Kritikus film dunia mungkin telah lelah untuk menghadapi franchise Pirates of the Caribbean. Ketika seri ketiga dari franchise tersebut, Pirates of the Caribbean: At World’s End, dirilis pada empat tahun lalu, seri tersebut mendapatkan kritikan tajam atas penulisan naskahnya yang semakin datar dengan kehadiran (terlalu) banyak karakter pendukung yang sayangnya kemudian gagal untuk mendapatkan pengembangan lebih lanjut. Pun begitu, penonton sepertinya telah begitu jatuh cinta dengan karakter Captain Jack Sparrow dan deretan petualangan gila yang ia hadapi. Pirates of the Caribbean: At World’s End memang menjadi seri dengan penerimaan kualitas paling rendah dari para kritikus film dalam franchise yang diadaptasi dari salah satu arena permainan di Disneyland tersebut. Namun, secara komersial, film tersebut berhasil mengumpulkan pendapatan sejumlah lebih dari US$900 juta dari masa peredarannya di seluruh dunia.

Kesuksesan Pirates of the Caribbean: At World’s End jelas telah menunjukkan pada Walt Disney bahwa franchise tersebut layak untuk dilanjutkan kembali. Walau kemudian seri keempat franchise ini, Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides, ditinggalkan oleh sutradara Gore Verbinski dan dua bintangnya, Keira Knightley dan Orlando Bloom, namun sepertinya hal tersebut tidak akan memberikan pengaruh yang terlalu kuat. Jerry Bruckheimer masih setia duduk di kursi produser dan kembali membawa penulis naskah, Ted Elliott dan Terry Rossio, yang telah menangani Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest (2006) dan Pirates of the Caribbean: At World’s End, untuk kembali menangani naskah cerita seri keempat ini. Dan jelas, yang paling utama dan menjadi faktor paling esensial mengapa franchise ini masih akan tetap mampu bertahan, Johnny Depp kembali lagi untuk memerankan karakter ikonik Captain Jack Sparrow.

Walt Disney dan Bruckheimer sepertinya juga telah sedikit mempelajari kesalahan yang mereka lakukan pada naskah cerita seri sebelumnya. Jika ada hal yang paling diinginkan penonton untuk disaksikan pada franchise ini maka hal tersebut adalah untuk melihat petualangan Captain Jack Sparrow, berbagai pertarungan gila yang diiringi dengan guyonan-guyonan segar yang mengiringinya dan bukan pameran teknologi CGI yang terlalu berlebihan seperti yang dilakukan pada Pirates of the Caribbean: At World’s End. Tambahan inspirasi dari novel On Stranger Tides (1987) karya Tim Powers yang didapat Elliott dan Rossio juga semakin mempermudah seri keempat ini untuk kembali ke alur sebuah kisah petualangan para bajak laut seperti yang telah terlebih dahulu diperkenalkan pada Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl (2003).

Kisah Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides sendiri masih berhubungan dengan akhir kisah seri sebelumnya, dimana petualangan untuk mencari Fountain of Youth telah disinggung. Dalam petualangan tersebut, dikisahkan bahwa pasukan Spanyol dan pasukan Inggris sedang bersaing untuk menjadi negara yang terlebih dahulu untuk menemukan lokasi keramat tersebut. Di sisi lainnya, Captain Jack Sparrow (Depp) terjebak dalam petualangan yang sama untuk mencari Fountain of Youth dalam kapal yang dipimpin oleh Blackbeard (Ian McShane) dan puterinya, Angelica (Penelope Cruz). Seperti yang dapat diharapkan penonton, ketiga pihak ini kemudian terlibat dalam persaingan ketat, saling beradu senjata, hadirnya pengkhianatan dan, tentu saja, sebuah kisah romansa diantaranya.

Karakter Will dan Elizabeth yang diperankan Bloom dan Knightley memang telah menghilang. Namun kisah romansa mereka kini ddigantikan oleh kisah romansa antara karakter Captain Jack Sparrow dan Angelica. Angelica sendiri ternyata bukanlah seorang wanita baru dalam kehidupan Captain Jack Sparrow. Mereka dulu pernah memadu kasih – dan sebenarnya masih sama-sama saling menyukai satu sama lain – namun Captain Jack Sparrow kemudian meninggalkan Angelica begitu saja dan memberikan duka yang mendalam pada Angelica. Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides sendiri bukanlah kali pertama Depp dan Cruz saling beradu akting. Mereka sebelumnya pernah bermain bersama – dan memerankan karakter sepasang kekasih – dalam film Blow (2001) arahan Ted Demme. Namun, entah mengapa, chemistry antara Depp dan Cruz di film ini terasa terlalu tipis dan sulit untuk dipercaya. Ini yang membuat kisah percintaan antara keduanya tidaklah sebegitu menarik kisah percintaan antara karakter Will dan Elizabeth dalam seri sebelumnya.

Kisah romansa lainnya juga dihadirkan lewat dua karakter baru di film ini, seorang penginjil tampan, Philip Swift (Sam Claflin), dan seorang puteri duyung yang ditangkap kawanan Blackbeard, Syrena (Àstrid Bergès-Frisbey). Sayangnya, sama seperti kisah romansa antara karakter Captain Jack Sparrow dan Angelica, kisah romansa yang terjadi antara karakter Philip dan Syrena gagal untuk dapat tampil menarik, walaupun harus diakui hal ini terjadi karena kisah antara keduanya yang gagal untuk mendapatkan pengembangan yang lebih berarti. Walaupun dua kisah romansa yang dihadirkan gagal untuk dapat berbicara banyak, namun hal tersebut untungnya mampu dapat ditutupi dengan kisah petualangan yang dijalin dalam seri ini.

Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides memang bukanlah Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl dimana penonton untuk pertama kalinya dapat bersenang-senang dan merasakan serunya petualangan para bajak laut di lautan luas. Petualangan yang dihadapi oleh karakter Captain Jack Sparrow pada seri ini memang tidak lebih dahsyat dari petualangan di seri-seri sebelumnya. Penonton yang semenjak awal telah mengikuti seri ini kemungkinan besar telah hafal dengan alur kisah yang coba dibawakan oleh sutradara Rob Marshall… dan Marshall, harus diakui, sama sekali tidak mengecewakan. Walau kehadirannya sebagai pengganti Verbinski gagal untuk memberikan nafas baru dalam franchise yang telah berusia delapan tahun ini, namun setidaknya Marshall mampu dengan lancar mengikuti alur kisah yang telah diterapkan dalam tiga seri sebelumnya dan bahkan memperbaiki beberapa kekurangan yang hadir di Pirates of the Caribbean: At World’s End.

Dari jajaran departemen akting, Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides berisi jajaran pemeran yang hampir tidak dapat dipertanyakan lagi kemampuan aktingnya. Depp dan karakter Captain Jack Sparrow semakin tidak dapat dipisahkan – walaupun pertanyaan mengapa Depp mau terus menerus bergelut dengan peran ini berkali-kali akan masih terus hadir. Cruz, McShane, Kevin McNally dan Geoffrey Rush juga tampil maksimal. Dua pemeran karakter baru, Sam Claflin dan Àstrid Bergès-Frisbey, seringkali mampu tampil mencuri perhatian. Pun begitu, hilangnya Bloom dan Knightley membuat departemen akting franchise ini terlihat seperti mengulang dari awal penataan chemistry di antara mereka. Cukup mampu tampil meyakinkan namun masih belum mampu terlihat sekuat seperti di seri-seri sebelumnya.

Selain dari fakta bahwa durasi Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides lebih pendek setengah jam jika dibandingkan dengan seri sebelumnya, seri keempat dari franchise ini juga mampu tampil sedikit memikat dengan kembali fokusnya sisi penceritaan pada kisah petualangan para karakternya daripada intrik-intrik pribadi di antara mereka yang hadir semakin membesar pada seri sebelumnya. Rob Marshall yang menggantikan posisi Gore Verbinski memang masih belum mampu memberikan sesuatu yang baru pada franchise ini, namun kehadiran Marshall sendiri sama sekali tidak memperburuk keadaan dengan beberapa kali mampu memberikan sentuhan yang lebih baik daripada Verbinski. Jalan kisahnya  masih mengikuti ritme dan pola penceritaan seri sebelumnya – dengan tambahan sebuah plot mengenai kumpulan puteri duyung yang ‘lain dari legenda yang biasa Anda dengar’ yang mampu tampil cukup menarik. Tidak mengecewakan, masih cukup mampu tampil menghibur walaupun masih sangat jauh dari masa kejayaan yang sempat diraih seri awal franchise ini sebelumnya.

Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides (Walt Disney Pictures/Jerry Bruckheimer Films/Moving Picture Company, 2011)

Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides (2011)

Directed by Rob Marshall Produced by Jerry Bruckheimer Written by Terry Rossio, Ted Elliott (screenplay), Terry Rossio, Ted Elliott, Stuart Beattie, Jay Wolpert (characters), Tim Powers (novel, On Stranger Tides) Starring Johnny Depp, Penelope Cruz, Geoffrey Rush, Ian McShane, Kevin McNally, Sam Claflin, Àstrid Bergès-Frisbey, Greg Ellis, Damian O’Hare, Stephen Graham, Óscar Jaenada, Gemma Ward, Richard Griffiths, Keith Richards, Judi Dench, Derek Mears, Sebastian Armesto, Anton Lesser, Roger Allam, Paul Bazely Music by Hans Zimmer Cinematography Dariusz Wolski Editing by Michael Kahn Studio Walt Disney Pictures/Jerry Bruckheimer Films/Moving Picture Company Running time 136 minutes Country United Kingdom, United State Language English

About these ads
Comments
  1. Rasyidharry says:

    Film keempatnya nih jadi lebih sederhana tapi malah jadi lebih enak diikutin daripada yg ketiga walaupun masih kalah dari yg pertama sama kedua menurutku. Kalo kenapa Depp mau jadi Jack Sparrow lagi sih ada 2 kemungkinan:
    1. Depp emang bener” udah enjoy & jatuh cinta sama karater ini
    2. Bayarannya sebagai Jack Sparrow adalah bayaran paling mahal buat aktor Hollywood

  2. nu2 :) says:

    nih blog oke jga..ksh invo2 ttg film. Sya maniak film brt,trbntulh dgn adax nih blog. Thx,keep update.

  3. Espana says:

    This movie pales in comparison to the first. It is not as good as the second or third either. It is bad enough that I actually had to stop watching it and take a break. It just seems cheesy to the point of being stupid. There are a few scenes that make it watchable though. The mermaid scene is really cool and reminds me of the quality of the first movie alot.

  4. Tika We says:

    Kalo gw pribadi kecewa berat dg garapan Rob Marshall kali ini. Biasanya gw akan heboh mengagumi karyanya setelah keluar dari teater, tapi kali ini ‘JUST FAIR’. Nggak bagus2 amat sebenernya, ketolong akting pemainnya yang emang ‘gilak’, terutama Johnny Depp. Saking gilak-nya gw sampe lupa kalo Jack Sparrow dan si gendut Frank Tupelo (The Tourist) adalah orang yang sama.

    Romantisme yang dibangun dari hubungan Jack dan Angelica di film ini TAWAR BANGET, hampir nggak ada chemistry yang terasa. Gagal di Jack-Angelica, Rob Marshall juga belum sukses membawa penontonnya hanyut dg romantisme Syrena putri duyung dg sang Misionaris. Air mata yang kemudian keluar pun akhirnya jadi terasa prematur.

    That’s IMHO. Semoga Rob Marshall segera insyaf… *lho?

  5. Tika We says:

    Eh, ada yang ketinggalan. Ciri khas sekuel petualangan ini juga nggak muncul sempurna: PETUALANGAN dan nylenehnya Jack Sparrow. Ok, scene2 petualangan bukan nggak ada sama sekali. Waktu Jack memimpin pemberontakan thd Blackbeard, kemudian… kemudian… ah, rasanya cuma itu saja yang bisa saya sebut ‘seru ala Sparrow’. Selebihnya, FLAT.

    Buat yang nonton versi 3D mungkin lebih kecewa lagi, karena efek 3D sama sekali tidak dimanfaatkan. Nggak ada scene ‘shocking’ ala film 3D, dan sekali lagi film ini terlau FLAT.
    Sekian IMHO, terima kasih.

  6. Pirates of the Carribean (POC), apapun ceritanya, it’s all about Jack Sparrow. Bicara tentang Jack Sparrow tentu bicara tentang Depp. Bagi saya pribadi, film ini bukan master piece, tapi masih dapat dinikmati. Namun rasanya kalau hadir POC berikutnya, mungkin kejenuhan yang akan saya rasakan. Jadi sudah saatnya POC dihentikan sampai di sini. :D

  7. Jojo says:

    Bagus sh film nya, tpi emg kurang pengembangan di jack-angelica ama philip-syrena nya. Gk jelas gue kisah philip-syrena ny tiba” langsung ilang. Gk ada di ending.

  8. saipul says:

    cerita film pirantes of cirebean sgat menyenankan apa lag! Jak sparow sikapnya lucu tpi mempunyai akal yg cerdik menipu wanita dan orang lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s