Walau sebelumnya pernah mengarahkan Unaccompanied Minors (2006), nama Paul Feig bagi para penggemar komedi di seluruh dunia mungkin lebih popular atas kemampuan penyutradaraannya untuk berbagai serial televisi komedi seperti Arrested Development, The Office maupun 30 Rock. Kini, bekerjasama dengan Judd Apatow, Feig diberi kepercayaan untuk mengarahkan Bridesmaids, film yang jika ingin dinilai secara sempit berdasarkan strategi pemasaran yang dimunculkan lewat deretan trailer-nya, akan dinilai sebagai sebuah versi wanita dari komedi sukses The Hangover (2009). Untungnya, Bridesmaids bukanlah sebuah versi kopian murah dari The Hangover. Tentu, film ini berkisah mengenai perjalanan sekelompok pendamping perempuan seorang pengantin menjelang hari pernikahannya. Namun Bridesmaids mampu tampil lebih unggul dalam menggali setiap elemen emosional yang terkandung dalam sisi drama maupun komedinya.

Dengan naskah yang ditulis oleh aktris Kristen Wiig bersama Annie Mumolo, Bridesmaids berkisah mengenai persahabatan antara Annie Walker (Kristen Wiig) dan Lillian (Maya Rudolph) yang telah terjalin cukup lama. Saat ini, Annie telah berada di pertengahan umur 30-nya dan dengan kehidupan yang sepertinya akan dipandang sebagai sebuah kehidupan yang sangat menyedihkan bagi banyak orang: usaha toko kue yang ia kelola bangkrut, putus dari pacarnya, kehilangan seluruh sisa tabungannya dan kini sedang menjalin sebuah hubungan tanpa status bersama pria yang tidak mengerti akan arti sebuah komitmen. Lillian merupakan satu-satunya sumber kebahagiaan dalam kehidupan Annie… dan ketika Lillian memberitahukan Annie bahwa dirinya telah bertunangan dan akan segera menikah, Annie merasa kesialan dirinya semakin bertambah.

Lillian kemudian meminta Annie untuk menjadi pendamping wanita utamanya. Dan untuk mendampingi Annie, Lillian juga mengajak beberapa rekan dan saudaranya, Helen Harris III (Rose Byrne), Megan (Melissa McCarthy), Rita (Wendi McLendon-Covey) dan Becca (Ellie Kemper). Ternyata, mengumpulkan sejumlah wanita untuk menjadi pendamping pengantin bukanlah sebuah hal yang mudah, khususnya ketika dua diantara wanita tersebut saling bersaing untuk merebut perhatian khusus dan gelar sahabat terbaik dari sang pengantin. Dan hal itulah yang terjadi pada Lillian ketika Annie dan Helen mulai melakukan segala cara untuk saling menjatuhkan satu sama lain agar diri mereka terlihat lebih baik di mata Lillian.

Memadukan elemen drama persahabatan dengan unsur komedi kasar yang sering diajukan oleh film-film Judd Apatow, Bridesmaids mampu tampil menarik akibat pengarahan Paul Feig yang begitu cekatan untuk tidak menghadirkan setiap momen terasa berlebihan. Drama persahabatan antara karakter Annie dan Lillian ditampilkan sangat erat namun tidak pernah terlalu dramatis, yang kemudian justru membuat hubungan persahabatan keduanya akan mampu lebih mudah untuk dicerna para penonton. Begitu juga dengan unsur komedi film ini. Tidak seperti The Hangover maupun  film-film komedi lain yang dipimpin oleh para jajaran departemen akting pria, Bridesmaids tidak pernah tampil terlalu eksplisit dalam menampilkan konten ceritanya.

Walaupun begitu, dengan durasi sepanjang 125 menit, beberapa penonton kemungkinan besar akan dapat merasakan bahwa beberapa bagian dari cerita Bridesmaids dapat saja dihilangkan atau dipangkas durasinya. Hal ini terjadi karena beberapa bagian cerita dari Bridesmaids terkesan kurang mampu untuk digali lebih mendalam lagi sehingga tampil hanya sekedar tempelan belaka. Contohnya adalah kisah asmara yang terbentuk antara karakter Annie dan Officer Nathan Rodhes (Chris O’Dowd) yang seringkali tampil terlalu datar atau hubungan antara karakter Annie dengan ibunya (Jill Clayburgh) yang juga sering tampil hanya bagai kilasan cerita belaka. Bridesmaids tampil menyenangkan ketika kelompok para pendamping wanita ditampilkan bersama, namun ketika karakter Annie dikisahkan sedang menghadapi hidupnya sendiri, Bridesmaids seringkali berakhir kurang mampu tampil menggigit.

Pun begitu, Bridesmaids mendapatkan dukungan yang begitu luar biasa dari kemampuan akting para jajaran pengisi departemen akting film ini. Kristen Wiig dan Maya Rudolph mampu menampilkan chemistry yang sangat erat ketika mereka tampil berdua maupun ketika mereka hadir bersama jajaran pemeran lainnya. Tidak hanya penampilan para jajaran pemeran wanita yang mampu tampil cemerlang, para pemeran pendukung pria, yang hadir dengan porsi cerita yang seadanya, juga tetap mampu tampil gemilang. Lihat saja penampilan Chris O’Dowd dan Jon Hamm yang semakin menambah warna keceriaan dalam nada cerita Bridesmaids.

Adalah cukup menyenangkan untuk menyaksikan sebuah drama komedi yang dipimpin oleh barisan para pemeran wanita yang mampu tampil ‘tanpa aturan’ seperti layaknya drama komedi yang selalu ditampilkan oleh para pemeran pria. Hebatnya lagi, Bridesmaids tetap mampu hadir cemerlang dalam menyajikan berbagai sentuhan wanita dalam jalan ceritanya sehingga mampu tetap tampil rapuh serta menyentuh di momen-momen yang memang membutuhkannya. Walaupun tidak selalu berjalan mulus ataupun lucu, Bridesmaids jelas adalah salah satu film komedi terbaik yang mampu dihasilkan oleh Hollywood dalam beberapa tahun terakhir.

Bridesmaids (Universal Pictures/Relativity Media/Apatow Productions, 2011)

Bridesmaids (2011)

Directed by Paul Feig Produced by Judd Apatow, Barry Mendel, Clayton Townsend Written by Annie Mumolo, Kristen Wiig Starring Kristen Wiig, Maya Rudolph, Rose Byrne, Melissa McCarthy, Wendi McLendon-Covey, Ellie Kemper, Chris O’Dowd, Jill Clayburgh, Jon Hamm, Rebel Wilson, Matt Lucas, Andy Buckley, Jessica St. Clair, Melanie Hutsell, Michael Hitchcock, Tim Heidecker, Terry Crews, Kali Hawk, Ben Falcone, Matt Bennett, Wilson Phillips, Chynna Phillips Music by Michael Andrews Cinematography Robert D. Yeoman Editing by William Kerr, Michael L. Sale Studio Universal Pictures/Relativity Media/Apatow Productions Running time 125 minutes Country United States Language English

About these ads
Comments
  1. Rasyidharry says:

    Ngakak banget pas adegan semua orang pada diare mendadak

  2. @gunawantrian says:

    Suka banget ama karakter Helen Harris the third.. Tenang namun berbisa,hehehe…
    Karakter Megan overacting menurut saya… Overall cukup bagus.. Bisa lah bikin ketawa.. :)

    • Amir Syarif Siregar says:

      This! Me too! Beneran gak nemu poin mengapa Melissa McCarthy meraih begitu banyak pujian untuk karakter Megan yang ia perankan di film ini.

      • Nah iya sama. Awal tertariknya nonton ini karena Melissa McCarthy dapat nominasi Oscar tapi setelah nonton filmnya, saya jadi bingung kenapa dia bisa dapet nominasi :/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s