Well heythere’s another Joseph Gordon-Levitt movie making rounds at the theatres. Dalam Looper yang disutradarai oleh Rian Johnson (The Brothers Bloom, 2009), Gordon-Levitt –hadir dalam tata rias yang hampir membuatnya sama sekali tidak dapat dikenali – memerankan sesosok karakter pemuda bernama Joe yang bekerja sebagai seorang pembunuh bayaran – atau, seperti istilah yang digunakan oleh masyarakat Amerika Serikat di tahun 2044, dikenal sebagai looper. Dikisahkan, di masa yang akan datang, mesin perjalanan waktu telah ditemukan, namun kemudian dianggap sebagai sebuah teknologi yang ilegal oleh pemerintah. Para mafia kejahatan kemudian memanfaatkan teknologi yang terabaikan tersebut sebagai perangkat kejahatan mereka: mereka mengirimkan orang-orang yang ingin mereka bunuh ke masa sekarang untuk kemudian dibunuh oleh para looper yang sekaligus menghilangkan jejak orang tersebut sama sekali.

Pun begitu, nasib para looper ternyata dapat saja berakhir sekelam seperti orang-orang yang mereka bunuh. Ketika para mafia memutuskan bahwa kontrak kerja seorang looper telah berakhir – atau mereka dianggap tidak lagi dibutuhkan bagi organisasi tersebut – para looper di masa yang akan datang juga akan dikirimkan ke masa sekarang untuk dibunuh… oleh dirinya sendiri. Dan hal itulah yang terjadi pada Joe: para mafia di masa yang akan datang mengirimkan versi 30 tahun lebih tua dari dirinya (Bruce Willis) untuk ia bunuh. Lengah, versi tua dari diri Joe akhirnya berhasil melarikan diri. Hasilnya, kini Joe yang berbalik menjadi buruan karena gagal dalam melaksanakan tugasnya.

Jika film ini berada di tangan sutradara dengan reputasi yang lebih besar lagi – seperti Christopher Nolan atau… errr… Len Wiseman – penonton dipastikan akan menyaksikan Looper dalam tampilan visual yang lebih spektakuler. Rian Johnson, di sisi lain, menyajikan sebuah tatanan penceritaan yang berbeda bagi filmnya yang bertemakan time travel. Tanpa mengenyampingkan kualitas tampilan visual dari Looper – yang merupakan sebuah kenaikan kelas dalam resume film Johnson namun jelas terlihat begitu sederhana jika dibandingkan dengan film-film blockbuster bernuansa time travel lainnya – Johnson lebih memilih untuk menekankan sisi penceritaan drama dalam filmnya. Dan hal tersebut mampu ia lakukan dengan baik. Johnson tidak hanya sekedar menyusun sebuah drama aksi yang memikat, namun ia juga mampu menyelipkan berbagai sindiran terhadap struktur sosial masyarakat modern saat ini dengan cara yang begitu meyakinkan.

Penyusunan drama Looper sendiri dimulai oleh Johnson dengan memberikan narasi mengenai latar belakang dari profesi seorang looper, berbagai aturan yang berlaku di dunia kelam pekerjaan tersebut hingga akhirnya mengerucut dan menyinggung mengenai latar belakang kehidupan karakter utamanya, Joe, serta bagaimana ia menghabiskan keseharian hidupnya. Pembangunan basis cerita inilah yang kemudian menjadikan Looper terlihat begitu kuat dalam bercerita dalam kelanjutannya. Johnson mampu mengenalkan konsep cerita yang ia ingin sajikan kepada penontonnya dengan jelas serta tanpa melalui narasi yang terlalu bertele-tele sehingga penonton kemudian dapat dengan mudah menyerap berbagai informasi dan akhirnya menerima konsep time travel yang ditawarkan oleh Johnson. Cerdas.

Bagian terlemah film ini berada di bagian pertengahan ceritanya. Setelah konflik awal dibuka yang kemudian berujung dengan berbagai adegan aksi yang berdarah, Johnson kemudian mulai membangun sebuah konflik dan potongan teka-teki baru untuk diarahkan sebagai pembuka dari akhir cerita film ini. Di bagian ini – yang melibatkan beberapa karakter baru yang diperankan oleh Emily Blunt dan aktor cilik, Pierce Gagnon, serta memiliki plot cerita yang lebih baik disimpan secara rapat – Johnson kehilangan sedikit keseimbangan dalam pengaturan ritme berceritanya. Untungnya hal tersebut tidak berjalan terlalu lama. Kemunculan konflik puncak di babak akhir cerita, yang ditambah dengan penampilan solid dari Blunt dan Gagnon, membuat Looper dengan mudah kembali hadir dengan intensitas cerita yang meninggi.

Beberapa peran pendukung memang dihadirkan dengan karakterisasi yang begitu terbatas sehingga terkesan tidak begitu penting kehadirannya dalam jalan cerita Looper. Pun begitu, peran-peran utama yang dihidupkan oleh Joseph Gordon-Levitt, Bruce Willis, Emily Blunt dan Pierce Gagnon mampu hadir dengan begitu kompleks dan kuat. Karakter Joe yang diperankan oleh Gordon-Levitt jelas akan mampu tampil istimewa diantara deretan karakter yang pernah ia perankan sebelumnya. Memiliki karakter yang kelam namun penuh dengan rasa kesendirian yang menghantui dirinya, Gordon-Levitt berhasil membawakan karakter Joe dengan sempurna. Willis sendiri memang jelas terlihat berada di zona nyamannya dengan jalan cerita Looper yang bernuansa dan membutuhkan dirinya untuk beradegan aksi. Dan ia sekali mampu menunjukkan kapabilitasnya sebagai seorang aktor drama aksi yang handal. Peran-peran pendukung lainnya yang dihadirkan oleh Jeff Daniels, Paul Dano, Noah Segan sampai Piper Perabo juga semakin menambah kompleksitas kualitas jalan cerita yang dihadirkan Looper.

Walau sama sekali bukanlah sebuah film yang berhasil menawarkan sebuah terobosan baru dalam jalan ceritanya, Rian Johnson jelas telah berhasil menghantarkan sebuah karya dengan kualitas yang semakin jarang untuk ditemukan akhir-akhir ini: sebuah karya yang cerdas namun tetap mampu hadir dengan elemen hiburan yang berkelas. Keberhasilan tersebut jelas didapat Johnson dari perpaduan naskah cerita yang diisi dengan begitu banyak intrik yang kemudian disajikan secara lugas, jajaran departemen akting yang berhasil menghidupkan setiap karakter dengan begitu baik, tampilan visual yang meyakinkan dan, tentu saja, eksekusi dari Johnson yang jelas terlihat sebagai seorang sutradara yang mampu bercerita dengan baik. Jangan heran jika nama Rian Johnson menjadi salah satu nama sutradara Hollywood yang akan diincar oleh banyak produser untuk menghasilkan film-film blockbuster di masa yang akan datang. Looper yang akan menghantarkan Johnson ke tingkat tersebut.

Looper (DMG Entertainment/Endgame Entertainment/FilmDistrict/Ram Bergman Productions, 2012)

Looper (2012)

Directed by Rian Johnson Produced by Ram Bergman, James D. Stern Written by Rian Johnson Starring Joseph Gordon-Levitt, Bruce Willis, Emily Blunt, Paul Dano, Noah Segan, Piper Perabo, Jeff Daniels, Pierce Gagnon, Qing Xu, Tracie Thoms, Frank Brennan, Garret Dillahunt, Nick Gomez, Marcus Hester Music by Nathan Johnson Cinematography Steve Yedlin Editing by Bob Ducsay Studio DMG Entertainment/Endgame Entertainment/FilmDistrict/Ram Bergman Productions Running time 118 minutes Country United States Language English

 

 

 

About these ads
Comments
  1. Gugus Adab says:

    yeh..akhir- akhir ini menurut saya kualitas film holli gak menurun. Selalu ada inovasi dan kesan tersendiri tiap tahunnyya yg tidak bisa dnikmati tahun2 terdahulu.Coba saja mas bandingkan film berkualitas tahun dahulu dgn skrng. trus di compare.Jumlahnya juga seimbang..

  2. arfebrina says:

    Saya sama sekali tidak menyangka jalan ceritanya jadi seperti itu! What a nice twist!
    Meskipun di pertengahan cerita saya sedikit ngantuk dan bingung kenapa muka JGL agak berbeda di sini…

  3. Gugus Adab says:

    itu bibirnya ditarik pake jepitan jemuran, biar mirip wills :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s