Killer_Joe_header

Sayangnya, nama William Friedkin saat ini hanya akan dikenal sebagai sutradara pemenang Academy Awards yang pernah mengarahkan The French Connection (1971) dan The Exorcist (1973) – dua film yang ia hasilkan hampir empat puluh tahun lalu. Padahal, sebagai seorang sutradara, Friedkin sendiri terus menerus menghasilkan karya-karya baru meskipun kebanyakan karyanya tersebut gagal mendapatkan reaksi yang positif, baik dari kalangan kritikus maupun dari para penonton film itu sendiri. Pun begitu, pada tahun 2007, Friedkin bekerjasama dengan penulis naskah Tracy Letts untuk merilis sebuah filmberjudul Bug. Dan walaupun film thriller tersebut tidak menemukan kesuksesan yang memuaskan secara komersial, namun Bug membuktikan bahwa Friedkin masih memiliki amunisi yang cukup untuk menghantarkan sebuah jalan cerita yang dipenuhi banyak momen-momen ketegangan yang mengganggu.

Film teranyar Friedkin, Killer Joe, menjadi film kedua dimana dirinya kembali bekerjasama dengan Letts. Diangkat dari drama panggung karya Letts berjudul sama, Killer Joe kembali menawarkan sebuah kisah thriller yang dipenuhi oleh karakter-karakter aneh yang mengganggu serta jalinan cerita penuh intrik yang jelas akan memenuhi ekspektasi mereka yang telah merasa terpuaskan oleh Bug. Dan layaknya Michael Shannon dan Ashley Judd di Bug, Friedkin juga mendapatkan dukungan penampilan akting yang fantastis dari jajaran pengisi departemen aktingnya di film ini. Sebuah kombinasi yang akan mampu membuat Killer Joe menjadi sebuah film yang begitu mengejutkan bagi setiap penontonnya.

Killer Joe sendiri dibuka dengan kisah mengenai seorang pemuda pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang, Chris Smith (Emile Hirsch), yang secara terburu-buru memasuki kediaman ayahnya. Kepada sang ayah, Ansel (Thomas Haden Church), Chris meminta bantuan untuk meminjaminya uang sebesar US$6 ribu guna melunasi hutangnya atau dengan konsekuensi dirinya akan dibunuh jika tidak mampu membayar hutang tersebut tepat waktu. Sayangnya, sang ayah tidak memiliki uang sebanyak itu. Jalan buntu? Tidak. Chris kemudian mengajukan proposal rencana untuk membunuh ibu kandungnya sendiri. Rencana itu ia ajukan karena Chris mengetahui bahwa ibunya memiliki asuransi kesehatan sebesar US$50 ribu yang akan diwariskan pada adik Chris, Dottie (Juno Temple), jika sang ibu meninggal dunia. Walau awalnya menolak, namun Ansel akhirnya menyetujui rencana tersebut – khususnya setelah juga mendapatkan persetujuan dari Dottie sendiri.

Pun begitu, Chris sama sekali tidak berencana untuk melakukan perbuatan tersebut dengan tangannya sendiri. Ia kemudian meminta bantuan kepada Joe (Matthew McConaughey), seorang anggota kepolisian yang di malam hari bekerja sebagai seorang pembunuh bayaran. Bayaran Joe yang sebesar US$25 ribu awalnya menjadi hambatan mereka untuk saling bekerjasama. Namun, setelah Joe mengajukan ide bahwa ia mau melakukan pekerjaan tersebut asal ia mendapatkan keperawanan Dottie – yang kemudian disetujui oleh Chris, rencana itu pun akhirnya kembali berjalan. Detik-detik menjelang pembunuhan sang ibu, Chris secara perlahan menyadari berbagai ide gila yang akan ia lakukan. Chris kemudian berniat membatalkan seluruh rencana tersebut… yang tentu saja kemudian mendapatkan sambutan ancaman kematian dari Joe.

Sebenarnya, Killer Joe secara sederhana dapat digambarkan sebagai sebuah drama kejahatan yang biasa. Namun, berkat dukungan karakter-karakternya yang membentuk sebagai sebuah susunan keluarga yang aneh dan paduan tema cerita seperti seks, kekerasan dan (banyak) kejutan berdarah, William Friedkin mampu menyajikan Killer Joe sebagai sebuah black comedy yang begitu menarik sekaligus menegangkan di setiap menit durasi penceritaannya. Beberapa bagian cerita, khususnya yang berkaitan dengan keterlibatan karakter Chris Smith dengan para bandar narkotika, memang hadir terlalu dangkal untuk mampu tampil meyakinkan. Pun begitu, friksi kecil tersebut sepertinya tidak akan mengganggu penonton untuk dapat menikmati berbagai sajian aneh yang hadir dalam film ini.

Sumber kekuatan utama film ini jelas terletak dari kualitas penampilan jajaran pengisi departemen akting yang sangat, sangat kuat. Matthew McConaughey, Emile Hirsch, Juno Temple, Thomas Haden Church dan Gina Gershon tampil dalam kapabilitas akting yang luar biasa gila dalam menterjemahkan karakter-karakter mereka yang memang dapat dideskripsikan sebagai deretan karakter yang sakit kejiwaannya. Momen paling brilian film ini berada di bagian akhir. Momen yang melibatkan kekerasan, teriakan, darah dan… potongan ayam goreng. Kelima pemeran Killer Joe juga mampu tampil dalam chemistry yang fantastis antara satu dengan yang lainnya. Kualitas departemen akting yang sangat solid!

Layaknya efek yang ditinggalkan oleh Bug, William Friedkin dan penulis naskah Tracy Letts mampu menggarap sebuah cerita yang akan begitu mampu memberikan kejutan yang hebat bagi para penontonnya. Dengan tema penceritaan yang begitu kelam, Friedkin mampu mengalirkan semangat kegelapan di dalam jalan ceritanya dengan begitu lancar sehingga setiap penonton akan mampu merasakan betapa menyakitkannya film yang baru saja mereka saksikan. Didukung dengan penampilan yang sangat fantastis dari Matthew McConaughey, Emile Hirsch, Juno Temple, Thomas Haden Church dan Gina Gershon, Killer Joe akan menjadi film yang tidak akan mudah untuk dilupakan begitu saja oleh para penontonnya.

popcornpopcornpopcornpopcorn popcorn2

Killer Joe (Voltage Pictures/Picture Perfect/Worldview Entertainment/ANA Media, 2012)

Killer Joe (Voltage Pictures/Picture Perfect/Worldview Entertainment/ANA Media, 2012)

Killer Joe (2012)

Directed by William Friedkin Produced by Nicholas Chartier, Scott Eibender Written by Tracy Letts (screenplay), Tracy Letts (play, Killer JoeStarring Matthew McConaughey, Emile Hirsch, Juno Temple, Gina Gershon, Thomas Haden Church, Marc Macaulay, Sean O’Hara Music by Tyler Bates Cinematography Caleb Deschanel Editing by Darrin Navarro Studio Voltage Pictures/Picture Perfect/Worldview Entertainment/ANA Media Running time 98 minutes Country United States Language English

About these ads
Comments
  1. GunMonkey says:

    Film kesukaan saya oleh William Friedkin adalah “To Live and Die in LA” dari tahun 1985. Sayangnya, ia telah berhenti membuat film ambisius. Juga, “Killer Joe” adalah film cukup baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s