Awards Watch: Indonesia Submits ‘Di Bawah Lindungan Ka’bah’ as Academy Awards’ Entry

Posted: October 16, 2011 in Academy Awards, Awards, Features, Movies
Tags: , , , , ,

Persatuan Produser Film Indonesia akhirnya memilih untuk mengirimkan film Di Bawah Lindungan Ka’bah untuk mewakili Indonesia dan bersaing di kategori Best Foreign Language Film pada ajang The 84th Annual Academy Awards yang akan dilaksanakan pada tahun 2012 mendatang. Film yang disutradarai oleh Hanny R. Saputra (Heart, 2006) dan didasarkan pada novel klasik karya Buya Hamka yang berjudul sama tersebut akan bersaing melawan 62 film lainnya yang menjadi perwakilan setiap negara untuk memperebutkan lima tempat di nominasi akhir Best Foreign Language Film yang akan diumumkan bersama dengan nominasi The 84th Annual Academy Awards lainnya pada 24 Januari 2012 mendatang.

Walau sama sekali belum pernah berhasil untuk menembus lima nominasi akhir di kategori Best Foreign Language, Indonesia telah aktif untuk mengirimkan film-film terbaiknya ke ajang Academy Awards semenjak tahun 1987. Sejak saat itu, 13 dari 14 film Indonesia yang dikirimkan berhasil diterima untuk ikut dalam seleksi awal kategori Best Foreign Language. Satu film yang dikirimkan pada tahun 1988 di-diskualifikasi dari seleksi awal karena dinilai tidak memiliki terjemahan yang mumpuni untuk dimengerti oleh pihak AMPAS. Pada beberapa tahun diantaranya – tahun 1991, tahun 1993-1997, 2000, 2001, 2004, dan 2008 – Indonesia tidak mengirimkan perwakilannya ke ajang Academy Awards dengan asumsi karena tidak menemukan kontender yang tepat untuk diikutkan bersaing di kategori Best Foreign Language Film.

Untuk tahun ini, 63 negara mengirimkan perwakilannya untuk bersaing di ajang Best Foreign Language Film – menurun lima negara jika dibandingkan jumlah peserta tahun lalu yang mencapai 68 negara. Di antara film-film yang dikirimkan terdapat judul A Separation karya sutradara Asghar Farhadi yang mewakili Iran dan baru-baru ini mendapatkan perhatian luas para kritikus film dunia ketika dirilis di beberapa festival film. Film karya Farhadi tersebut diprediksi kuat akan menjadi film pertama Iran yang menembus ajang Academy Awards. Sebuah kejutan terjadi ketika pemerintah Spanyol memutuskan untuk mengirimkan film karya Agusti Villaronga, Black Bread, daripada memilih The Skin I Live In karya Pedro Almodovar yang telah terlebih dahulu mendapatkan pujian luas dari para kritikus film dunia. Pun begitu, pilihan tersebut dinilai wajar mengingat kemenangan besar Black Bread di ajang Goya Awards yang merupakan ajang penghargaan film tertinggi di Spanyol.

Merupakan sebuah penghargaan yang diadakan (umumnya) untuk film-film yang diproduksi oleh Hollywood, semenjak tahun 1947, Academy Awards telah membuka diri mereka kepada film-film yang berasal dari negara lainnya dengan mengadakan sebuah kompetisi film asing terbaik dalam kategori Best Foreign Language Film. Dan semenjak saat itu, 62 penghargaan telah dimenangkan oleh film-film asing dengan 51 penghargaan diantaranya dimenangkan oleh negara-negara yang berasal dari benua Eropa. Kategori Best Foreign Languange Film sendiri merupakan kategori dimana Academy of Motion Picture Arts and Sciences memberikan sebuah penghargaan bagi film karya produksi negara-negara di luar Amerika Serikat yang jalan ceritanya lebih dominan menggunakan bahasa di luar dari Bahasa Inggris.

63 film yang akan bersaing untuk mendapatkan lima tempat di nominasi akhir Best Foreign Language Film di ajang The 84th Annual Academy Awards mendatang adalah:

  • Albania, “Amnesty,” Bujar Alimani, director;
  • Argentina, “Aballay,” Fernando Spiner, director;
  • Austria, “Breathing,” Karl Markovics, director;
  • Belgium, “Bullhead,” Michael R. Roskam, director;
  • Bosnia and Herzegovina,”Belvedere,” Ahmed Imamovic, director;
  • Brazil, “Elite Squad: The Enemy Within,” José Padilha, director;
  • Bulgaria, “Tilt,” Viktor Chouchkov, Jr., director;
  • Canada, “Monsieur Lazhar,” Philippe Falardeau, director;
  • Chile, “Violeta Went to Heaven,” Andrés Wood, director;
  • China, “The Flowers of War,” Zhang Yimou, director;
  • Colombia, “The Colors of the Mountain,” Carlos César Arbeláez, director;
  • Croatia, “72 Days,” Danilo Serbedzija, director;
  • Cuba, “Havanastation,” Ian Padrón, director;
  • Czech Republic,”Alois Nebel,” Tomás Lunák, director;
  • Denmark, “Superclásico,” Ole Christian Madsen, director;
  • Dominican Republic,”Love Child,” Leticia Tonos, director;
  • Egypt, “Lust,” Khaled el Hagar, director;
  • Estonia, “Letters to Angel,” Sulev Keedus, director;
  • Finland, “Le Havre,” Aki Kaurismäki, director;
  • France, “Declaration of War,” Valérie Donzelli, director;
  • Georgia, “Chantrapas,” Otar Iosseliani, director;
  • Germany, “Pina,” Wim Wenders, director;
  • Greece, “Attenberg,” Athina Rachel Tsangari, director;
  • Hong Kong,”A Simple Life,” Ann Hui, director;
  • Hungary, “The Turin Horse,” Béela Tarr, director;
  • Iceland, “Volcano,” Rúnar Rúnarsson, director;
  • India, “Abu, Son of Adam,” Salim Ahamed, director;
  • Indonesia, “Under the Protection of Ka’Bah,” Hanny R. Saputra, director;
  • Iran, “A Separation,” Asghar Farhadi, director;
  • Ireland, “As If I Am Not There,” Juanita Wilson, director;
  • Israel, “Footnote,” Joseph Cedar, director;
  • Italy, “Terraferma,” Emanuele Crialese, director;
  • Japan, “Postcard,” Kaneto Shindo, director;
  • Kazakhstan, “Returning to the ‘A,’” Egor Mikhalkov-Konchalovsky, director;
  • Lebanon, “Where Do We Go Now?” Nadine Labaki, director;
  • Lithuania, “Back to Your Arms,” Kristijonas Vildziunas, director;
  • Macedonia, “Punk Is Not Dead,” Vladimir Blazevski, director;
  • Mexico, “Miss Bala,” Gerardo Naranjo, director;
  • Morocco, “Omar Killed Me,” Roschdy Zem, director;
  • Netherlands, “Sonny Boy,” Maria Peters, director;
  • New Zealand,”The Orator,” Tusi Tamasese, director;
  • Norway, “Happy, Happy,” Anne Sewitsky, director;
  • Peru, “October,” Diego Vega and Daniel Vega, directors;
  • Philippines, “The Woman in the Septic Tank,” Marlon N. Rivera, director;
  • Poland, “In Darkness,” Agnieszka Holland, director;
  • Portugal, “José and Pilar,” Miguel Gonçalves Mendes, director;
  • Romania, “Morgen,” Marian Crisan, director;
  • Russia, “Burnt by the Sun 2: The Citadel,” Nikita Mikhalkov, director;
  • Serbia, “Montevideo: Taste of a Dream,” Dragan Bjelogrlić, director;
  • Singapore, “Tatsumi,” Eric Khoo, director;
  • Slovak Republic,”Gypsy,” Martin Sulík, director;
  • South Africa,”Beauty,” Oliver Hermanus, director;
  • South Korea,”The Front Line,” Jang Hun, director;
  • Spain, “Black Bread,” Agusti Villaronga, director;
  • Sweden, “Beyond,” Pernilla August, director;
  • Switzerland, “Summer Games,” Rolando Colla, director;
  • Taiwan, “Warriors of the Rainbow: Seediq Bale,” Wei Te-sheng, director;
  • Thailand, “Kon Khon,” Sarunyu Wongkrachang, director;
  • Turkey, “Once upon a Time in Anatolia,” Nuri Bilge Ceylan, director;
  • United Kingdom,”Patagonia,” Marc Evans, director;
  • Uruguay, “The Silent House,” Gustavo Hernández, director;
  • Venezuela, “Rumble of the Stones,” Alejandro Bellame Palacios, director;
  • Vietnam, “The Prince and the Pagoda Boy,” Luu Trong Ninh, director.
About these ads
Comments
  1. rahmat says:

    sayang sekali yah..kalau pertimbangannya cuma karena setting jadul dan ada ka’bahnya alangkah sayangnya. saya sudah kadung pesimis film ini bakal lolos seleksi awal karena review di dalam negeri saja sudah gak memuaskan. anyway, mas amir, kalau mau menonton film-film nominasi foreign film itu gimana ya?

    • @gunawantrian says:

      Download aja di portal2 free terpercaya.. :)
      Rata2 film diatas produksi tahun 2010 semua.. Sepertinya sudah tersedia…
      Beberapa diantaranya sudah saya tonton.. (terutama yg europe)

  2. @gunawantrian says:

    Oalahh… ‘The Silent House’ itu film Uruguay yah ternyata…
    Udah liat kira2 lima bulan yang lalu… Rada aneh & nyeleneh..
    Mgkn karna bahasa-nya ga ngerti ditambah tanpa teks pula…
    Anyway…goodluck buat ‘Dibawah Lindungan Ka’bah’!

    • Amir Syarif Siregar says:

      ‘The Silent House’ itu film horor bukan yah? Yang seorang gadis terjebak di sebuah rumah bekas terjadinya sebuah pembunuhan bersama ayahnya? Filmnya udah mau di-remake sama Hollywood. Kalau gak salah, bentar lagi rilis deh. Bintangnya si Elizabeth Olsen.

      • @gunawantrian says:

        Betul banget! yang itu…. Dialog-nya minim..
        Mgkn karna unsubtitle makanya ga mudeng..
        Jadi cuma menerka2 dari gambarnya aja, Hahahah..
        Ending yang aneh… (+__+)

        • Amir Syarif Siregar says:

          Huuuu… jadi iri! Pas liat trailer-nya kemaren, jadi pengen nonton. Belum kesampaian sampai sekarang.

          • @gunawantrian says:

            Yakin deh kalo Amir yang nonton mungkin bisa lebih nikmatin daripada aku…
            Karna dari awal aku ekspektasi-nya horror yang gore.. Heheh..(meskipun adegan sadis-nya ada di menit2 terakhir -itupun sebentar-). Film-nya sunyi senyap…trus sepertinya banyak pake handheld camera (atau mgkn cara shoot-nya begitu). Hayyo Mir..ditonton.. :). (Ga sabar pengen liat Elizabeth Olsen diterror ampe keringetan di remake Hollywood-nya,hehehe).

            • @gunawantrian says:

              Just saw ‘Pina’ [Germany] and ‘Greenberg’ [Greece]

              ‘Pina’ sangat artistik..75-80%-nya musikal..[classical balet]. Berkisah seputaran audisi..pertunjukan..audisi..pertunjukan… Saking nyeni-nya aku ora mudeng,hahaa.. Digarap cukup rapi, tp sepertinya bukan Oscar taste yah.. Ga tau juga sih.. We’ll see..

              ‘Greenberg’… Hmm…apa semua film buatan Greece emang begini yah? [soalnya baru nonton film Yunani itu ya 'Dogtooth' ama yg satu ini].. Sangat ‘Dogtooth’ menurut saya.. [bukan jalan cerita ya...tapi gaya penuturan film-nya].. Cewek/cowok bloon (atau stress?) dan nude scene sudah wajib hukumnya.. A bit odd for me.. Kalo mood Oscar voters sama seperti tahun lalu naga2nye nyang ini nyangkut lagi deh.. Tp tetep aja ‘weird’… ;)

              * Maap Tuan Amir..gak punya blog nih..makanya numpang curhat disini..ga papa ya.. ;)

  3. SLBN says:

    i dont know why tapi udah pesimis aja sama dibawah lindungan ka’bah,liat trailernya aja kurang greget,mungkin banyak yang suka fim ini karena dianggap baliknya rhoma Irama di perfilman,tp menurut gue actingnya rhoma sama sekali tidak berkesan,tidak jelek tp biasa,menurut gue mungkin minggu pagi di victoria park dan sang penari yang boleh jadi unggulan

    • Amir Syarif Siregar says:

      Errr… Rhoma Irama? Salah film nih sepertinya yah.

    • Hah? Rhoma Irama? Di bawah lindungan ka’bah itu gak ada Rhoma Irama nya kali mas! ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ itu film nya “Touchy” banget ! Two Tumbs Up deh! Buat Hanny R. Saputra / Laudya Cynthia Bella (zainab) – Herjunot Ali (hamid) – dan Jenny Rachman (bunda hamid) – film ini juga Sinematografi, Penata Artistik,Penata Musik nya keren ! Good job! Semoga bisa menang di Oscar2012 deh… Amin :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s