Didasarkan pada novel berjudul sama karya Jonathan Safran Foer yang dirilis perdana pada tahun 2005, Extremely Loud and Incredibly Close adalah sebuah sudut pandang lain dalam melihat tragedi 9/11 yang menimpa masyarakat Amerika Serikat. Extremely Loud and Incredibly Close tidak mengisahkan mengenai sekumpulan karakter yang terjebak dalam gedung World Trade Center yang kemudian luluh lantak ketika diserang sekumpulan teroris. Extremely Loud and Incredibly Close juga bukan sebuah kisah dari beberapa karakter yang berhasil meloloskan diri dan selamat dari tragedi tersebut. Extremely Loud and Incredibly Close lebih menitikberatkan jalan ceritanya pada bagaimana masyarakat Amerika Serikat, khususnya sang karakter utama, hidup dalam struktur sosial yang begitu berubah seusai terjadinya tragedi tersebut. Sebuah sudut pandang yang berbeda, cukup menjanjikan, namun di tangan Stephen Daldry – yang populer karena selalu berhasil menempatkan setiap film yang ia arahkan untuk meraih nominasi Best Picture di ajang Academy Awards – Extremely Loud and Incredibly Close justru terkesan hampa dengan jarak yang begitu terbentang antara penonton dengan kisah yang dihantarkan.

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Eric Roth (The Curious Case of Benjamin Button, 2008), Extremely Loud and Incredibly Close mengisahkan mengenai kehidupan Oskar Schell (Thomas Horn), seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, setelah ditinggalkan sang ayah, Thomas Schell (Tom Hanks), yang menjadi salah satu korban dalam tragedi 9/11. Oskar berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia adalah seorang penderita sindrom Asperger – lebih dikenal dengan sebutan autis – yang membuatnya seringkali memiliki jalan pemikiran yang berbeda dengan anak-anak lainnya sehingga kesulitan untuk bersosialisasi. Beruntung, Oskar memiliki ayah yang begitu peduli dan mengerti bagaimana jalan pemikirannya. Sang ayah kerapkali memberikan sebuah permainan yang berbau petualangan yang terus melatih jalan pemikiran Oskar sekaligus mengharuskannya untuk berbaur di tengah-tengah masyarakat.

Setahun setelah meninggalnya sang ayah, Oskar kemudian menemukan sebuah kunci yang dianggapnya merupakan sebuah jawaban bagi sebuah tugas yang dulu sempat diberikan ayahnya kepada dirinya namun belum sempat diselesaikannya. Tanpa sepengetahuan sang ibu, Linda Schell (Sandra Bullock), Oskar lalu menjelajahi seluruh kota New York, mencari pintu yang tepat sebagai pasangan dari kunci yang ia miliki. Dalam perjalanannya, Oskar menemui begitu banyak orang-orang baru, yang akhirnya justru mendapatkan pengaruh dari kedatangan Oskar dalam kehidupan mereka. Salah satunya adalah seorang pria tua (Max von Sydow) yang semenjak lama telah memutuskan untuk berhenti berbicara karena trauma akan Perang Dunia II. Bersama pria tua tersebut, Oskar menjelajahi kota New York sekaligus menemukan kembali berbagai arti kehidupan yang selama ini tidak pernah mereka sadari sebelumnya.

Dengan menyentuh tema tragedi 9/11, dan perjuangan seorang anak untuk menyelesaikan sebuah tugas yang pernah diberikan sang ayah agar ia dapat merasakan kembali kedekatan dirinya dengan sang ayah, Extremely Loud and Incredibly Close jelas memiliki potensi yang begitu besar untuk menjadi sebuah kisah yang akan mampu menyentuh hati setiap penontonnya. Sayangnya, hal tersebut tidak serta merta terjadi. Extremely Loud and Incredibly Close, pada beberapa momen terbaiknya, berhasil menciptakan momen-momen menyentuh tersebut. Namun, pada kebanyakan bagian, momen tersebut terasa begitu sulit untuk tercipta akibat jalan cerita yang terlalu tipis dan bergerak pada satu jalur emosi saja sehingga menyulitkan penonton untuk dapat merasakan apa yang sedang coba disampaikan oleh jalan cerita film ini.

Dalam jalan cerita Extremely Loud and Incredibly Close, karakter Oskar mengelilingi seluruh penjuru kota New York dan berusaha untuk mencari sebuah lubang kunci yang tepat untuk kunci yang ia miliki agar dapat tetap merasakan kehadiran sang ayah dalam kehidupannya. Bagian cerita ini kemudian mengharuskan plot cerita mengenai kunjungan karakter Oskar ke berbagai rumah dan karakter asing terjadi berulang-ulang. Monoton, khususnya ketika dari banyak karakter asing yang dikunjungi oleh karakter Oskar, Extremely Loud and Incredibly Close hanya memusatkan perhatiannya pada dua karakter pasangan suami istri, yang sayangnya justru hadir dengan kisah yang tidak begitu menarik. Drama mengenai kunjungan karakter Oskar yang akhirnya memberikan inspirasi bagi mereka yang ia kunjungi juga dieksploitasi secara dangkal, khususnya di akhir kisah, yang membuat Extremely Loud and Incredibly Close justru terkesan menjadi sebuah drama yang begitu cheesy.

Walau begitu, momen-momen berharga dalam Extremely Loud and Incredibly Close berhasil hadir secara efektif akibat penampilan berkelas dari para jajaran pemerannya. Thomas Horn tampil begitu mengesankan sebagai Oskar. Begitu juga dengan Tom Hanks, Viola Davis dan Jeffrey Wright yang walaupun mendapatkan porsi peran yang terbatas, namun hadir dengan penampilan yang sangat memuaskan. Namun, penampilan terkuat film ini berhasil dihadirkan oleh Sandra Bullock dan Max von Sydow. Khususnya Bullock, yang berhasil tampil dalam kapasitas drama yang melebihi penampilannya yang diganjar sebuah Academy Awards dalam The Blind Side (2009) dan terlihat mendekati penampilan apiknya dalam Crash (2005). Penampilan Bullock dalam Extremely Loud and Incredibly Close mungkin adalah penampilan drama terbaik yang pernah ia berikan di sepanjang karirnya sebagai seorang aktris hingga saat ini.

Cukup menarik untuk melihat cara pendekatan Stephen Daldry pada kisah yang bertema pada tragedi 9/11 tanpa harus terjebak dalam berbagai hal klise yang mengharuskannya untuk menampilkan reka ulang adegan tragedi itu sendiri. Daldry juga mendapatkan dukungan penuh dari jajaran pengisi departemen aktingnya, dengan Thomas Horn, Sandra Bullock dan Max von Sydow tampil begitu memukau. Sayangnya, dengan durasi sepanjang 129 menit, harus diakui bahwa Extremely Loud and Incredibly Close terlalu memfokuskan penceritaannya pada kisah utama yang tampil monoton padahal dapat memperoleh banyak pengembangan dari kisah-kisah yang hadir di sekitar kisah utama tersebut. Hal ini yang membuat Extremely Loud and Incredibly Close seringkali terasa begitu hampa akan kehadiran emosi dan jauh dari jangkauan emosional para penontonnya.

Extremely Loud and Incredibly Close (Paramount Pictures/Scott Rudin Productions/Warner Bros. Pictures, 2011)

Extremely Loud and Incredibly Close (2011)

Directed by Stephen Daldry Produced by Scott Rudin Written by Eric Roth (screenplay), Jonathan Safran Foer (novel, Extremely Loud and Incredibly Close) Starring Tom Hanks, Sandra Bullock, Thomas Horn, Max von Sydow, Viola Davis, John Goodman, Jeffrey Wright, Zoe Caldwell, Hazelle Goodman Music by Alexandre Desplat Cinematography Chris Menges Editing by Claire Simpson Studio Paramount Pictures/Scott Rudin Productions/Warner Bros. Pictures Running time 129 minutes Country United States Language English

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s