemenangan 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta termasuk dalam memenangkan penghargaan utama, Film Cerita Panjang Terbaik, Penyutradaraan Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik sekaligus Skenario Cerita Adaptasi Terbaik.

(more…)

Sebenarnya, di tengah persaingan antara banyak film-film berkualitas, adalah sangat wajar bila sebuah film yang dianggap sangat berpotensial untuk memenangkan banyak penghargaan ternyata tidak mendapatkan perhatian sedikitpun. Namun, tentu hal tersebut akan terdengar cukup mengherankan bila hal tersebut datang dari sebuah industri film yang kebanyakan film yang dihasilkannya adalah film-film berkualitas ‘buruk.’ Dan akan lebih sangat mengherankan lagi bila salah satu dari hanya beberapa film terbaik yang dihasilkan pada satu tahun di industri film tersebut malah sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari sebuah penghargaan film terbesar di industri film tersebut.

(more…)