Apakah sebuah tarian dapat mengubah cara pandang dunia terhadap satu permasalahan? Well… jika Anda hidup di dalam jalan cerita film yang merupakan instalasi keempat dari franchise Step Up yang diberi judul Step Up Revolution… sepertinya tidak ada hal yang tidak mungkin dilakukan. Disutradarai oleh Scott Speer yang menggantikan posisi John M. Chu yang kali ini hanya bertugas sebagai seorang produser, Step Up Revolution sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru dalam jalan ceritanya. Sebuah hal yang sangat mudah ditebak, mengingat Step Up merupakan sebuah franchise yang sepertinya hanya berfokus untuk menghadirkan deretan adegan koreografi tari mengagumkan dalam jalan ceritanya daripada memikat penonton dengan jalan cerita, dialog maupun penampilan akting yang kuat. Namun… apakah kekuatan tersebut masih dapat diandalkan dalam seri keempat kali ini?

Seperti seri-seri sebelumnya, Step Up Revolution mengisahkan tentang pertemuan seorang pria tampan yang bertubuh atletis bernama Sean (Ryan Guzman) dengan seorang gadis cantik bernama Emily (Kathryn McCormick). Sean adalah seorang pemimpin kelompok tari flash mob – sebuah bentuk tarian berkelompok yang diadakan di sebuah lokasi dan biasanya berlangsung secara tiba-tiba – profesional. Ia dan kelompoknya yang menamakan diri mereka sebagai The MOB sedang berjuang untuk meraih popularitas lewat sebuah kontes yang diadakan via YouTube. Sementara itu, Emily adalah seorang puteri pengusaha sukses, William Anderson (Peter Gallagher), yang juga sedang berusaha menjadi seorang penari kontemporer profesional. Kecintaan keduanya atas dunia tarilah yang kemudian mempertemukan dan mendekatkan keduanya.

Konflik mulai muncul ketika perusahaan milik ayah Emily berniat untuk membeli dan menghancurkan daerah tempat tinggal Sean dan teman-temannya untuk kemudian dijadikan sebuah wilayah pusat bisnis. Tidak ingin mengecewakan Sean dan teman-temannya, Emily kemudian datang dengan sebuah ide agar flash mob yang dilakukan oleh The MOB lebih menonjolkan sebuah pesan sosial daripada hanya tarian belaka untuk membantu menggugah perhatian banyak orang agar lebih mempedulikan terhadap apa yang akan terjadi di wilayah mereka. Dan mereka berhasil! Dunia memperhatikan tarian The MOB dan menangkap pesan mereka untuk menyelamatkan lingkungan tersebut dari tangan para kapitalis. Tentu saja, permasalahan tidak akan berhenti di situ saja. Sebuah masalah kemudian kembali muncul yang akan membuat karakter Emily dan Sean sepertinya tidak akan menyatu, karakter Emily dan ayahnya saling beradu argumen, permasalahan dalam karir dan persahabatan mereka dan bla… bla… bla… hingga akhirnya sebuah tarian datang dan menyelesaikan sebuah masalah.

Yeahwell… setelah tiga seri terus menerus mempertahankan dominasi kekuatan penampilan koreografi tari daripada berusaha untuk memperbaiki departemen penulisan naskah cerita dan penampilan akting, jelas terlihat bahwa Step Up Revolution terasa sedikit menjemukan di banyak bagiannya. Dengan mata tertutup, penonton dapat dengan mudah menjelaskan apa yang terjadi pada para karakter yang hadir di dalam jalan cerita, konflik yang kemudian muncul sekaligus bagaimana mereka menyelesaikan permasalahan tersebut. Klise. Beberapa orang jelas akan berargumen bahwa franchise Step Up bukanlah sebuah seri film yang layak untuk ditanggapi secara serius. Murni hanya dihadirkan sebagai sebuah hiburan yang hadir melalui berbagai koreografi tari dahsyat yang disajikan di dalamnya. Yeah right… naskah cerita tetaplah adalah sebuah bagian penting dari sebuah presentasi film. Dan ketika naskah cerita sebuah film tampil sangat lemah, sebuah film dijamin akan terlihat begitu melelahkan seiring berjalannya durasi film, tidak peduli semanis apa polesan audio visual yang berusaha disajikan untuk menutupi kelemahan tersebut. Seperti yang terjadi pada film ini.

Dan kemudian ada departemen akting film yang… well… tampil sama lemahnya. Bahkan lebih lemah daripada kekuatan departemen akting seri Step Up ssebelumnya. Terlepas dari penampilan mereka yang atraktif, Ryan Guzman sama sekali tidak memiliki chemistry yang hangat dengan pasangan mainnya, Kathryn McCormick. Karakter-karakter lain yang dihadirkan di film ini cenderung hanya hadir sebagai pemanis kerumitan adegan belaka – termasuk Peter Gallagher, satu-satunya nama yang paling dikenal diantara jajaran pemeran film ini. Apakah mereka menghadirkan penampilan akting buruk? Mungkin saja. Namun penulisan karakter setiap tokoh di film ini jelas juga tidak membantu banyak ketika setiap karakter yang hadir hanya ditampilkan dalam kapasitas seadanya saja.

Mengandalkan tata koreografi tari? Well… penonton sepertinya telah melihat tata koreografi yang lebih baik dari apa yang ditampilkan dalam Step Up Revolution. Jangan salah. Tata koreografi yang disusun oleh koreografer-koreografer tari kelas dunia seperti Jamal Sims, Christopher Scott, Chuck Maldonado dan Travis Wall untuk film ini masih mampu tampil memikat – dan tetap menjadi satu-satunya kualitas utama film ini. Namun sama sekali tidak istimewa. Pemanfaatan teknologi 3D yang dahulu dapat hadir maksimal dalam Step Up 3D (2010) juga sangat jauh berkurang pada seri kali ini. Ditambah dengan kurangnya dukungan lagu-lagu yang lebih catchy dalam mengiringi setiap tampilan koreografi tari dalam film ini, Step Up Revolution jelas menunjukkan bahwa franchise Step Up benar-benar membutuhkan sebuah revolusi nyata agar mampu tetap bertahan.

Adalah sangat mudah untuk menempatkan Step Up Revolution sebagai bagian terlemah dari empat seri film yang berada dalam franchise Step Up. Kualitas penulisan naskah cerita film ini jelas tidak beranjak kemana-mana, bahkan cenderung semakin melemah. Hal yang sama jelas tercermin dari kualitas penampilan akting para jajaran pemerannya serta penampilan tata koreografi tari dalam film ini. Bukannya sama sekali kehilangan unsur menghiburnya, namun setelah beberapa kali dihadirkan unsur yang sama dan sama sekali tidak mengalami perkembangan, formula yang disajikan dalam franchise Step Up mulai terasa menjemukan. Sajian yang segera terlupakan beberapa menit setelah film ini habis masa tayangnya.

Step Up Revolution (Offspring Entertainment/Summit Entertainment, 2012)

Step Up Revolution (2012)

Directed by Scott Speer Produced by Eric Feig, Jennifer Gibgot, Adam Shankman, Patrick Wachsberger Written by Jenny Mayer (screenplay), Duane Adlers (characters) Starring Kathryn McCormick, Ryan Guzman, Adam Sevani, Misha Gabriel, Peter Gallagher, Stephen “tWitch” Boss, Chadd “Madd Chadd” Smith, Tommy Dewey, Cleopatra Coleman, Megan Boone, Sean Rahill, Mari Koda, Phillip “Pacman” Chbeeb, Justin “Jet Li” Valles, Celestina Aladekoba, Nolan Padilla, Angeline Fioridella Appel, Mia Michaels, Bebo Music by Aaron Zigman Cinematography Karsten Gopinath Editing by Ben Howdeshell, Steve Ngo Studio Offspring Entertainment/Summit Entertainment Running time 99 minutes Country United States Language English

 

 

 

About these ads
Comments
  1. marco_ezen says:

    Anda salah.. saya rasa anda sangat salah!! maaf . Tapi Step Up 4 adalh film dance terbaik yg pernah ada, ploit cerita sangat fresh , romantic dan coreo nya dapat dgambarkan dgn baik, sangat cocok dengan Perkembangan Jaman skrang yg serba online…

    • MRPBlog says:

      Yang nentuin salah atau bener mank bro ya…? wkwkwk… XD

      Itulah pilem, sangat SUBJECTIVE. Nggak ada salah atau bener, tapi cocok nggak cocok sama yg nonton. XD

  2. aydi says:

    Penentu betul ato salahnya jlas bkn marco_ezen atopun Mas Amir…itulah opini…
    saya sndiri tidak setuju review di atas, krn mnurut saya cerita Step Up Revolution ini setidaknya sala satu yg terbaik dari instalasi Step Up (blm mnonton yg ke dua)…keterkaitannya dg tujuan dari gerakan mob ‘to be heard’, dan akhirnya message apa yg mrk pengen buat heard itu jd poin yg bikin Step Up ini punya cerita yg lebi mendalam dibanding dance movie yg perna saya tonton2 (itu cma instalasi SU minus yg kedua tadi + Street Dance 2 sbtulnya wkwkwkwkkkk)…seinget saya ni pertama kalinya mneteskan airmata terharu saat mnonton sbuah dance movie….tadinya ga pernah dan anggep itu wajar krn mikirnya “klo mo mewek2an maa nonton aja drama korea!” wuahahahaha…
    mo komen ama statement
    Dengan mata tertutup, penonton dapat dengan mudah menjelaskan apa yang terjadi pada para karakter yang hadir di dalam jalan cerita, konflik yang kemudian muncul sekaligus bagaimana mereka menyelesaikan permasalahan tersebut.
    naah itu ‘salah’ Mas Amir, suda tau ni dance movie jgn ekspek cerita yg buat kita terus bertanya-tanya pnasaran ampe saat trakhir spt wkt nonton Inception misalnya…tp nikmati scenes dance yg uda ‘susa payah’ dikreasikan maker dan casts film itu dg MATA TERBUKA tentunya hahahahahahaa
    stuju soal opini ttg aksi dansanya yg ga semenakjubkan Step Up 3 yg masi terbayang-bayang loo, makanya hepiii sama cameo castsnya di ending apalagi si Moose yg sbg cameo dpt screentime lumayan ada dialognya pula! :D
    tp saya pikir suppose to be like that, krn klo yg SU 3 kan emang ttg kompetisinya…sdang ini justru ceritanya gmn mrk bisa dpt ‘modal’ utk ikut kompetitsi itu…dan mnurut saya ‘kekurangan’ itu tergantikan ama kolaborasi DJ, art graphic, dll…
    wkt scene mrk lagi planning utk ‘nembus’ spy mrk bisa show, waa serasa nonton Mission Impossible, tp ni tujuannya ‘cma’ how they can perform 
    salut ekpresi ‘cinta’ M.Cho dg tari2an melalui instalasi Step Up ini…

  3. nurfaisyah says:

    numpang baca review nya dan beberapa komentar untuk mencari referensi sebelum menonton filem tersebut

  4. sisomplak says:

    menurutku ini film terbaik step up,dance2 nya sangat beralur,bahasa tubuh tarian mereka sangat menceritakan…tak perlu banyak jalan cerita,kalo tarian mereka bisa bercerita tentang alur yang ingin disampaikan…tarian terakhir sean dan emely,hampir membuat ku,meneteskan air mata….so romantic,so sad,so huaaaaaaaaaaaaaaaaa

    • aydi says:

      stujuu, ‘Revolution’ ini paling layak utk dikatakan DANCE MOVIE, a good ones ~imo~
      scr performance dance di sini yg paling bercerita message dari film ini…

  5. rouju says:

    He he, Gw rada setuju sama review karena, subjektif ya, Gw mengharapkan dari sebuah film itu pesan yang bagus dan realistis. Gw pesmistis dan walau endingnya tidak terlalu happy, tetap muluk dan kalo soal dance, karena memang bukan penggemar dance mau sebagus apapun koreo-nya cuma jadi tambahan aja. Tidak istimewa.

    • aydi says:

      pantes aja mungkin uda ga cukup minat utk merhatiin gmn performances dance di sini ‘menyampaikan pesan bagus’ dari film ini, mdh2n ga trulang lagi ‘saat2 memprihatinkan’ ituu (berpuluh mnit nonton film yg temanya->dance<- ga mnarik minat kitaa)… =)
      tari tuh identik ama sesuatu yg artifisial emaang, jd klo dari dance movie ngarepin bgt kerealitisaaaan uhmmm…. ~garuk kpala wkwwkwkkkkk~

  6. vheeca says:

    kebetulan baru aja nonton,,, untuk reviewnya gak seburuk itu deh,, kalau “kurang” iya… dibanding SU 3 .
    mempersingkat penjelasan,, setuju sama koment aydi . :D

  7. wulan says:

    saya penggemar berat step up juga :) cuma dari 4 film, memang ini yg paling ga rame, jalan ceritanya mudah ditebak :)

  8. aydi says:

    liat poster aja kbayang-bayang gmn smangatnya wkt nonton ( ;) serasa nari jg), sama skali gada kpengenan bakal ditebak2i kaya wkt mo nonton Inception xixixiixi…
    ee ternyata ceritanya punya ‘beda’ sama sblmnya yg melulu bout dance kompetition (klo yg kedua gatau blm nonton), tp nitikberatin how they can perform to be HEARD by people as much as possible…trus akhirnya mrk ‘brubah’ utk bikin perform mrk lebi meaningful khususnya tuk masyarakat skitar…itu jadi nilai lebiii, so the movie higher than my expectation!

  9. g mau banyak comment …. aku rasa film step up revolution ini kerennnnn bgttttttttttttt…… dance nya juga okee,,, ceritanya juga gampangg di cernaa pokok nna KERENNN ddah

  10. Adryan dan says:

    persepsi orang berbeda-beda cuy.

  11. ryan says:

    Judul lagu scene terakhir apaan yah ? Klo bs kasih link’nya dong

  12. Gugus Adab says:

    untuk sebuah kisah film, memang benar di antara film- film step up, film ini sangat lemah dalam cerita. Namun film ini merupakan film yg paling banyak mengeksplore sebuah seni dance. Toh maksud dibuat film ini untuk melihat seni dance dalam cinema. Akan cukup mengecewakan bagi pencinta film namun sangat memuaskan untuk dancer atau pencinta2 dance.

  13. Satria biru says:

    wahhhhh, cape de bagusan IRON MAN atau AVENGERS SEruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu! Sori dekomen gua soalnya saya lebih suka nonton SALAH POPPING real…………..the best dancer. Ga di buat-buat realllllllllllllllllllllllllllllllllll……..macam Hulk bisa banting-banting tuh penjahat hihihihihi

  14. Satria biru says:

    BTW……saya suka ama-komen dan Sinopnya admin……GOO:DDDDDDDD Ga nonton pun dah mengerti ……………………….i TRIMS

  15. nisa says:

    Memorable thing dari film ini menurut saya terletak saat mereka melakukan Flash Mob diawal hingga pertengahan film, terlepas dari itu keseluruhan cerita biasa saja. Bahkan adegan dance terakhir menurut saya kurang klimaks dan tidak memorable. :)

  16. jovi says:

    yeahhh…saya pecinta film2 step up,dr ptma mpek 4ni nonton semua. yg trkenang stlah nonton mah nama2 pemeran utama cowok duank.ganteng sih wkwkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s