Man-of-Tai-Chi-header

Tidak hanya berhasil memperkokoh posisi namanya sebagai salah satu aktor paling terkenal di dunia, penampilan Keanu Reeves dalam The Matrix (1999 – 2003) ternyata memberikan kesempatan bagi Reeves untuk mengenal sekaligus menjalin persahabatan dengan salah satu pemeran pengganti dalam film arahan The Wachowski Brothers tersebut, Tiger Chen. Persahabatan itu kemudian memberikan ide bagi Reeves untuk membuat sebuah film yang jalan ceritanya terinspirasi dari keahlian Chen dalam menguasai ilmu bela diri. Didukung oleh koreografer seni bela diri China legendaris, Yuen Woo-ping, Reeves kemudian mengembangkan Man of Tai Chi menjadi debut penyutradaraannya yang juga sekaligus sebagai penghormatan bagi film-film Hong Kong martial arts klasik yang memang semenjak lama dikagumi Reeves.

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Michael G. Cooney, Man of Tai Chi berkisah mengenai seorang pemuda yang menuntut ilmu bela diri di Lingkong School of Tai Chi, Chen Linhu (Chen), yang mendapatkan tawaran dari seorang pengusaha sukses yang juga mengelola sebuah ajang pertarungan bela diri ilegal, Donara Mark (Reeves), untuk turut bergabung menjadi petarungnya dalam ajang kompetisi tersebut. Linhu awalnya menolak permintaan tersebut karena, berdasarkan amanat sang guru (Yu Hai), ilmu bela diri Tai Chi yang ia miliki tidak boleh digunakan untuk kekerasan fisik. Namun, setelah biara yang menjadi tempat ia belajar kemudian mendapatkan ancaman pengusuran, Linhu lalu secara diam-diam menyetujui permintaan Donara Mark untuk mengumpulkan uang dan menyelamatkan biara tersebut.

Kegiatan pertarungan ilegal yang dikelola Donara Mark sendiri bukannya tidak luput dari perhatian pihak kepolisian. Adalah detektif kepolisian Hong Kong, Suen Jing-si (Karen Mok), yang semenjak lama telah mengintai setiap pergerakan Donara Mark namun masih kekurangan bukti kuat untuk dapat benar-benar menangkap pria tersebut. Suen Jing-si mulai merasa penyelidikannya menemukan titik cerah setelah mengetahui bahwa Donara Mark berniat untuk merekrut Linhu. Sementara itu, Linhu yang telah mengikuti deretan pertarungan yang diberikan Donara Mark kepada dirinya mulai mengalami konflik batin karena terus melanggar berbagai prinsip dan filosofi ilmu bela diri yang dahulu pernah ia pelajari dari gurunya. Namun, tentu saja, Donara Mark tidak akan begitu saja melepaskan Linhu dan justru mengajukan pemuda tersebut ke ajang kompetisi yang lebih berat tantangannya.

Terlepas dari segala potensi yang dapat saja membuat film ini tampil sebagai sebuah film dengan kandungan deretan adegan pertarungan martial arts yang menghibur, Man of Tai Chi tidak memiliki sokongan yang kuat dari berbagai elemen pendukungnya. Naskah cerita arahan Michael G. Cooney berjalan terlalu klise serta dangkal dalam menyajikan plot penceritaan dan karakter-karakternya. Pengarahan Keanu Reeves juga masih terasa begitu kaku di berbagai bagian yang dapat dirasakan ketika Man of Tai Chi hadir dengan alur penceritaan yang tidak konsisten – ia bahkan gagal untuk memberikan penampilan akting yang kuat untuk peran antagonisnya di film ini.

Sebagai pemeran utama, Tiger Chen mampu tampil kuat ketika karakternya dilibatkan dalam sebuah pertarungan yang mewajibkan dirinya menampilkan kemampuan bela diri. Namun, ketika harus berakting dan melafalkan dialog-dialognya… Chen tampil begitu canggung dan hadir tanpa kharisma yang kuat untuk berada di barisan terdepan departemen akting sebuah film. Dua pemeran asal Hong Kong, aktor Simon Yam dan aktris Karen Mok beberapa kali sempat hadir mencuri perhatian lewat penampilannya. Sayang, porsi penceritaan yang diberikan pada karakter yang mereka perankan terlalu minimalis untuk mampu mereka hidupkan lebih dalam lagi. Yang paling mengecewakan, Man of Tai Chi juga menyia-nyiakan kehadiran Iko Uwais yang sebenarnya berpotensi untuk menghadirkan adegan pertarungan Tai Chi versus Pencak Silat yang memukau di akhir film.

Satu-satunya elemen yang layak untuk mendapatkan penilaian lebih dari Man of Tai Chi adalah keberhasilan Yuen Woo-ping dalam menggarap deretan adegan aksi yang menggabungkan banyak elemen martial arts yang akan sanggup membuat banyak penonton melupakan berbagai kelemahan presentasi naskah cerita film ini. Plot mengenai perubahan sisi penjiwaan karakter Chen Linhu yang semakin tertarik ke arah kegelapan serta interaksi yang terjalin antara karakter Chen Linhu dengan gurunya sebenarnya cukup mampu menghasilkan intrik drama yang kuat. Tetap saja, ketika dilapisi dengan banyak plot penceritaan lain yang cenderung lemah dan dihadirkan secara bertele-tele, Man of Tai Chi tidak mampu melepaskan diri dari buruknya kualitas naskah cerita film ini secara keseluruhan.

Naskah cerita yang sangat lemah serta penampilan para pemerannya yang begitu datar jelas telah memberikan dampak yang sangat buruk bagi kualitas keseluruhan dari film yang menjadi debut penyutradaraan bagi Keanu Reeves ini. Jelas sangat disayangkan mengingat Man of Tai Chi sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi film martial arts yang kuat – khususnya jika melihat bagaimana cukup mengagumkannya koreografi aksi arahan Yuen Woo-ping di sepanjang penceritaan film ini. Bukan sebuah film yang benar-benar buruk. Namun jelas terasa gagal untuk menghadirkan sebuah sajian penceritaan yang segar maupun menarik untuk diikuti.

popcornpopcornpopcorn3popcorn2popcorn2

Man of Tai Chi (China Film Group/Company Films/Dalian Wanda Group/Village Roadshow Pictures, 2013)

Man of Tai Chi (China Film Group/Company Films/Dalian Wanda Group/Village Roadshow Pictures, 2013)

Man of Tai Chi (2013)

Directed by Keanu Reeves Produced by Lemore Syvan, Daxing Zhang Written by Michael G. Cooney Starring Tiger Chen, Keanu Reeves, Karen Mok, Simon Yam, Ye Qing, Yu Hai, Sam Lee, Michael Tong, Iko Uwais, Brahim Achabbakhe, Steven Dasz, Ocean Hou, Helene Leclerc, Jeremy Marinas, Sung-jun Yoo, Hai Yu Music by Chan Kwong-wing Cinematography Elliott Davis Editing by Derek Hui Studio China Film Group/Company Films/Dalian Wanda Group/Village Roadshow Pictures Running time 105 minutes Country China, United States Language English, Mandarin, Cantonese

About these ads
Comments
  1. masfafa says:

    sayang, umur film ini tidak terlalu panjang di bioskop jogja, ga sampe 1 minguu udah turun layar.. haha

  2. Lagi lagi cuma gembar gembor main film hollywood tapi tetep aja dptnya porsi minim . Mending ario bayu langsung didaulat jd peran utama, dan filmnya jg ga terlalu mengecewakan.

  3. fitra says:

    kurang adegan yang seru nih..
    buat aktor hollywood( keanu reeves) tambah lagi peran antagonis nya sadis2 dikit kek biar seruu..
    saya lihat keanu reeves ada adegan tembak nya…
    tpi koq di delete..??
    tak seindah film the matrix
    ……..
    buat iko uwais koq cuma dikit muncul nya itu pun perkelahian nya cuma sebentar..
    gak ada peran penting di film itu…
    cerita nya juga perkelahiann truzz..
    tokoh2 nya gk dijelas sin

    apalagi waktu detective jing si(karen mok) melihat bunga…
    truzz dia terdiam..
    maksud nya apa itu,.???
    gk di jelassin..??

    MAN OF TAI CHI BENAR-BENAR TAK SEINDAH THE MATRIX

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s