Killer Elite mengisahkan mengenai Danny Bryce (Jason Statham), seorang pembunuh bayaran yang telah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya setelah hampir membunuh seorang anak kecil ketika ia sedang mengeksekusi ayah dari sang anak tersebut. Pun begitu, setelah masa setahun menjauh dari dunia kelam sebagai seorang pembunuh bayaran, Danny akhirnya harus mau untuk kembali ke pekerjaannya setelah guru dan sahabatnya selama menjadi seorang pembunuh bayaran, Hunter (Robert De Niro), diculik oleh seorang pengusaha kaya asal Oman yang meminta Hunter untuk membalaskan dendam ketiga anaknya yang telah dibunuh oleh beberapa agen SAS namun gagal dilaksanakan oleh Hunter. Kini, Danny harus menyelesaikan tugas Hunter atau Hunter akan dibunuh.

Danny kemudian merekrut dua teman lamanya, Davies (Dominic Purcell) dan Meier (Aden Young), yang bertugas untuk melacak keberadaan setiap agen SAS yang akan mereka eksekusi sekaligus membantu Danny dalam pekerjaannya. Namun, tentu saja akan ada banyak halangan yang datang untuk menghalangi Danny dalam menyelesaikan pekerjaannya. Para agen SAS sendiri ternyata dilindungi oleh sekelompok pengawal yang menyebut dirinya The Feathermen dan dipimpin oleh Spike Logan (Clive Owen). Adu intrik dan usaha untuk saling menjatuhkan antara dua kelompok inilah yang kemudian menjadi daya tarik Killer Elite selama film ini berjalan.

Untuk mengatakan bahwa Killer Elite adalah sebuah film action standar seorang Jason Statham mungkin akan terdengar terlalu memandang sebelah mata. Namun, hal itulah yang sebenarnya dapat dengan tepat menggambarkan film ini. Terlepas dari keterlibatan dua aktor kaliber Academy Awards, Clive Owen dan Robert De Niro, serta arahan dari Gary McKendry yang pernah meraih nominasi Academy Awards di kategory Best Live Action Short Film di ajang The 77th Annual Academy Awards untuk filmnya Everything in this Country Must (2004), Killer Elite sama sekali gagal berkembang untuk menjadi sebuah film action yang menarik.

Masalah terbesar dari Killer Elite tentu saja berada pada penulisan naskahnya yang mencoba untuk memadukan segala hal klise yang pernah ada dalam sebuah film action – sang karakter utama telah berniat untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang pembunuh bayaran, harus kembali ke pekerjaan yang telah ditinggalkan karena harus menyelamatkan seseorang, kehidupan seorang yang ia kasihi terancam akibat pilihannya tersebut – untuk kemudian menghadirkan rentetan adegan laga dan kejar-kejaran antara dua karakter yang berseteru. Untuk jalan cerita yang sangat sederhana tersebut, kebanyakan penonton akan merasa bahwa durasi 116 menit yang dibawakan oleh film ini sangatlah tidak nyaman dan terlalu panjang!

Dan memang, McKendry terlihat sekali ingin memamerkan kemampuannya dalam mengarahkan sebuah jalinan kisah action dalam film layar lebar perdananya ini. Dengan membawakan jalan cerita ke London, Paris dan Oman, serta menghadirkan rentetan adegan kejar-kejaran maupun ledakan dan aksi yang panjang, usaha McKendry sayangnya terbentur karena dieksekusi terlalu mentah. Hasilnya, banyak dari adegan laga yang dihasilkan terkesan biasa saja, dan jauh dari kesan spektakuler atau memuaskan. Kisah perburuan yang dilakukan oleh para karakter pembunuh bayaran di film ini juga tidak pernah diasah sedemikian rupa untuk terlihat menarik sehingga seringkali berjalan datar dan berlalu begitu saja.

Dari departemen akting… well… Anda masih akan melihat Jason Statham yang sama. Seorang pria tangguh yang terlihat sangat meyakinkan ketika terlibat dalam berbagai adegan laga. Namun, beberapa bagian dari Killer Elite menempatkan karakter yang diperankan oleh Statham berada pada konflik drama yang datang dari hubungan romansanya dengan karakter Anne Frazier (Yvonne Strahovski). Di bagian inilah Statham lagi-lagi tampak harus berjuang penuh untuk menampilkan insting drama terbaiknya. Harus diakui, Statham tampil tidak begitu buruk. Satu-satunya hal yang menghalanginya untuk menampilkan  penampilan drama yang lebih baik adalah karena kisah romansa dari karakternya memang tidak pernah tereksplorasi dengan baik. Bahkan, mungkin akan lebih baik jika dihilangkan dari jalan cerita film ini secara keseluruhan.

Owen dan De Niro menampilkan  kemampuan akting yang cukup mumpuni untuk mengimbangi gelar mereka sebagai dua aktor yang pernah diganjar nominasi Academy Awards. Walaupun, hal tersebut sama sekali bukan berarti akting yang mereka tampilkan terlihat fantastis. Dua karakter yang diperankan Owen dan De Niro terlihat begitu terbatas sekali, dan ini jelas karena kegagalan penulisan naskah film ini yang kurang mampu untuk menggali kedalaman karakter peran keduanya. Khususnya pada karakter Hunter yang diperankan De Niro, yang muncul sebentar di awal film, untuk kemudian menghilang di bagian pertengahan dan kemudian muncul kembali di akhir cerita. Cukup membuang-buang talenta yang berada pada diri De Niro.

Kalau saja penulisan naskah Killer Elite dapat tampil lebih baik lagi, mungkin film ini akan berjalan dengan cukup menarik. Naskah cerita yang diadaptasi Matt Sherring dari buku karya Ranulph Fiennes yang berjudul The Feather Men (1991) ini sangat terasa akan pengembangan karakternya yang dangkal serta plot cerita dan dialog yang dipenuhi dengan berbagai hal klise yang dapat ditemui penonton dalam banyak film-film sejenis. Arahan Gary McKendry sendiri terasa masih terlalu datar pada beberapa bagian. Usahanya dalam menghadirkan rentetan adegan laga yang (maunya) terlihat spektakuler, justru berakhir sebagai sebuah usaha yang terlihat setengah hati. Ditambah dengan banyaknya adegan-adegan yang sebenarnya tidak diperlukan di dalam film ini, jangan heran bila Killer Elite tampil cukup lemah jika dibandingkan dengan berbagai film action yang mengisi daftar filmografi seorang Jason Statham.

Killer Elite (Omnilab Media/Ambience Entertainment/Current Entertainment/Film Victoria/International Traders/Open Road Films/Palomar Pictures/Sighvatsson Films/Wales Creative IP Fund, 2011)

Killer Elite (2011)

Directed by Gary McKendry Produced by Michael Boughen, Tony Winley, Steve Chasman, Sigurjón Sighvatsson Written by Matt Sherring (screenplay), Sir Ranulph Fiennes (novel, The Feather Men) Starring Jason Statham, Clive Owen, Yvonne Strahovski, Dominic Purcell, Robert De Niro, Adewale Akinnuoye-Agbaje, Grant Bowler, Matthew Nable, Jamie McDowell, Chris Anderson, George Murphy, Rodney Afif, Firass Dirani Music by Johnny Klimek, Reinhold Heil Cinematography Simon Duggan Editing by John Gulbert Studio Omnilab Media/Ambience Entertainment/Current Entertainment/Film Victoria/International Traders/Open Road Films/Palomar Pictures/Sighvatsson Films/Wales Creative IP Fund Running time 116 minutes Country United States, Australia Language English

About these ads
Comments
  1. yossi says:

    hmmm satu lagi film kategori ‘just watch it’ :)

  2. Cineleone says:

    Ratingnya (3/5) sih lumayan, tapi apa isi reviewnya enggak terlalu keras?
    Memang gua setuju ama semua poinnya bang Amir, tapi menurut gua film ini berhasil menjadi apa yang memang diharapkan (jadi film aksi ala film aksi hollywood era 80an, tapi lebih punya karakter).

    Di film ini kita dikasih 3 (plus) misi tim-nya Danny. Yang gua salutnya enggak ada kesan repetisi dan selalu terasa baru (gak selevel tapi bikin ingat Munich-nya Spielberg).

    Biar film pendeknya udah pernah dapat nominasi, tapi bikin film feature itu levelnya beda lagi. Sebagai karya debut, film ini cukup bikin kagum buat gua. Kalau film ini karya sutradara yang udah ter-establish kayak Paul Greengrass (thebourne ultimatum) atau Philip Noyce (salt) atau bahkan Stallone (the expendables), nah, lain lagi ceritanya.

    (Btw, love this blog.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s