silent-hill-revelation-header

Layaknya kebanyakan film yang diadaptasi dari permainan video lainnya, Silent Hill memenuhi takdirnya ketika dirilis pada tahun 2006: film tersebut mendapatkan begitu banyak cercaan dari para kritikus film dunia. Pun begitu, seperti kebanyakan film yang diadaptasi dari permainan video lainnya, Silent Hill mampu mengumpulkan total pendapatan sebesar US$90 juta dari bujet produksi sebesar US$50 juta selama masa edarnya. Seperti biasa, Hollywood lantas merencanakan sebuah sekuel untuk Silent Hill. Direncanakan semenjak akhir 2006, proses pembuatan sekuel tersebut mendapatkan begitu banyak hambatan sebelum akhirnya proses pengambilan gambar akhirnya benar-benar dapat dimulai pada Maret 2011 dengan Michael J. Bassett (Solomon Kane, 2009) menggantikan posisi Christophe Gans sebagai sutradara.

Dengan judul Silent Hill: Revelation dan mengadaptasi kisahnya dari seri ketiga permainan video Silent Hill produksi Konami, film ini melanjutkan seri sebelumnya dimana Rose Da Silva (Radha Mitchell) berhasil menyelamatkan puterinya, Sharon (Jodelle Ferland), dari kurungan Silent Hill meskipun dirinya harus selamanya terjebak disana. Kini, Sharon yang telah beranjak remaja (Adelaide Clemens), harus hidup berpindah-pindah tempat bersama ayahnya, Christopher (Sean Bean), guna menghindari kejaran anggota sekte Order of Valtiel yang berusaha untuk mendapatkannya untuk dibawa kembali ke Silent Hill. Sharon sendiri sama sekali tidak dapat mengingat masa lalunya bersama sang ibu. Ayahnya hanya mengungkapkan bahwa ibunya tewas dalam sebuah kecelakaan.

Dalam pelarian terakhir mereka, Sharon dan Christopher kini menggunakan nama dan identitas baru mereka, Heather dan Harry Mason. Sayangnya, pelarian tersebut tidak dapat berlangsung lama. Segera setelah mereka menempati kediaman baru, para anggota sekte Order of Valtiel berhasil menemukan lokasi keduanya dan bahkan kemudian berhasil menangkap Harry. Mau tidak mau, Heather harus berusaha untuk mengingat kembali berbagai kejadian yang ia alami bersama ibunya di Silent Hill sekaligus kembali lagi ke daerah tersebut untuk menemukan ayahnya. Bersama dengan Vincent (Kit Harrington) yang baru saja ia kenal, Heather lantas memulai perjalanannya untuk memasuki kota yang selama ini menghantui mimpi  buruknya tersebut.

Sayangnya, sama sekali tidak ada yang istimewa dalam Silent Hill: Revelation. Bahkan jika dibandingkan dengan seri pertamanya terdahulu, Silent Hill: Revelation terasa jelas mengalami penurunan kualitas penceritaan yang sangat signifikan. Walau sederhana dan cenderung klise, Silent Hill setidaknya masih mampu menghadirkan plot cerita yang runut untuk diikuti para penontonnya. Sementara itu, naskah yang ditulis oleh Michael J. Bassett untuk Silent Hill: Revelation tampak hanya berusaha untuk menghadirkan momen-momen menakutkan kepada penontonnya tanpa pernah berusaha untuk menyajikannya dalam sebuah tatanan penceritaan yang apik dan mampu mengalir dengan baik.

Tidak hanya dari segi cerita, Bassett juga terkesan sangat malas untuk memberikan karakter-karakternya berbagai latar belakang kisah yang setidaknya akan cukup mampu membantu para penonton – khususnya yang tidak familiar dengan permainan video Silent Hill – untuk memahami apa sebenarnya yang coba ia ceritakan di film ini. Kelemahan ini khususnya sangat terasa ketika karakter-karakter dari sekte Order of Valtiel dihadirkan dalam jalan cerita. Kebanyakan dari karakter-karakter tersebut – yang tampil dengan diselimuti tata rias yang membingungkan atau tanpa tampilan wajah sama sekali – terkesan hanya hadir untuk memberikan faktor kengerian pada penonton dengan tanpa pernah dijelaskan mengenai esensi dari arti kehadiran karakter tersebut pada jalan cerita secara keseluruhan.

Jika ingin memandang positif terhadap Silent Hill: Revelation, maka penilaian tersebut sepertinya hanya dapat disematkan pada departemen produksi film ini yang setidaknya berhasil menata penampilan film ini untuk mampu memberikan atmosfer cerita yang kelam kepada penonton. Penggunaan teknologi 3D pada tampilan visual film ini juga mampu disajikan dengan maksimal. Dari departemen akting rasanya tidak banyak yang dapat diberikan komentar mengingat deretan karakter yang hadir dalam jalan cerita film ini hampir seluruhnya disajikan secara dangkal. Nama-nama besar seperti Sean Bean, Carrie-Anne Moss, Martin Donovan hingga Malcolm McDowell seluruhnya tampil dalam porsi penceritaan yang sia-sia.

Bahkan dengan jalan cerita yang cenderung klise dan sederhana, Silent Hill harus diakui mampu hadir sebagai sebuah sajian film horor yang berhasil tampil memikat dengan tampilan visualnya yang kuat serta jalan ceritanya yang mampu mengalir dengan baik. Sayangnya, kualitas tersebut sama sekali tidak dapat ditemukan pada Silent Hill: Revelation. Michael J. Bassett yang menggantikan posisi Christophe Gans sekaligus bertindak sebagai penulis naskah film ini sama sekali tidak mampu menghadirkan sebuah penceritaan yang menarik dengan elemen-elemen horor yang sanggup berdiri sejajar dengan seri terdahulu film ini. Di bidang tampilan visual dan penggunaan teknologi 3D, Silent Hill: Revelation bisa saja tampil unggul. Namun dengan jalan penceritaan yang terlalu datar dan jauh dari kesan menarik, Silent Hill: Revelation jelas lebih sering akan terasa membosankan daripada mampu memberikan sensasi horor yang maksimal kepada para penontonnya.

popcornpopcorn popcorn3 popcorn2popcorn2

Silent Hill: Revelation (Anibrain Digital Technologies/Davis-Films/Konami/Silent Hill 2 DCP, 2012)

Silent Hill: Revelation (Anibrain Digital Technologies/Davis-Films/Konami/Silent Hill 2 DCP, 2012)

Silent Hill: Revelation (2012)

Directed by Michael J. Bassett Produced by Don Carmody, Samuel Hadida Written by Michael J. Bassett Starring Adelaide Clemens, Kit Harington, Sean Bean, Carrie-Anne Moss, Malcolm McDowell, Martin Donovan, Radha Mitchell, Deborah Kara Unger, Erin Pitt, Heather Marks, Roberto Campanella, Peter Outerbridge, Jefferson Brown, Rachel Sellan, James Kirchner, Liise Keeling, Michael Cota, Jordan Clark, Anna Cyzon, Jordan Harris, Shara Kim Music by Jeff Danna, Akira Yamaoka Cinematography Maxime Alexandre Editing by Michele Conroy Studio Anibrain Digital Technologies/Davis-Films/Konami/Silent Hill 2 DCP Running time 94minutes Country Canada, France Language English

About these ads
Comments
  1. billy says:

    wuah, film ini benar2 menyimpang dari game-nya:
    versi game kira2 ceritanya begini (sori kalo ada yg salah, soalnya udah agak lupa, udah lama banget), seorang pria bernama Harry Mason terjebak bersama puterinya Cherryl Mason di Silent Hill, akhir game si Harry bersama Cybill lari dari Silent Hill membawa bayi perempuan anak dari Alessa. cerita berlanjut ke Silent Hill 3, dimana bayi tersebut tumbuh dewasa menjadi gadis bernama Heather. Dia kembali berpetualang ke Silent Hill untuk mencari ayahnya yg tiba2 menghilang dan hanya meninggalkan petunjuk ttg Silent Hill. Harry Mason ditemukan oleh Heather sudah tewas bersimbah darah(di tengah2 game).

  2. fahmi says:

    Yang di game 3 kayaknya lebih seru terakhirnya ada yang lawan creature guede buanget ngeliat nya aja serem eh yang di revelation terakhirnya duel udah kayak street fighter aja tuh game :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s