Ketika dirilis pada tahun 2005, Batman Begins yang diarahkan oleh Christopher Nolan berhasil membersihkan imej karakter pahlawan tersebut dari kegagalan besar yang disebabkan oleh Joel Schumacher dengan Batman & Robin (1997) yang sempat dianggap telah mematikan potensi perkembangan franchise tersebut secara keseluruhan. Tidak hanya itu, atmosfer kelam dan cenderung depresif yang ditampilkan dalam penceritaan Batman Begins yang diarahkan Nolan kemudian memberikan pengaruh besar bagi banyak adaptasi kisah-kisah superhero yang muncul setelahnya, bahkan hingga saat ini. Kini, tujuh tahun setelah perilisan Batman Begins dan empat tahun selepas perilisan sekuelnya, The Dark Knight (2008), yang fenomenal itu, Nolan melengkapi trilogi The Dark Knight-nya dengan merilis The Dark Knight Rises: sebuah bagian yang nantinya mungkin akan dikenal sebagai bagian terkelam, termegah sekaligus terambisius dari trilogi The Dark Knight arahan Nolan. Tapi apakah The Dark Knight Rises akan menjadi bagian terbaik?

Dengan naskah cerita yang masih ditulis oleh Christopher dan Jonathan Nolan, The Dark Knight Rises menggunakan latar belakang waktu delapan tahun setelah berbagai peristiwa yang terjadi pada The Dark Knight. Kedamaian dan keteraturan kini telah menjadi bagian dalam kehidupan warga Gotham City di keseharian mereka. Pun begitu, dengan berbagai tragedi yang menimpa dirinya – dan ditambah dengan kebencian masyarakat Gotham City yang masih menudingnya sebagai penyebab kematian Harvey Dent – Bruce Wayne (Christian Bale) memilih untuk menjauhkan dirinya dari berbagai kegiatan dunia luar. Bahkan bujukan pelayan setianya, Alfred Pennyworth (Michael Caine), agar Bruce mau keluar dan mencari suasana baru untuk membantunya melupakan masa lalu tidak mampu membuat Bruce bergeming dari pertapaannya.

Adalah seorang pencuri cantik bernama Selina Kyle (Anne Hathaway) – setelah mencuri sebuah kalung permata dari kediaman Bruce – yang akhirnya membangunkan Bruce dari pertapaannya. Dari jejak Selina, Bruce akhirnya diarahkan ke seorang pemimpin teroris sadis bernama Bane (Tom Hardy) yang berniat untuk merebut kekuasaan di Gotham City dengan cara, salah satunya, dengan mengambilalih seluruh aset kekayaan yang dimiliki Bruce melalui perusahaannya, Wayne Enterprises. Untuk mencegah Wayne Enterprises jatuh ke tangan yang salah, Bruce kemudian meminta bantuan salah seorang direktur perusahaannya, Miranda Tate (Marion Cotillard), untuk melindungi seluruh aset perusahaan. Namun, Bane telah memiliki rencana lain yang tidak hanya akan menguji ketahanan fisik Bruce sebagai Batman, namun juga menguji ketahanan mentalnya sebagai seorang manusia.

Christopher Nolan jelas berniat menembus banyak batasan penceritaan untuk menghadirkan sebuah jalan penceritaan yang megah bagi seri terakhir dalam trilogi The Dark Knight Rises yang ia arahkan. Keambisiusan tersebut jelas terlihat dari naskah cerita yang ia tulis bersama Jonathan Nolan yang tidak hanya menghadirkan deretan karakter yang sangat kompleks dengan berbagai permasalahan pribadinya namun juga turut menyajikan berbagai isu yang menyentuh struktur kehidupan politik dan ekonomi modern dalam jalan ceritanya. Sebuah langkah yang berani, tentu saja, namun sayang pada beberapa sudut penceritaan, Nolan gagal mengembangkan ide-ide yang ingin ia cetuskan menjadi jalan penceritaan yang mampu terdeskripsikan dengan baik. Hasilnya, ide-ide brilian Nolan seperti disajikan dengan persiapan yang kurang matang.

Kebanyakan dari konsep yang kurang matang tersebut datang dari deretan karakter baru yang dihadirkan Nolan dalam jalan cerita The Dark Knight Rises. Yang paling sia-sia jelas kehadiran karakter Deputy Commissioner Peter Foley yang diperankan Matthew Modine yang hingga di akhir cerita tidak pernah benar-benar mendapatkan penjelasan mengenai kegunaannya di dalam jalan cerita The Dark Knight Rises. Karakter Miranda Tate yang diperankan oleh Marion Cotillard juga seringkali tidak mampu disajikan dengan menarik. Walaupun karakter tersebut memegang peranan penting di bagian akhir film, namun karakter Miranda Tate seperti terpendam begitu saja di awal hingga pertengahan cerita guna menunggu fungsi utamanya dipergunakan di bagian selanjutnya.

Pun begitu, 165 menit dari presentasi The Dark Knight Rises tidak pernah benar-benar tampil melelahkan untuk diikuti – walau tetap saja beberapa bagian seharusnya dapat dihilangkan dan memperpendek durasi film ini – sebagian besar berkat penampilan para pengisi departemen akting film ini. Anne Hathaway, Michael Caine dan Tom Hardy jelas adalah tiga nama yang paling bersinar penampilannya dalam The Dark Knight Rises. Hathaway beruntung dianugerahi karakter yang benar-benar berwarna seperti Selina Kyle. Selina adalah sesosok karakter yang berada di persimpangan antara seorang protagonis dan antagonis dengan karakteristik menggoda sekaligus selera humor yang kuat. Dan Hathaway benar-benar mampu menghidupkan karakter Selina Kyle dengan sempurna sehingga diantara deretan karakter lain yang bernuansa kelam, karakter Selina Kyle mampu mencuri perhatian di setiap kehadirannya. [Catatan: Walau mengenakan kostum, Nolan tidak pernah benar-benar mereferensikan Selina Kyle sebagai seorang Catwoman, walau pada satu adegan terpampang tulisan di sebuah harian yang menunjuk Selina Kyle sebagai seorang cat burglar.]

Tentu saja, setelah penampilan fantastik Heath Ledger sebagai The Joker dalam The Dark Knight, banyak orang yang akan menunggu penampilan Hardy sebagai Bane dan kemudian membandingkan antara keduanya. Well… The Joker dan Bane adalah dua karakter yang berada dalam tingkatan yang berbeda. Katika The Joker tampil sadis dan impulsif dalam setiap tindakannya, Bane adalah sesosok karakter antagonis yang selalu memperhitungkan dengan baik setiap tindak-tanduknya, walaupun tetap hadir dengan tingkat kesadisan yang sama. Dengan penampilan fisik yang berubah, Hardy mampu merepresentasikan kedinginan dan kesadisan jiwa Bane dengan begitu baik – walau kadang efek suara yang diberikan kepada karakter ini hampir terdengar sama menggelikannya dengan efek suara yang dikenakan pada karakter Batman.

Dan kemudian ada Michael Caine yang memerankan karakter Alfred Pennyworth. Adalah sangat, sangat menyenangkan untuk menyaksikan karakter ini akhirnya diberikan sebuah kesempatan besar untuk tampil bersinar setelah pada dua seri sebelumnya, karakter Alfred Pennyworth hadir hanya sebagai pendukung belaka. Dalam The Dark Knight Rises, Nolan memberikan kesempatan bagi karakter ini untuk mengeluarkan sisi emosionalnya. Dan Caine, seorang aktor watak yang handal, jelas dapat mendeskripsikan momen penting tersebut dengan sempurna. Penampilan Caine sebagai Alfred Pennyworth dalam The Dark Knight Rises menjadi salah satu momen emosional terkuat yang pernah hadir dalam trilogi The Dark Knight arahan Nolan. Tanpa berniat untuk mengecilkan peran-peran para pengisi departemen akting lainnya, The Dark Knight Rises juga menampilkan penampilan terbaik dari Christian Bale, Joseph Gordon-Levitt, Marion Cotillard, Morgan Freeman dan Gary Oldman. Beberapa penampilan singkat dari Cillian Murphy, Liam Neeson dan Juno Temple juga mampu hadir dan mencuri perhatian.

Yang juga berhasil mencuri perhatian semenjak awal The Dark Knight Rises berjalan jelas adalah tata musik arahan Hans Zimmer – yang di seri kali ini bekerja sendirian tanpa kehadiran James Newton Howard. Tata musik arahan Zimmer mampu membuat setiap adegan dalam The Dark Knight Rises menjadi begitu megah. Tata musik Zimmer juga yang berhasil membuat banyak momen dalam The Dark Knight Rises terasa lebih hidup dan mengesankan. Bagian tata produksi lainnya juga semakin memperkuat penampilan keseluruhan dari The Dark Knight Rises, walaupun mereka yang mengharapkan sebuah pertunjukan special effect yang spektakuler dari The Dark Knight Rises mungkin akan cukup kecewa mengingat Nolan terkesan tidak begitu berapi-api dalam mempresentasikan special effect dalam The Dark Knight Rises.

Sebenarnya, bahkan tanpa membandingkan The Dark Knight Rises dengan seri sebelumnya yang dipuji luas itu, adalah cukup mengherankan melihat Christopher Nolan hadir dengan sebuah presentasi cerita yang ‘setengah hati’ seperti The Dark Knight Rises. Benar bahwa naskah yang ia tulis bersama Jonathan Nolan mampu menangkap banyak ide-ide cemerlang yang kuat, namun sayangnya, Nolan justru gagal untuk mengeksekusinya secara lebih mengesankan lagi. Sederhananya, The Dark Knight Rises memiliki ide penceritaan yang mampu melampaui dua seri sebelumnya namun berada satu langkah di belakang Batman Begins dan The Dark Knight dalam hal presentasi ceritanya. Pun begitu, The Dark Knight Rises adalah sebuah sajian penutup yang solid bagi trilogi spektakuler yang dipersembahkan oleh seorang jenius bernama Christopher Nolan.

The Dark Knight Rises (Warner Bros. Pictures/DC Entertainment/Legendary Pictures/Syncopy, 2012)

The Dark Knight Rises (2012)

Directed by Christopher Nolan Produced by Christopher Nolan, Charles Roven, Emma Thomas Written by Christopher Nolan, Jonathan Nolan (screenplay), Christopher Nolan, David S. Goyer (story), Bob Kane (charactersStarring Christian Bale, Tom Hardy, Anne Hathaway, Michael Caine, Gary Oldman, Morgan Freeman, Marion Cotillard, Joseph Gordon-Levitt, Cillian Murphy, Josh Pence, Liam Neeson, Nestor Carbonell, Alon Abutbul, Juno Temple, Matthew Modine, Ben Mendelsohn, Burn Gorman, Brett Cullen, Chris Ellis, Aidan Gillen, Rob Brown, Christopher Judge, Tom Conti, Desmond Harrington Music by Hans Zimmer Cinematography Wally Pfiester Editing by Lee Smith Studio Warner Bros. Pictures/DC Entertainment/Legendary Pictures/Syncopy Running time 165 minutes Country United States Language English

About these ads
Comments
  1. the best batman movie of all time is Nolan’s version… great work, Nolan! you’re awesome!

  2. curbsidegirl says:

    Wow. Nilainya 3.5/5. Kaget. :D Dari review-nya saya kira bakal dapet setidaknya 4/5.

  3. riski says:

    Joseph Gordon-Levitt is next ROBIN

  4. JoJo says:

    Esxcuse me… apakah yg menulis review ini membaca komik Batman? sy pikir perlu bagi setiap reviewers membaca komik Batman… Wajar bila Anda tidak terlampau terkesan dgn The Dark KNight Rises.. krna film ini sangat komik!! Banyak elemen komiknya yg ditampilkan di dalam TDKR.. nggak ada hal baru yg disampaikan di review ini.. bahkan cenderung sok pintar..

    Sorry just saying

  5. JoJo says:

    Dans atu lagi.. Siapa bilang John Blake bakal jadi Robin? di komiknya sendiri John Blake hanya tampil sekilas.. dengan kata lain hanya peran kecil.. Robin is Dick Grayson… no one else.. Mnrtku Nolan hanya “menggoda” dgn memberitahu kita bahwa nama tengah John Blake adalah Robin… Karena ini adalah film penutup… jadi Nolan memberikan banyak pertanyaan kepada orang..namun tidak bagi yang mengikuti komiknya

  6. suyan says:

    bagi saya film ini melampaui film2 superhero lainnya terutama karna gak membosankan untuk ditonton meskipun durasiny yg panjang sangat itu. nice end from Nolan. good job!!

  7. Thomas says:

    Yang bikin (menggambar & menulis) komik dan yang bikin (menyutradarai & menulis dialog) film, adalah orang yang berlainan. Jadi jelas dong latar maupun alur ceritanya berbeda, so just enjoy it… nikmati sajalah, versi komik maupun film toh hanya hiburan saja, cuma cara penyampaiannya saja yang berbeda. Dari dulu juga versi komik dan layar lebar pasti berbeda… ^_-

  8. MRPBlog says:

    good review. gw sendiri belom nonton, masih berhalangan (udah kaya puasa aja) hehe… XD

  9. arfebrina says:

    Yang jelas menurut saya ini adalah film superhero yang paling humanis dan emosional, seolah-olah membawa kita masuk ke dalam cerita dan berempati kepada setiap karakternya.
    Good Job, Mr. Nolan!

  10. Yulin Masdakaty says:

    [Catatan: Walau mengenakan kostum, Nolan tidak pernah benar-benar mereferensikan Selina Kyle sebagai seorang Catwoman, walau pada satu adegan terpampang tulisan di sebuah harian yang menunjuk Selina Kyle sebagai seorang cat burglar.]

    FYI Mir… Selina Kyle is Catwoman. Sama seperti Bruce Wayne yg adalah Batman. Atau Clark Kent yg adalah Superman. Makanya aku setuju sama JoJo di atas. Kita perlu sekali tau cerita aslinya terutama untuk nge-review film-film yang diangkat dari komik seperti ini (apalagi yg punya fan-base sangat besar). Atau minimal do deep research kalau masih ragu-ragu sama karakternya.
    So, nurut aku, ngapain si Nolan harus menjelaskan, “Hey… si Selina adalah Catwoman loohh!”. Itu sudah karakter yg sangat jelas sekali (kalau kita emang baca komiknya). Tapi kalau pun bukan penggemar Batman, at least, si Nolan bikin film ini supaya yg bukan fans (dan ga baca komiknya) bisa mikir… dan analisa sendiri. Makanya film ini bukan buat konsumsi anak-anak sebenernya. :D

  11. Amir Syarif Siregar says:

    Hello, people! Thank you for dropping by and leaving all of your wonderful comments.

    Anyway… benar saya bukanlah seorang penggemar maupun pembaca komik. Dan saya belum pernah membaca komik Batman sebelumnya. Apakah hal tersebut membuat saya tidak dapat menghargai sebuah film hasil adaptasi sebuah komik? Salah besar! Film adalah film. Komik adalah komik. Ada dua elemen cara penceritaan yang berbeda antara sebuah komik dengan sebuah film. Hal yang sama juga berlaku pada adaptasi sebuah novel. Saya me-review sebuah film berdasarkan apa yang saya rasakan ketika menonton film tersebut — terlepas dari apakah saya pernah membaca komik atau novel yang menjadi sumber utama penceritaan tersebut. Bahkan jika saya pernah membaca sebuah novel maupun komik, saya akan memberikan penilaian berdasarkan bagaimana film itu sebagai sebuah film. Dan bukan sebagai sebuah versi lain dari komik ataupun novel. Tentu beberapa kritikus lain akan menilainya dengan cara yang berbeda. Apakah itu salah? Tentu tidak. Tapi saya akan tetap berpegang pada cara saya menilai sebuah sajian yang saya nikmati.

    Yang membawa saya ke poin kedua. Deep research? Sure. Apakah Anda tahu juga ada karakter bernama Patience Phillips yang juga menjadi Catwoman? Apakah Anda juga tahu kalau Christopher Nolan sengaja tidak menyebut karakter Selina Kyle dalam ‘The Dark Knight Rises’ sebagai Catwoman untuk menghindari perbandingan antara Catwoman yang dimainkan Anne Hathaway dengan Catwoman yang dimainkan Michelle Pfeiffer yang ikonik itu? Itulah yang saya maksudkan dengan kalimat “…Nolan tidak pernah benar-benar mereferensikan Selina Kyle sebagai seorang Catwoman…” Apakah Anda tidak pernah mendengar satu karakter menyebut Bruce Wayne langsung sebagai Batman? Apakah karakter Bruce Wayne tidak menyebut dirinya sebagai Batman? Apakah tidak ada karakter yang menyebut Clark Kent sebagai Superman? Apakah Clark Kent tidak menyebut dirinya secara langsung sebagai Superman? Jawabannya tidak. Bruce Wayne menyebut dirinya sebagai Batman. Clark Kent menyebut dirinya sebagai Superman.

    Apakah Selina Kyle menyebut dirinya sebagai Catwoman di seluruh bagian cerita ‘The Dark Knight Rises’? Jawabannya TIDAK PERNAH. Selina Kyle tidak pernah menyebut dirinya sebagai Catwoman. Bruce Wayne tidak pernah menyebut Selina Kyle sebagai Catwoman. Karakter-karakter di ‘The Dark Knight Rises’ tidak pernah menyebut Selina Kyle sebagai Catwoman. CHRISTOPHER NOLAN DAN JONATHAN NOLAN TIDAK PERNAH MENYEBUTKAN SECARA EKSPLISIT BAHWA SELINA KYLE ADALAH CATWOMAN! That’s the point of that sentence, lady! Nolan ingin penonton sadar bahwa Selina Kyle adalah Catwoman tanpa pernah benar-benar menyatakan Selina Kyle adalah Catwoman di sepanjang penceritaan ‘The Dark Knight Rises.’

    Thank you for dropping by!

  12. Maulvi DM says:

    Jujur, saya juga kecewa sama film ini. Nolan keliatannya udah keblinger semenjak Inception. Semenjak Inception, saya kok ngeliat ada penurunan ya di kualitasnya Nolan, mungkin gara-gara mimpi-mimpinya udah tercapai ya, makanya dia nggak seambisius dulu.

  13. Hamka says:

    chill out all of you guys and gals…
    emang udah tugas seorang reviewer untuk mengungkapkan hasil reeview nya berdasarkan apa yang ia nikmati.
    besides we are human, we have different point of view.
    lagipula kita ngeliat hasil review cuma untuk bahan referensi sebelum menonton kan?
    atau kita menonton terlebih dahulu kemudian “menghakimi” review dengan point view kita ???

    i speak with a lovely words here, peace ^^
    just enjoy the movie..

  14. arfebrina says:

    Ada teori lainnya looh mengapa Selina Kyle never mentioned as ‘CatWoman’, read it here: http://www.ropeofsilicon.com/dark-knight-rises-movie-review-2012/

    And, according to Wiki, Dick Grayson is not the one and only Robin in Batman universe.
    Dan, TDKR never mentioned that Blake is going to be Robin… it’s only his real name.
    Meskipun penyebutan nama itu membuat penonton sempet gasping selama beberapa detik.

    *just saying =)*

    • Amir Syarif Siregar says:

      What’s up with people dropping comments and then adding ‘just saying’ di akhir komentar? Relax, guys! Saling bertukar komentar gak bakalan ngebuat pemilik blog ini sakit hati kok. Setuju atau gak setuju… bagian dari proses pembelajaran khan?

      Dalam tulisan review, saya juga gak pernah bilang kalau Blake bakalan jadi the next Robin. Plot kisah tentang Blake disebut juga enggak sepertinya. Dan bener banget… seperti Selina Kyle yang bukanlah the one and only Catwoman, Dick Grayson juga bukanlah the one and only Robin — walau saya udah curiga kalau karakter Blake bakalan diarahin sebagai partner in crime-nya Batman ketika ia bercerita pada Bruce Wayne mengenai masa lalunya dimana kedua orangtuanya tewas kemudian dia dirawat di sebuah institusi yang dibiayai oleh Bruce Wayne. Mirip dengan latar belakang kisah kehidupan Robin di Batman & Robin (1997) dulu.

      Dalam mengadaptasi sebuah novel atau komik atau media lain, seorang sutradara gak selalu sepenuhnya setia dengan sumber asal cerita. Bisa aja dia ngebuat perubahan baru demi kejutan-kejutan tertentu pada film yang ia representasikan. Hal yang wajar dan biasa kok.

  15. Yulin Masdakaty says:

    Hahaha.. I don’t know what to say, Amir. I’m not intending to attack you frontally. :)
    Tentu saja aku tau Patience Phillips sebagai Catwoman. Of course, it is Halle Berry. Tapi apakah kamu juga tau, Amir, bahwa salah satu penyebab film Catwoman yg dibintangi oleh Halle Berry itu “dimaki-maki” oleh para fans dan mendapat 4 Raspberry 2005 untuk Worst Picture, Worst Actress, Worst Director dan Worst Screenplay? Karena mereka “memodifikasi” cerita dan karakternya terlalu jauh! Terlalu jauh sehingga merusak keaslian dari karakter si Catwoman itu sendiri. Sama seperti film Dragon Ball Evolution yg “merusak” karakter Goku dan karakter-karakter asli lainnya sehingga film itu pun dianggap gagal.
    Selina Kyle is Catwoman itu sudah jelas, darling. :D Read this: http://dc.wikia.com/wiki/Catwoman_%28Selina_Kyle%29 dan bahkan karakter Catwoman yg diperankan si Michelle Pfeiffer itu pun memang bernama Selina Kyle! http://batman.wikia.com/wiki/Catwoman_%28Michelle_Pfeiffer%29

    CHRISTOPHER NOLAN DAN JONATHAN NOLAN TIDAK PERNAH MENYEBUTKAN SECARA EKSPLISIT BAHWA SELINA KYLE ADALAH CATWOMAN? Hmmm…. what about this? http://www.guardian.co.uk/film/2012/jul/12/anne-hathaway-dark-knight-rises

    Sorry once again Amir. Saya memang bukan seorang movie-reviewer, tapi bukan berarti aku tidak mengikuti perkembangan film…. terutama yg diangkat dari novel / komik / karakter favorit saya. Hehehe….. Peace!

    • Amir Syarif Siregar says:

      Hadeuh. Again. You missed the whole point why I used the whole sentence on the review. Saya tidak menyatakan bahwa Selina Kyle yang di ‘The Dark Knight Rises’ bukanlah Catwoman. Gini deh… simple question: Apakah pernah mendengar Selina Kyle disebut sebagai Catwoman di dalam jalan cerita ‘The Dark Knight Rises’ gak? Secara eksplisit yah yang artinya dia menyebut dirinya sebagai Catwoman atau satu karakter menyebut karakter Selina Kyle sebagai Catwoman. Dan sekali lagi, di jalinan kisah ‘The Dark Knight Rises.’ Bukan di dalam sebuah wawancara. Maupun dalam kaitannya dengan komik terdahulu yag telah diterbitkan.

  16. Yulin Masdakaty says:

    Because… secara implisit, dalam pernyataanmu yg begini : “[Catatan: Walau mengenakan kostum, Nolan tidak pernah benar-benar mereferensikan Selina Kyle sebagai seorang Catwoman…” secara literal, mengindikasikan seolah-olah dirimu ‘mengatakan’…. BAHWA…. Selina Kyle… dalam film itu (The Dark Knight Rises)…. BUKANLAH… seorang Catwoman. That’s it, Mir! That’s what I want to emphasize. Sementara the whole world (terutama yg fans-nya Batman) sudah tau, bahwa that is her! Kenapa harus diperjelas terlalu muluk-muluk lagi (di dalam film)? “Hey world… I’m Catwoman!”
    Lagipula, The Dark Knight Rises bukanlah tentang Catwoman or any other woman. Kenapa harus ada penegasan yg mutlak untuk menunjukkan siapa dia? Mau bikin cerita di dalam cerita begitu?

    • Amir Syarif Siregar says:

      Phew… Actually, I’ve been explaining the same damn thing over and over again. Lebih baik kalau dijelaskan secara empat mata aja sepertinya. Anyway… thank you for bringing a lot of trouble to this blog! Appreciate it so much… not! :p

  17. Yulin Masdakaty says:

    btw, aku jadi membayangkan suasana ini waktu kita lagi saling debat di dalam kelas waktu kuliah dulu! hahahhaa…..

  18. Noah says:

    Perdebatan yg alot sekali. Sy setuju dgn Yulin. Atas dasar apa anda mereferensikan Catwoman yg dibintangi Halle Berry sebagai rujukan lain karakter Catwoman? gw adalah salah satu org yg menghujat habis film itu. CERITANYA SUPER DUPER NGAWUR!!!!! SUCKS!!! Sejak kapan Catwoman bisa bernama Patience Phillips, berkulit hitam dan berpakaian ‘compang-camping’ kayak kekurangan bahan? Excuse me?!

    • Amir Syarif Siregar says:

      Suka atau tidak, hal itu telah terjadi. Dan sejarah telah mencatat bahwa ada seorang Catwoman bernama Patience Phillips. Dan telah direstui oleh DC Comics loh pembuatannya. Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, dalam proses adaptasi wajar saja ada perubahan dan pembaharuan. Kalau saja film ‘Catwoman’ yang dibintangi Halle Berry mampu tampil representatif, saya yakin Anda tidak akan bermasalah dengan adanya Catwoman bernama asli Patience Phillips.

  19. JoJo says:

    Hai..hai.. Patience Phillips is NEVER BE A COTWOMAN!!. Saya mengikuti komik DC mulai dari kecil banget ampe sekarang..jadi saya tahu sejarahnya.. Misal kita mau bermain dengan kata “Tahukah Anda” seperti yang Amir lakukan…tahukah Anda bila the other Catwoman in DC Universe was portrayed bt Holly Robinson? Asistennya Selina Kyle…

    Dan tahukah kamu juga bahwa ada dua komikus Indonesia yang menulis Batman di issue 172? Dan tahukan kamu bahwa John Blake itu hanya muncul sekilas di komik Batman sewaktu Joker menyerang panti asuhan?

    Dan tahukah Anda bahwa The Dark Knight Rises diambil dari komik-komik Batman seperti Battle for the Cowl, No Man’s Land, Knight Quest, Knight Fall hingga ke Dark Knight Returns. Bahkan ada elemen novel A TAle of Two Cities karya Charles Dickens?

    Dan Anda tahu kenapa novel dan komik kemudian diangkat menjadi film? karena orang-orang tertarik melihat visualisasi dari materi literaturnya.

    Dan kenapa film Eragon, Batman & Robin, serta Catwoman versi Halle Berry gagal? karena film-film itu tidak menawarkan esensi dan emosi dari materi orisinalnya.

    Tentu, materi komik/novel dan film itu sangat beda.. Tapi sebuah film adaptasi novel/komik tetap harus menyampaikan emosi yang diperoleh saat membaca komik/novelnya. Dalam hal komik legendaris seperti Batman, bisa bertahan karena pakem-pakem yang ada.

    Year One versi Frank Millar boleh saja ditulis dengan interpretasi beda, tapi apa fisik karakternya dibuat beda drastis? Bandingin dgn Catwoman keling versi Halle Berry.

    Makanya aku gak pernah setuju dengan excuse film adalah materi berbeda dari komik/novel. Karena keduanya harus tetap punya benang merah dan elemen, serta emosi sama. Dan bicara hal itu, The Dark Knight Rises sangat sangat sngat berhasil. Karena elemen2 ikonik di komiknya tersampaikan di sini.

    Saya stuju sama @yulin dan @noah.. i think you should learn more about Cape Crusader

  20. hakam23 says:

    Gua sependapat ama bro amir dah. Selina kyle emang catwoman tapi gak disebutkan secara explisit kalo dia catwoman, gitu aja repot. Tapi kayaknya alasan nya bukan karna dibandingkan dgn film catwoman dulu

  21. Septian says:

    Mas Amir terlalu perfeksionis,
    film sebagus TDKR cuma diberi Rate 3.5, seharusnya bisa lebih dari itu!!
    Menurut saya.. TDKR adalah penutup saga Paling epik yang pernah ada, IMDB pun tidak tanggung2 memberikan rate Untuk film Ini.. Sebesar 9.1.

    • Amir Syarif Siregar says:

      Bahkan jika dibandingkan dengan ‘The Lord of the Rings: The Return of the King’ yah? Well… bukan masalah perfeksionis atau gak. Poin yang saya berikan hanya berdasarkan apa yang saya rasakan kok. Oh, sebagai informasi, poin yang tertera di IMDB adalah poin yang diberikan oleh para pengguna situs tersebut alias poin kepuasan penonton. Jadi wajar saja kalau film dengan jumlah penggemar fanatis yang besar bisa memiliki poin yang tinggi. Mungkin kalau ukuran kualitas bisa lebih kredibel untuk melihat Rotten Tomatoes atau Metacritic.

  22. beben says:

    Rame euy. Bruce sama Selina lagi liburan tuh di akhir film, ga ada yang mau ikut jalan-jalan? Senengane kok ribut….

  23. riski says:

    klo mw diskusi yang asik di forum ini aja y…
    http://www.facebook.com/BatmanFansClubIndonesia

  24. tenni says:

    Hehehe, seru baca komen2nya. Saya bukan penggemar batman dan bener-bener buta tentang batman. Anyway, tapi saya ngerti dengan semua yang disampaikan mas amir melalui komen2nya, sebuah film berbeda dengan buku/komik itu hal yang biasa. Ketika kita menonton sebuah film tapi ga baca bukunya, ya kita menilai apa yang kita tonton. Ga ada yang sok tau, sok pintar, dll karena ini hanyalah penilaian dari satu sisi, semuanya kembali ke masing2.

  25. yanyan says:

    Buat bung pereview,perlu dicatat bahwa seorang fanatik/penggemar berat komik punya ‘idealisme’ & ‘soul’nya sendiri dalam menyerap sebuah film yg diadaptasi dari sebuah komik.apalagi komik superhero. Memang kalau membaca tulisan Anda,terkesan Anda ‘sok tahu’ membaca citra seorg Batman dan karakter2 lainnya.

    Menurut saya pribadi,pendekatan Chris Nolan thd tokoh Batman adalah yg paling pas,mengingat seorg Batman/Bruce Wayne adalah seseorang yg tumbuh besar dg kenangan buruk di masa kecilnya tentang orang tuanya. Tetapi saya tetap tulus menghormati tampilan Batman Adam West (th 60an),Michael Keaton sampai George Clooney karena buat saya yg dimasa kecil tumbuh dg bacaan komik2 Batman sampai sekarang,Batman adalah setengah tuhan. Jadi sebriliant apapun Chris Nolan,tetap saja Batman yg saya puja.hehe…

    Jadi nampaknya para maniak komik Batman tidak rela Anda yg bukan penggemar komik (khususnya komik Batman} mengomentari film Batman berdasar asumsi2 Anda sendiri.Walaupun saya setuju Comic is Comic,Movie is Movie.He he maaf sobat,pandangan yg positif memang lebih baik apalagi buat seorang Batman yg saya bilang….setengah tuhan tadi… salam!

  26. ur-wais says:

    kok pada bawa2 cerita komik ke sini sih… udah tahu BELOM… to kalo sejak dulu film yg diadaptasi dari novel, komik, game, dll pasti selalu beda dengan aslinya. Kenapa? karena terbentur dengan durasi dan sutradara pasti juga ingin menyampaikan sesuatu yg berbeda dan memberikan elemen-elemen kejutan, tentu saja aku setuju perbedaan itu ada toleransinya, setidaknya ada benang merahnya yang sama. Lagi pula kalo harus dibuat sama persis dengan komiknya, ngapain nonton film-nya mending baca aja komiknya.. wong ceritanya sama udah tahu endingnya…

    aku baca review ni film dan bung Amir gak menilai citra tokoh karakter2 Batman, tapi menilai akting para pemeran-nya, bagaimana karakterisasinya, relevansi penokohan dengan alur cerita, dll DAN ITU TIDAH PERLU BACA KOMIKNYA ATAU DEEP RESEARCH ATAU APALAH..TERLEBIH DAHULU bukan? kalaupun membandingkan, aku lihat bung Amir membandingkan dengan kualitas film2 Batman sebelumnya..bukan dengan komiknya…

    udahlah bung Amir… sabar ya … lagi pula aku menilai review bung Amir udah bagus sekali. Aku selalu jadikan review bung Amir acuan sebelum liat film-nya. Karena review bung Amir cukup akurat.

  27. moviegoers says:

    Hahaha, nice review and comment. Hal-hal yg berbeda seperti inilah yg bikin ramai.
    beruntunglah mas Amir memberikan nilai 3,5/5. Saya sendiri memberikan nilai 2/5 terbantu dengan tata musik yg menawan. Tapi film ini terlalu terburu-buru. Bodohnya lagi mengakhiri trilogy dengan teka-teki dan hal-hal yang tidak irasional. What do you want, Mr. Nolan? Soal komik dan film, jangan dibandng-bandingkanlah. Anggap versi filmnya beberda sedikit dgn komik. Gitu aja repot.

  28. MRPBlog says:

    weleh, pada rame niie ngebahas review yang nggak baca komik-nya dulu… wkwkwk…

    C’mon, apa yg salah klo ada review tentang film, walopun yg nge-review nggak baca source material nya? suka2 yg review lah… xixixi…

    gw ini fanboy, gw baca komik2 Bats, n bahkan w tau apa yg orang2 lain mungkin nggak tau or sadar pas nonton filmnya… hampir setiap adaptasi komik mainstream selalu kaya gitu… bahkan gw udah kespoil duluan malah jauh2 hari… n nggak ada masalah tuch direview ini… aneh deh…

    Lagian mank bener nama “Catwoman” nggak pernah disebut difilm… wkwkwk… XD

  29. jojodesign says:

    bang Amir, terima kasih sudah bikin review TDKR yang menurut saya sudah sangat bagus, namanya juga pereview, sudah pasti memiliki sisi subjektif dan itu tidak perlu diperdebatkan… saya memang tidak mengikuti komik seluruhnya, hanya sebagian..makanya review bang Amir sangat membantu saya sebelum memutuskan menonton TDKR di bioskop ataukah menunggu VCD/DVD sudah keluar di rental, hehehe….(bagi saya hanya film-film bagus yang layak ditonton di gedung bioskop)

  30. kinoir says:

    just saying nih…sy belum baca komiknya dan belum nonton filmnya…
    tp saya ingin saran, apakah sebaiknya filmnya ditonton sebelum atau sesudah berbuka puasa ya?

  31. virgierainy says:

    Gue nonton film ini gerah banget ngeliat badannya Bale pas telanjang dada!! O-Em-Ji!!!

    Bagi saya yang awam karena ga pernah baca komiknya, dan karena saya jg ga terlalu ngerti tentang karakterisasi tokoh, penceritaan, tata produksi, tata musik, sampe tata boga.. Ya saya pribadi ngasih rating 5 laah, 1 pointnya karena Nolan bisa memuaskan mata kita para wanita dengan dadanya Bale!! WOW. Haha :p

    Nice review Abaaang!! :)

  32. ronald says:

    Nice review. Terutama aktingnya si miranda tate yg gak menggigit.. Kl emg jagoan bisa manjat2 sumur waktu kecil harusnya perkara bawa mobil ga usa sepanik itu juga. Hehehe..
    Reviewnya Pa Amir akurat sii.. Dan sebenermya si nolan pinter dy ga nyebut selena itu catwoman atau bukan, jd org2 bs berspekulasi, lagian toh bukan dy pemeran utama di film ini.
    Dan yg jelas selama ampir 3 jam nonton gag kepikiran bwt ke wc, hehe.

  33. Ezra says:

    Dari Semua Review Film yang kubaca..
    Lebih banyak mencari kelemahan dan membahasnya..
    Seakan-akan menjadi hal yang sangat disesalkan bila menonton film nya..
    Pujiannya cuma sebatas waw… wkwkwk

  34. satria wibawa says:

    ini film favorit saya tahun ini.

    cerita yang intens
    ending yang twist
    akting para pemain yang pas

    good!!

    5/5

  35. waktu film batman yang jadul (batman and robbin) citra batman seakan -akan hancur akibat film aneh itu, para penggemar banyak yang mencemooh film batman yang warna warni itu. tapi semenjak THE DARK KNIGHT dirilis, semua jadi berbalik. Menurut saya trilogi BATMAN besutan Nolan ini akan menjadu Trilogi Superhero terbaik sepanjang masa :D

  36. Joe Nababan says:

    Begini sajalah. Bro Amir kan sudah sampaikan review dari sudut pandangnya terhadap film TDKR. Nah yang lain silahkan sampaikan review mereka juga. Review masing-masing dari sudut pandang masing-masing. Yang hanya punya informasi berdasarkan film TDKR doang, silahkan tulis. Yang punya informasi lebih dalam berdasarkan source material, silahkan tulis. Sehingga ini memperkaya review yang sudah ada. Tidak perlu saling koreksi atau saling serang. Saya juga sering berbeda pandangan dengan Bro Amir. Bro Amir tulis pendapatnya A terhadap sebuah film, sementara saya tulis pendapat B tentang film yang sama. Tapi saya tidak pernah bilang, Bro Amir, loe salah, yang bener begini. Sering pula film yang dianggap Bro Amir biasa saja, ternyata setelah saya tonton bagus banget, atau sebaliknya. Jadi bagikan pengetahuan atau kesan yang anda miliki TENTANG FILM tersebut, jangan menyerang tulisan yang ditulis orang lain. Karena akan menimbulkan perdebatan yang tidak perlu. Emangnya apa sih BATMAN? Komik dan film dibuat kan untuk menghibur. Bukan jadi semacam knowledge atau pun religion. Tapi bagi yang menjadikannya sebagai knowledge atau religion, silahkan. Itu hak anda. Hanya anda juga tidak bisa menentang orang yang menganggapnya sebagai hiburan biasa saja. Jadi kalau bro Amir menulis berdasarkan kesan dan sudut pandangnya terhadap TDKR, silahkan anda juga menulis berdasar kesan, sudut pandang, pengetahuan anda yang dalem tentang TDKR. Peace and love for you all!

  37. Jovi says:

    Walah ramenya yg komen :D. Saya pribadi nich,krn nnton nya di dvd bjakan (haha) entah kualitasnya yg jelek ato apa,tp suaranya mengganggu skali,gk jelas. Jd lama bner,membosankan dan akhrnya d ff trus dah dvd playernya haha.mash bgusan the dark knight deh,krn syuting film nya di hk.kbtlan wktu itu aq mash tggal d hk meski gk liat jg proses syutingnya.hahaha ngawur bnget komen nya.piz!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s