Setelah The Beaver (2011) yang cerdas namun sayangnya tersingkirkan oleh permasalahan personal Mel Gibson yang lebih banyak menghiasi media massa, Gibson kembali lagi membintangi sebuah film yang… kemungkinan besar telah banyak diharapkan akan datang dari seseorang yang kini lebih terkenal dengan imej buruk dan permasalahannya daripada sebagai salah seorang aktor dengan talenta akting terbaik yang pernah dimiliki oleh Hollywood. Get the Gringo adalah sebuah karya penyutradaraan perdana dari Adrian Grunberg dengan naskah cerita yang juga ia tulis bersama dengan Gibson dan Stacy Perskie. Walau atmosfer yang dibawakan Get the Gringo akan mengingatkan Anda pada film-film aksi bernuansa komedi yang banyak dibintangi Gibson sebelumnya, namun tetap saja, jalan cerita dan penggarapan yang lemah akan membuat Get the Gringo sama sekali tidak mampu memberikan kesan yang kuat bagi penontonnya.

Mel Gibson berperan sebagai seorang warga Amerika Serikat yang di sepanjang jalan cerita hadir tanpa identitas yang jelas. Memakai kostum sebagai seorang badut bersama dengan seorang temannya, ia ditangkap oleh pihak kepolisian Mexico setelah melakukan sebuah tindak perampokan. Sang teman tewas akibat tembakan senjata para polisi, sementara karakter yang diperankan oleh Gibson – yang nantinya akan dipanggil dengan sebutan gringo (bahasa slang masyarakat Mexico untuk menyebut seseorang berkewarganegaraan asing) oleh karakter-karakter lainnya – dibawa masuk ke sebuah penjara yang berbentuk seperti sebuah kota pembuangan. Di dalam penjara yang dikuasai oleh sekelompok mafia Mexico, karakter yang diperankan oleh Gibson pun harus berjuang untuk bertahan.

Perkenalannya dengan seorang anak berusia sepuluh tahun (Kevin Hernandez) dan ibunya (Dolores Heredia) kemudian justru menempatkan gringo ke dalam sebuah masalah kompleks yang dapat saja mengancam nyawanya. Masalah tersebut masih ditambah lagi dengan keinginan sekelompok pihak luar yang datang dari masa lalu gringo yang ingin membalas dendam karena perampokan yang dilakukan oleh gringo kepada uang mereka. Seperti yang dapat diduga, gringo akhirnya harus memutar otak untuk menghindar dari orang-orang yang berniat melenyapkan dirinya, menyelamatkan sang anak dan ibunya – yang secara diam-diam telah menyimpan perasaan suka padanya, dan kemudian keluar dari penjara tersebut.

Get the Gringo jelas adalah sebuah usaha lain dari Mel Gibson untuk keluar dari awan gelap permasalahan pribadi yang membayangi karirnya dengan membintangi sebuah film yang bernada serupa dengan film-film tersuksesnya dahulu seperti Lethal Weapon (1987 – 1988) maupun Payback (1999). Namun sayangnya, Get the Gringo, gagal untuk menghantarkan getaran yang sama kepada para penontonnya. Masalah terbesarnya adalah Gibson jelas sekali sudah terlihat terlalu tua untuk bermain dalam wilayah ini – sesuatu hal yang juga dengan jelas tergurat dari wajahnya yang seringkali terlihat kelelahan. Get the Gringo sama sekali bukanlah film yang buruk dan Gibson juga masih mampu menghidupkan karakternya dengan baik. Pun begitu, bagi mereka yang telah lama mengikuti jejak karir Gibson, akan dapat menemukan bahwa performa Gibson yang selalu berapi-api ketika bermain dalam wilayah film aksi tidak dapat ditemukan sama sekali dalam film ini.

Dari segi cerita sendiri Get the Gringo adalah sebuah naskah yang  cukup klise. Setiap karakter telah terdefinisikan semenjak awal – karakter antagonis yang akan selalu berbuat kejahatan dan bertingkah kasar, karakter protagonis yang akan tumbuh dekat dengan karakter gringo… serta karakter gringo yang dapat dideskripsikan sebagai karakter yang berada di pertengahannya. Bagian yang paling menyenangkan dari menyaksikan Get the Gringo hadir ketika film ini berfokus pada penyajian adegan-adegan bernuansa kekerasan yang masih berhasil diselimuti dengan kesan komedi maupun ketika karakter gringo digambarkan sedang melancarkan trik-trik liciknya dalam berusaha untuk menyelamatkan diri. Selain itu, Get the Gringo hadir dalam tempo penceritaan yang klise walau sama sekali tidak pernah menyentuh tingkatan sebagai sebuah film yang buruk.

Jadi apa yang harusnya penonton harapkan dari film yang di beberapa negara dirilis dengan judul How I Spent My Summer Vacation ini? Stupid fun, untuk mudahnya. Dengan hanya menikmati jalan cerita yang klise serta tawaran adegan-adegan kekerasan yang dihadirkan dengan cukup sederhana. Sebagai seorang aktor, Mel Gibson tetap mampu menampilkan kemampuan terbaiknya untuk menghidupkan karakter yang ia perankan… walaupun mungkin ada baiknya Gibson menyudahi petualangannya di dunia film aksi yang membutuhkan banyak eksplorasi fisik seperti ini. Secara keseluruhan, Get the Gringo adalah sebuah karya penyutradaraan perdana Adrian Grunberg yang tidak mengecewakan… namun juga tidak istimewa. Tidak lebih dari itu.

Get the Gringo (Airborne Productions/Icon Productions, 2012)

Get the Gringo (2012)

Directed by Adrian Grunberg Produced by Bruce Davey, Mel Gibson, Stacy Perskie Written by Mel Gibson, Adrian Grunberg, Stacy Perskie Starring Mel Gibson, Kevin Hernandez, Daniel Giménez Cacho, Dolores Heredia, Peter Stormare, Dean Norris, Bob Gunton, Peter Gerety, Scott Cohen, Aaron Cohen, Patrick Bauchau, Stephanie Lemelin, Denise Gossett, Tom Schanley, Tenoch Huerta, Roberto Sosa Music by Antonio Pinto Cinematography Benoît Debie Editing by Steven Rosenblum Studio Airborne Productions/Icon Productions Running time 96 minutes Country United States Language English, Spanish

About these ads
Comments
  1. MRPBlog says:

    judul-nya beda-nya sampe drastis gitu ya? Hmmm…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s