sang-pialang-header

Sang Pialang memulai kisahnya dengan menceritakan persahabatan antara Mahesa (Abimana Arya) dengan Kevin (Christian Sugiono) yang sama-sama bekerja sebagai pialang saham di sebuah perusahaan sekuritas terbesar yang dimiliki oleh ayah Kevin, Rendra (Pierre Gruno). Walaupun bersahabat dekat, namun Mahesa dan Kevin memiliki pola pemikiran yang saling bertolak belakang, khususnya dalam menangani pekerjaan mereka. Mahesa dikenal sebagai sosok konservatif yang selalu berusaha sedapat mungkin untuk mengikuti dan mematuhi setiap prosedur serta peraturan yang ada. Sementara itu, Kevin adalah sosok yang lebih berani dalam melintasi aturan-aturan yang tergaris untuk mencapai keinginannya. Dua pemikiran yang berbeda inilah yang kemudian mulai menimbulkan friksi dalam hubungan persahabatan keduanya.

Kegigihan Mahesa dalam melakukan pekerjaannya ternyata mendapatkan perhatian yang besar dari Rendra. Pujian serta sanjungan yang diberikan Rendra pada Mahesa tak pelak membuat Kevin merasa iri dan tersingkirkan. Tidak hanya di bidang pekerjaan. Persaingan antara Mahesa dan Kevin juga terbentuk dalam memperebutkan hati Analea (Kamidia Radisti), wanita yang selama ini sebenarnya juga merupakan sahabat keduanya. Sialnya, rasa suka Kevin terhadap Analea juga bertepuk sebelah tangan karena wanita itu ternyata semenjak lama telah menaruh hati pada Mahesa. Merasa dirinya terus menerus dikalahkan oleh sahabatnya sendiri, Kevin kemudian memilih untuk melakukan trik-trik kotor untuk menjatuhkan Mahesa.

Mendengar judul Sang Pialang, kemungkinan besar banyak penonton akan membayangkan sebuah film yang berisi liku serta intrik yang terjadi di dunia perdagangan saham – mungkin seperti yang digambarkan Hollywood lewat Wall Street (1987) ataupun Margin Call (2011). Errrwell… sayangnya, naskah cerita Sang Pialang yang ditulis oleh Titien Wattimena dan Anggoro Saronto belum mampu untuk tampil seberani – maupun secerdas – kedua film Hollywood tersebut. Memang, pada beberapa bagian, Sang Pialang berusaha menjelaskan bagaimana seluk beluk dunia saham tersebut secara sederhana. Namun, pada kebanyakan bagiannya, kisah mengenai intrik di dunia perdagangan saham tersebut secara perlahan mulai tergeser dan hanya dijadikan latar belakang bagi kisah persahabatan dan asmara yang menjadi sajian utama sebenarnya dari Sang Pialang.

Intrik persahabatan dan asmara yang tersaji dalam Sang Pialang sebenarnya tidak dapat dikatakan buruk. Meskipun klise, Titien Wattimena dan Anggoro Saronto mampu menciptakan sebuah drama persahabatan dan asmara yang cukup menarik. Susunan karakter yang mereka hadirkan juga mampu disajikan dengan penuh warna. Namun tetap saja, sangat disayangkan bahwa Sang Pialang hanya mampu menampilkan berbagai intrik dalam dunia perdagangan saham secara minimalis. Sang Pialang sepertinya berusaha untuk menghindarkan presentasi ceritanya dari kesan yang terlalu berat untuk dapat dinikmati penonton umum film Indonesia. Sayangnya, usaha untuk meringankan beban cerita tersebut justru berakhir dengan hilangnya esensi keistimewaan utama dari film ini dan menjadikan presentasi Sang Pialang secara keseluruhan menjadi terlalu dangkal.

Sebagai sebuah karya debutan, Sang Pialang harus diakui merupakan sebuah karya yang tidak mengecewakan dari sutradara Asad Amar. Ritme penceritaan semenjak awal terasa begitu mampu untuk terus terjaga dengan rapi. Usaha untuk memasukkan unsur komedi di beberapa bagian juga mampu tampil nyaman dan tidak terasa dipaksakan untuk hadir. Pun begitu, Asad terlihat terbentur ketika Sang Pialang mulai menemui konflik akhir dan penyelesaiannya. Dari titik tersebut, Sang Pialang terkesan berjalan dengan terlalu cepat dan terburu-buru dalam bercerita yang akhirnya membuat film ini terkesan berakhir dengan terlalu dangkal dalam menyelesaikan berbagai deretan konfliknya.

Tidak ada keluhan yang berarti dari penampilan pengisi departemen akting film ini. Abimana Arya tampil seperti biasa… seperti seorang Abimana Arya – hadir dengan nada dan tingkatan emosional yang sama di sepanjang film, yang untungnya, sesuai dengan karakteristik dari Mahesa yang ia perankan. Christian Sugiono juga tampil bagus dalam memerankan sosok antagonis. Kualitas penampilan yang sama juga datang dari Kamidia Radisti, Mario Irwinsyah dan Alblen Filindo Fabe serta deretan aktor pendukung lain seperti Slamet Rahardjo, Ferry Salim serta Lukman Sardi. Dari tata produksi, Sang Pialang juga tampila tidak mengecewakan, walaupun jelas tidak dapat dikatakan istimewa sama sekali.

Well… sayangnya kesempatan penonton film Indonesia untuk menikmati sebuah film yang benar-benar mendalami dunia perdagangan saham sepertinya belum dapat terwujud dalam Sang Pialang. Meskipun tetap mampu menyajikan seluk-beluk bursa saham secara sederhana pada beberapa bagian ceritanya, namun film ini justru lebih dominan dalam menghadirkan intrik-intrik drama familiar yang terdapat di alur penceritaannya. Didukung dengan penampilan departemen akting serta tata produksi yang tidak mengecewakan, Sang Pialang setidaknya tetap mampu untuk tampil sebagai sebuah presentasi drama yang cukup menarik.

popcornpopcornpopcorn popcorn2popcorn2

Sang Pialang (Garuda Nusantara Sinema/MP Entertainment, 2013)

Sang Pialang (Garuda Nusantara Sinema/MP Entertainment, 2013)

Sang Pialang (2013)

Directed by Asad Amar Produced by Asad Amar Written by Titien Wattimena (screenplay), Anggoro Saronto (story) Starring Abimana Arya, Christian Sugiono, Kamidia Radisti, Alblen Filindo Fabe, Mario Irwinsyah, Pierre Gruno, Slamet Rahardjo, Ferry Salim, Lukman Sardi, Meriza Febriani, Tio Pakusadewo, Early Ashy, Joehana Sutisna, Jaja Mihardja Music by Thoersi Argeswara Cinematography Gunung Nusa Pelita Editing by Wawan I Wibowo Studio Garuda Nusantara Sinema/MP Entertainment Running time 117 minutes Country Indonesia Language Indonesian

About these ads
Comments
  1. Ceritanya menurutku seperti Sinetron yang ada di TV

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s