2012-A-Year-In-ReviewSeri terakhir dari rangkuman tahunan A Year in Review tentu saja akan mengungkap 20 film yang dianggap At the Movies sebagai highlight dari tahun 2012. A little fun recap? Secara mengejutkan, genre horor, yang biasanya seringkali melahirkan film-film berkualitas menyedihkan, tahun ini mampu menghadirkan beberapa film dengan kualitas yang sangat kuat sekaligus tetap berhasil memberikan teror tersendiri kepada para penontonnya. Sayangnya, 2012 bukanlah tahun yang cerah bagi science fiction.

Matthew McConaughey tampil dalam tiga film berkualitas: Bernie, Killer Joe dan Magic Mike. Sebuah prestasi yang mungkin hanya dapat disamai oleh Channing Tatum – walaupun akan ada banyak orang yang berargumen bahwa Tatum lebih banyak tampil dalam film yang bernilai komersial lebih tinggi. Franchise James Bond tahun ini berulang tahun yang ke-50. Sebuah perayaan yang sangat meriah mengingat seri terakhirnya, Skyfall, dinilai sebagai salah satu seri terbaik dari franchise tersebut sekaligus menjadi seri James Bond perdana yang berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar US$1 miliar dari masa rilisnya di seluruh dunia. Highlight lainnya? Well… mantan kekasih Jennifer Lopez semakin mematangkan posisinya sebagai salah satu sutradara dengan karya yang paling dinanti di Hollywood. Dan Pixar mampu bangkit dari kegagalannya – walau secara perlahan – dengan rilisan terbarunya tahun ini.

Beberapa bagian rangkuman diatas memberikan beberapa film yang dapat Anda harapkan berada di daftar dua puluh film terbaik di sepanjang tahun 2012 pilihan At the Movies. Namun… berikut daftar lengkapnya.

Argo-poster01. Argo (Director: Ben Affleck, Warner Bros. Pictures/GK Films/Smoke House, 2012)

Berikan sambutan yang meriah pada Ben Affleck, ladies and gentlemen! Dengan The Town (2010), Affleck berhasil membuktikan pada dunia bahwa kesuksesan kritikal dan komersial Gone Baby Gone (2007) bukanlah sebuah anomali dalam awal karirnya sebagai seorang sutradara. Dan dengan Argo, Affleck kembali membuktikan bahwa dirinya adalah seorang sutradara yang memiliki kemampuan sangat meyakinkan dalam bercerita. Dalam Argo, yang naskahnya diadaptasi oleh Chris Terrio dari buku The Master of Disguise (Antonio J. Mendez, 2000) dan artikel majalah Wired, Escape from Tehran: How the CIA Used a Fake Sci-Fi Flick to Rescue Americans from Iran (Joshuah Bearman, 2007) yang bercerita mengenai kisah nyata Krisis Sandera Iran yang terjadi pada tahun 1979, Affleck secara jeli menyusun setiap adegan dengan sempurna sehingga menghasilkan sebuah susunan cerita yang mampu hadir dengan tingkat intensitas yang terus menanjak. Puncaknya, 45 menit akhir Argo yang begitu brilian dan akan mampu membuat setiap penonton film ini menahan nafas mereka. Tidak akan berlebihan jika mulai saat ini, dunia akan selalu menantikan setiap karya terbaru Tuan Ben Affleck.

the-perks-of-being-a-wallflower-poster02. The Perks of Being a Wallflower (Director: Stephen Chbosky, Summit Entertainment/Mr. Mudd, 2012)

Kejelian Stephen Chbosky untuk menangkap esensi kehidupan remaja yang sesungguhnya serta kemudian merangkainya menjadi sebuah penceritaan yang lugas dengan kehadiran karakter-karakter yang begitu mudah untuk disukai jelas adalah beberapa keunggulan yang mampu membuat The Perks of Being a Wallflower tampil lebih istimewa dibandingkan dengan kebanyakan film bertema remaja lainnya. Kehadiran tema-tema kelam yang muncul melalui konflik yang dialami beberapa karakter dalam film ini juga mampu diolah Chbosky dengan ritme penceritaan yang mengalir lancar sehingga film ini tidak pernah terasa membosankan. Ditambah dengan kualitas akting prima yang dihadirkan jajaran pemeran film ini – dan lagu-lagu tahun 1990an popular yang dipilih untuk mengisi setiap adegannya, The Perks of Being a Wallflower mampu menjelma menjadi sebuah kisah drama remaja yang kuat, menyentuh dan tidak akan dapat dengan mudah untuk dilupakan begitu saja.

hugo-poster03. Hugo (Director: Martin Scorsese, Paramount Pictures/GK Films/Infinitum Nihil, 2011)

Adalah sangat menyenangkan untuk melihat Martin Scorsese masih mau bereksplorasi lewat tema-tema penceritaan baru dalam karirnya sebagai seorang sutradara yang telah berjalan hampir sepanjang lima dekade itu. Dalam Hugo – yang menjaduh dari tema penceritaan yang kelam dan keras khas Scorsese dan menyajikan kisah yang lebih dapat dinikmati oleh kalangan yang lebih luas – Scorsese menunjukkan pada dunia rasa cinta dan kekagumannya pada dunia perfilman. Naskah karya John Logan memang tidak selalu berhasil untuk menampilkan penceritaan yang kuat dan mendalam. Pun begitu, tata visual dan penampilan akting yang kuat berhasil membuat Hugo mampu tampil begitu menarik, emosional sekaligus berdiri tegak sebagai salah satu karya terbaik yang pernah dihasilkan Scorsese.

The_Artist_poster04. The Artist (Director: Michel Hazanavicius, La Petite Reine/ARP Sélection, 2011)

Murni menghandalkan jalan cerita yang sederhana dan penampilan akting yang sangat ekspresif dari para departemen aktingnya, Michel Hazanavicius mampu menghantarkan The Artist sebagai sebuah film yang mampu tampil emosional dan bercerita dengan banyak dan luas terlepas dari penampilannya yang hadir sebagai sebuah film bisu dan tanpa pewarnaan. Didukung oleh penampilan yang begitu meyakinkan dari jajaran pemeran film ini, khususnya Jean Dujardin dan Bérénice Bejo yang begitu memikat, serta tata produksi film yang semakin memperkuat penampilan film ini – tata musik arahan Ludovic Bource yang mampu mengisi setiap celah emosional dalam jalan cerita film ini dan tata sinematografi arahan Guillaume Schiffman yang begiu indah – The Artist adalah sebuah film yang akan sangat sulit untuk ditolak pesonanya oleh para penonton modern walaupun dengan penampilan klasiknya yang begitu dominan.

life-of-pi-poster05. Life of Pi (Director: Ang Lee, Fox 2000 Pictures/Haishang Films/Rhythm and Hues, 2012)

Berbicara mengenai Tuhan, perjalanan spiritual dan arti dari sebuah kehidupan, Life of Pi jelas adalah sebuah film yang tidak akan mudah ditaklukkan oleh sembarang sutradara. Berbekal kerjasama yang solid dengan tim produksinya, khususnya dengan sinematografer Claudio Miranda dan penata musik Mychael Danna, Ang Lee mampu menjawab tantangan tersebut dengan cukup baik. Beberapa bagian naskah cerita yang ditulis oleh David Magee sebenarnya dapat saja mengalami perampingan untuk mencegah alur cerita menjadi terkesan terlalu bertele-tele. Namun, kelemahan tersebut sepertinya telah begitu tertutupi dengan penampilan visual Life of Pi yang spektakuler. Jelas salah satu film dengan kualitas paling istimewa di sepanjang tahun ini.

bernie-poster06. Bernie (Director: Richard Linklater, Castle Rock Entertainment/Collins House Productions/Deep Freeze Production/Detour Filmproduction/Horsethief Pictures/Mandalay Vision/Wind Dancer Productions, 2012)

Richard Linklater tentu saja memiliki opsi aman untuk menggarap jalan cerita Bernie menjadi sebuah drama kejahatan biasa. Namun, untungnya, Linklater mampu mengeksplorasi lebih dalam mengenai sisi kehidupan dari karakter Bernie dan menjadikan jalan cerita film ini menjadi sebuah satir sosial dengan nilai ambiguitas yang begitu kental di berbagai sudut penceritaannya: Apakah Bernie adalah sebuah cerita tentang satu komunitas yang berhasil ditipu oleh seorang pria atau film ini adalah sebuah kisah mengenai seorang pria yang begitu baik dalam kehidupannya sehingga menerima timbal balik rasa kasih dan cinta yang luar biasa dari orang-orang disekitarnya? Ambiguitas yang mampu disajikan Linklater secara kompleks, penuh dengan lapisan yang begitu berwarna namun tetap hangat dan sangat menghibur. Salah satu film terbaik tahun ini.

The-Cabin-in-The-Woods-poster0207. The Cabin in the Woods (Director: Drew Goddard, Metro-Goldwyn-Mayer (MGM)/Mutant Enemy/United Artists, 2012)

Berapa banyak film yang berhasil memuaskan hasrat terbesar para penggemar genre film tersebut namun tetap mampu hadir dengan sentuhan cerdas dalam penyajian jalan cerita, dialog, karakterisasi dan perwujudan tata produksinya? Minimalis. Dan jumlah tersebut akan lebih mengecil ketika Anda melihatnya dari sudut pandang genre horor. Apa yang dihasilkan oleh Joss Whedon dan Drew Goddard lewat The Cabin in the Woods jelas bukanlah sebuah kesempurnaan… well… sedikit lagi berada pada tingkatan tersebut. Namun bandingkan dengan keberadaan berbagai film horor produksi Hollywood dan dunia yang kebanyakan hanya dihasilkan untuk tujuan komersial dengan sajian keseluruhan yang begitu klise dan menyakitkan? The Cabin in the Woods adalah sebuah emas murni! The Cabin in the Woods adalah sebuah film horor dengan kualitas yang hanya akan hadir sekali dalam puluhan tahun. Kecuali, tentu saja, jika Whedon dan Goddard mampu hadir sebrilian ini dalam kolaborasi mereka di masa-masa yang akan datang. Bravo!

Take-This-Waltz-poster08. Take This Waltz (Director: Sarah Polley, Joe’s Daughter/Astral Media/TheHarold Greenberg Fund, 2012)

2012 menyediakan cukup banyak alasan untuk para suami agar berhati-hati pada istri mereka – meskipun Anda merasa telah melakukan yang terbaik untuk istri dan keluarga Anda. Mulai dari adaptasi klasik Anna Karenina yang dibangkitkan kembali oleh Joe Wright, drama kuat The Deep Blue Sea arahan Terence Davies hingga film berikut, Take This Waltz. Apa yang membuat Take This Waltz mampu mendapatkan posisi yang lebih spesial dari dua film sepantarannya? Jawabannya adalah karena kemampuan Polley untuk menghadirkan kisah dramanya secara perlahan namun mampu secara alami memberikan rasa kesakitan yang luar biasa bagi setiap penontonnya. Oh… tentu saja, Michelle Williams kembali membuktikan bahwa dirinya adalah aktris terbaik di generasinya lewat perannya sebagai seorang istri yang mencoba melepaskan cinta dari suaminya akibat hasrat yang besar terhadap pria lain. Sebuah drama yang tidak akan mudah untuk dilupakan begitu saja!

skyfall-poster09. Skyfall (Director: Sam Mendes, Metro-Goldwyn-Mayer/Danjaq/Eon Productions, 2012)

Jelas adalah sangat menyenangkan untuk melihat sebuah seri James Bond yang mampu menggambarkan sang agen rahasia dengan begitu humanis – bukan sebagai sosok superhero yang sama sekali tidak dapat dikalahkan. Well… Anda dapat beragumen bahwa Skyfall tidak dapat menghindarkan dirinya dari beberapa adegan yang terasa berlebihan dan tidak nyata. Namun disamping hal itu, Skyfall mampu tampil kuat dengan jalan cerita yang terasa begitu personal, deretan konflik yang tersusun dengan rapi dan akhirnya dieksekusi dengan brilian oleh Sam Mendes – walau akan membuat para penikmat film aksi sedikit menggerutu. Masih berada di satu tingkat di bawah Casino Royale, namun Skyfall jelas akan menjadi salah satu film aksi terbaik yang pernah dirilis Hollywood dalam beberapa tahun terakhir.

Sinister-poster10. Sinister (Director: Scott Derrickson, Alliance Films/Blumhouse Productions, IM Global, 2012)

Berbeda dengan The Cabin in the Woods yang akan memberikan Anda banyak momen-momen untuk ditertawakan, Anda seharusnya tidak akan mampu menertawakan setiap adegan yang ada dalam jalan cerita Sinister – kecuali jika Anda memang memiliki sedikit masalah kejiwaan. Sutradara Scott Derrickson berhasil membuktikan dengan sentuhan modern yang cerdas, berbagai formula klasik sebuah film horor akan tetap mampu memberikan teror yang tidak akan mudah dilupakan oleh setiap penonton filmnya. Didukung dengan penampilan jajaran pengisi departemen akting yang benar-benar kuat (welcome back, Ethan Hawke!), Sinister menajdi salah satu momen terbaik genre horor di sepanjang tahun 2012 lalu.

50-50-poster0211. 50/50 (Director: Jonathan Levine, Summit Entertainment/Mandate Pictures/Point Grey Pictures/IWC Productions, 2011)

Sejujurnya, 50/50 bukanlah berjalan tanpa masalah. Di bagian pertengahan cerita, sutradara Jonathan Levine terasa sedikit bingung untuk membawa alur pengisahan film ini dan membuat ritme penceritaan sedikit terganggu – walau hal tersebut tidak berlangsung lama. Namun, secara keseluruhan, akan sangat sulit untuk menolak pesona kecerdasan Levine dan Will Reiser dalam menyajikan sebuah cerita yang sebenarnya bernada begitu kelam dengan balutan nuansa drama komedi yang benar-benar bekerja dengan baik dalam setiap elemen ceritanya. Sederhana, namun lewat bantuan penampilan jajaran departemen akting serta penulisan dan pengarahan cerita yang kuat, 50/50 mampu menghadirkan sebuah kisah yang begitu menghibur dan di saat yang sama mampu bergerak aktif untuk menyentuh hati setiap penontonnya.

detachment-poster12. Detachment (Director: Tony Kaye, Paper Street Films/Appian Way/Kingsgate Films, 2012)

Sayangnya, atmosfer penceritaan yang begitu kelam dalam penceritaan Detachment yang dihadirkan oleh Tony Kaye kemungkinan besar akan membuat banyak orang memilih untuk menjauh dari film ini. Padahal, kejujuran Kaye dalam menterjemahkan naskah karya Carl Lund berhasil membuat Detachment tampil begitu lugas dalam bercerita dan, khususnya, kuat dalam menjalin hubungan emosional dengan para penontonnya. Didukung oleh penampilan para pengisi departemen aktingnya yang begitu memukau, Detachment adalah salah satu drama kelam yang paling emosional yang pernah diproduksi oleh Hollywood.

brave-poster13. Brave (Director: Mark Andrews, Brenda Chapman, Pixar Animation Studios, 2012)

Jalan cerita yang terasa sangat familiar memang akan membuat beberapa orang lantas menempatkan Brave sebagai sebuah karya Pixar Animation Studios yang bermain di zona aman, khususnya jika dibandingkan dengan karya-karya seperti The Incredibles (2007), WALL•E (2008), Up (2009) dan Toy Story 3 (2010). Walau begitu, tidak dapat disangkal bahwa Mark Andrews dan Brenda Chapman telah berhasil menggarap sebuah tema penceritaan dongeng yang tradisional dan familiar menjadi sebuah sajian yang memikat dan menyentuh hati khas Pixar Animation Studios. Brave mungkin memang belum dapat menyaingi kualitas film-film Pixar Animation Studios di masa lalu. Namun tetap saja, dengan kualitas penceritaan yang dalam, karakter-karakter yang kuat serta tata produksi yang begitu berkelas, Brave mampu hadir sebagai sebuah sajian yang tetap mampu menempatkan Pixar Animation Studios di kelas yang jauh berada di atas para pesaingnya.

frankenweenie-poster14. Frankenweenie (Director: Tim Burton, Walt Disney Pictures/Tim Burton Productions, 2012)

Meskipun Frankenweenie masih setia dengan tema-tema kematian yang banyak dibawakan oleh Tim Burton dalam film-filmnya selama beberapa tahun terakhir, namun Burton mampu menghadirkan satu sentuhan yang selama ini terasa telah hilang dalam karya-karya Burton yang terlalu bernilai komersial: hati. Frankenweenie jelas terasa merupakan sebuah karya yang personal bagi Burton dan kemudian membuatnya berhasil mengarahkan film animasi ini sebagai sebuah film yang hangat, menghibur, emosional namun tetap tidak melupakan unsur mencekam dari jalan ceritanya – yang sekaligus membuat Frankenweenie unggul jauh dari kebanyakan film-film animasi yang dirilis tahun ini. Sebuah karya yang mudah-mudahan menjadi awal penyegaran bagi karya-karya Burton di masa yang akan datang.

Mata-Tertutup-poster15. Mata Tertutup (Director: Garin Nugroho, SET Film/Maarif Production, 2012)

Cara penyampaian kisah yang dilakukan secara bertahap mungkin akan mengalienasi beberapa penonton sekaligus memberikan jarak yang cukup luas bagi penonton untuk mampu merasakan pengaruh emosional langsung dari jalan cerita yang sebenarnya hendak disampaikan oleh Garin Nugroho. Pun begitu, tidak dapat disangkal, perjalanan yang terjalin begitu perlahan tersebut seakan memberikan kesempatan bagi penonton untuk dapat menyerap berbagai pesan yang dialirkan Garin dan membuat mereka tersadar bahwa apa yang mereka saksikan merupakan sebuah potret telanjang dari apa yang sebenarnya sedang terjadi di sekitar mereka – walau seringkali terabaikan. Didukung denga penampilan departemen akting yang begitu kuat serta tata produksi yang sangat meyakinkan, Mata Tertutup adalah satu dari sangat sedikit sajian yang dapat ditawarkan oleh industri film Indonesia yang akan mampu memberikan bekas yang begitu mendalam kepada jalan pemikiran para penontonnya. Powerful stuff indeed.

moonrise-kingdom-poster16. Moonrise Kingdom (Director: Wes Anderson, Indian Paintbrush/American Empirical Pictures/Moonrise/Scott Rudin Productions, 2012)

Moonrise Kingdom jelas akan sangat mudah untuk disukai mereka yang memang semenjak awal telah familiar dan senang dengan cara Wes Anderson mengeksplorasi kekelaman hidup melalui cara penceritaan yang komikal serta tampilan visual yang begitu indah. Pun begitu, mereka yang belum atau sama sekali tidak familiar dengan gaya penceritaan Anderson juga sepertinya akan mudah untuk jatuh hati dengan film ini. Anderson dan Roman Coppola berhasil menghadirkan sebuah kisah cinta yang mampu terasa begitu hangat tanpa pernah menyajikannya sebagai sebuah presentasi drama romansa yang klise. Juga didukung dengan penampilan prima para jajaran pengisi departemen akting film ini, Moonrise Kingdom mampu hadir sebagai sebuah sajian dengan penceritaan yang begitu kuat sekaligus menghibur.

Killer_Joe_Poster17. Killer Joe (Director: William Friedkin, Voltage Pictures/Picture Perfect/Worldview Entertainment/ANA Media, 2012)

Layaknya efek yang ditinggalkan oleh Bug, William Friedkin dan penulis naskah Tracy Letts mampu menggarap sebuah cerita yang akan begitu mampu memberikan kejutan yang hebat bagi para penontonnya. Dengan tema penceritaan yang begitu kelam, Friedkin mampu mengalirkan semangat kegelapan di dalam jalan ceritanya dengan begitu lancar sehingga setiap penonton akan mampu merasakan betapa menyakitkannya film yang baru saja mereka saksikan. Didukung dengan penampilan yang sangat fantastis dari Matthew McConaughey, Emile Hirsch, Juno Temple, Thomas Haden Church dan Gina Gershon, Killer Joe akan menjadi film yang tidak akan mudah untuk dilupakan begitu saja oleh para penontonnya.

amour-poster18. Amour (Director: Michael Haneke, Wega Film/Les Films du Losange/X-Filme Creative Pool/France 3 Cinéma/ARD Degeto Film/Westdeutscher Rundfunk/Bayerischer Rundfunk/France Télévisions/Canal+/Ciné+/ORF Film/Fernseh-Abkommen, 2012)

Dengan tema penceritaannya yang berkisah mengenai hubungan antara kehidupan, cinta dan kematian, Amour seharusnya mampu hadir menjadi sebuah presentasi yang begitu berhasil dalam menyentuh dan mengguncang hati setiap penontonnya. Berhasil pada beberapa bagian, namun sayangnya Amour berjalan terlalu monoton untuk mampu meninggalkan luka yang mendalam. Pun begitu, penampilan sempurna dari dua pemeran utamanya serta pengarahan Michael Haneke yang mampu menjabarkan setiap perubahan emosional yang terjadi pada karakter-karakter yang ada di dalam jalan cerita film ini berhasil membuat Amour menjadi salah satu perjalanan pahit yang tidak akan mudah untuk dilupakan banyak orang.

Margin-Call-poster19. Margin Call (Director: J.C. Chandor,  Before The Door Pictures/Benaroya Pictures/Washington Square Films/Margin Call/Sakonnet Capital Partners/Untitled Entertainment, 2011)

Selain merupakan sebuah bukti bahwa J.C. Chandor telah menghasilkan karya yang begitu cerdas dalam debut penyutradaraannya, Margin Call juga sukses untuk membuktikan bahwa sebuah film yang murni memfokuskan jalan ceritanya pada satu bidang yang mungkin kurang begitu dikenal banyak orang mampu memiliki daya tarik untuk kalangan yang lebih luas. Menggunakan istilah-istilah yang sederhana dalam pendekatan jalan ceritanya, Chandor juga menyajikan kisahnya dengan tempo dan intensitas yang benar-benar terjaga di setiap perjalanan durasi film ini. Ditambah dengan penampilan jajaran pengisi departemen akting yang benar-benar mengagumkan, Margin Call adalah salah satu film – yang walaupun tetap memerlukan tingkat kesabaran tersendiri – akan mampu memikat penonton dengan kecerdasannya.

prometheus-poster20. Prometheus (Director: Ridley Scott, Brandywine Productions/Dune Entertainment/Scott Free Productions, 2012)

Hadir dengan tata visual yang begitu mengagumkan, penampilan akting para pengisi departemen akting yang begitu kuat serta ide cerita yang luar biasa berani, Prometheus harus tampil dengan sedikit cela akibat eksplorasi cerita yang terlalu minimalis. Pemberian berbagai adegan yang memberikan sebuah kesempatan bagi penonton untuk menghasilkan sebuah kesimpulan sendiri ternyata berputar arah dan mencegah penonton untuk merasakan koneksi yang lebih mendalam pada jalan cerita Prometheus serta karakter-karakter yang hadir. Pun begitu, Prometheus jelas adalah sebuah karya yang kuat dan tidak akan mengejutkan jika memberikan kesan yang mendalam bagi para penontonnya lama setelah mereka selesai menyaksikannya.

Comments
    • Amir Syarif Siregar says:

      Belum ditonton. Kecuali ‘Argo’ dan beberapa film kaliber Oscar yang udah di-review, film-film lainnya disimpan untuk tahun depan. Deadline A Year in Review di At the Movies minggu pertama awal tahun soalnya, San.

  1. twitter.com/gunawantrian says:

    Saya kira akan banyak film2 europe yang menurut saya bagus2 di tahun 2012.
    My heart only go with The Perks, Pi, Argo and Amour. Nice list anyway….

    • Amir Syarif Siregar says:

      Hiks. Sayangnya hambatan waktu membuat film-film tersebut belum sempat untuk disaksikan. Padahal sih maunya begitu… :(

  2. Moan says:

    The Artist!!!! banyak yang ngelupainnya.. Love it.

  3. h23 says:

    2 film favorit saya masuk life of pi dan the perks of being a wallflower, sayang banget sih film macam lincoln, les miserables sama django unchained telat masuk sini

  4. suka banget sama list-nya.. terutama karena ada Hugo dan Cabin in the Woods.. hhe

  5. Denny Bond says:

    Karena nge baca review dari blog ini, jd nyesel ga nonton Argo waktu tayang di bioskop kemaren. Trpksa beli dvd dah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s