This is it! Setelah sebuah usaha untuk sedikit memperpanjang usia franchise film Harry Potter dengan membagi dua bagian akhir dari kisah Harry Potter and the Deathly Hallows, dunia kini tampaknya harus benar-benar mengucapkan salam perpisahan mereka pada franchise yang telah berusia satu dekade dan memberikan tujuh seri perjalanan yang mengagumkan ini. Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 memiliki nada penceritaan yang menyerupai bagian awal kisahnya – yang sekaligus membuktikan bahwa Harry Potter and the Deathly Hallows adalah sebuah kesatuan penceritaan yang unik sekaligus akan memberikan efek emosional yang lebih mendalam jika diceritakan dalam satu bagian utuh. Pun begitu, dengan apa yang ia hantarkan di …The Deathly Hallows – Part 2, David Yates akan mampu memenuhi ekspektasi setiap orang tentang bagaimana final dari salah satu kisah yang paling dicintai di muka Bumi akan berakhir: EPIK!

Melanjutkan tepat di bagian dimana …The Deathly Hallows – Part 1 berakhir – Harry Potter (Daniel Radcliffe), Ronald Weasley (Rupert Grint) dan Hermione Granger (Emma Watson) baru saja menguburkan Dobby yang terbunuh, The Order of the Phoenix berada dalam keadaan yang kacau balau, dan Voldemort (Ralph Fiennes) baru saja menemukan tongkat sihir terkuat yang pernah ada, The Elder Wand – ketiga sahabat tersebut harus melanjutkan perjalanan mereka dalam menemukan sisa dari horcrux (kepingan jiwa Voldemort) guna membantu usaha mereka untuk melemahkan kondisi Voldemort sehingga lebih mudah untuk dikalahkan.

BACA: Review Lengkap Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2

Anda harus menempatkan diri Anda di posisi Steve Kloves, penulis naskah seri petualangan Harry Potter yang telah mengadaptasi seluruh karya J. K. Rowling (kecuali Harry Potter and the Order of the Phoenix, 2007). Untuk Harry Potter and the Deathly Hallows, Kloves harus mengadaptasi sebuah buku setebal lebih dari 700 halaman menjadi dua buah film yang berdurasi total hampir sepanjang 5 jam. Bukan hal yang mudah, tentu saja, karena setiap halaman Harry Potter and the Deathly Hallows dipenuhi berbagai detil cerita yang cukup kompleks. Mau tidak mau, banyak dari bagian cerita tersebut yang harus dibuang dan tidak digunakan dalam versi filmnya. Hal inilah yang mungkin membuat beberapa karakter terkesan memiliki peran yang kurang begitu mampu ditonjolkan atau beberapa adegan yang terasa berjalan terlalu singkat.

…The Deathly Hallows – Part 1 adalah bagian yang berjalan ibaratnya sebagai sebuah teori dalam sebuah pelajaran: bergerak lamban dan dipenuhi dengan banyak metode tanpa sebuah eksekusi yang berarti. 45 menit dari durasi awal …The Deathly Hallows – Part 2 masih terasa sebagai bagian dari seri pertamanya tersebut. Namun hal tersebut tidak berjalan begitu lama. Ketika Voldemort dan kelompoknya mulai melakukan invasi kepada Hogwarts serta Harry dan kelompoknya bersiap untuk melakukan perlawanan, …The Deathly Hallows – Part 2 kemudian bergerak dengan intensitas yang tinggi, dipenuhi dengan berbagai visual yang mengundang decak kagum dan pemerhatian detil yang begitu teliti. David Yates serta tim tata produksinya berhasil mempertahankan penampilan elegan yang ditampilkan deretan gambar di seri sebelumnya dan membuat …The Deathly Hallows – Part 2 benar-benar bagaikan sebuah film utuh yang dipotong menjadi dua bagian.

BACA: 10 Greatest Harry Potter Moments

Pujian besar tentu saja harus disematkan pada David Yates yang semenjak mengarahkan Harry Potter and the Order of the Phoenix (2007) selalu berhasil menanamkan kedalaman jalan cerita dan visual yang mengagumkan pada franchise ini. Kerjasamanya dengan sinematografer, Eduardo Serra, juga semakin mengukuhkan tampilan gambar seri Harry Potter and the Deathly Hallows sebagai seri Harry Potter dengan penampilan gambar yang terbaik di antara seri lainnya. Komposer Alexander Desplat juga semakin menambah elegan penceritaan Harry Potter and the Deathly Hallows, membawakan tingkatan emosional yang lebih dalam namun tetap terhindar dari kesan sentimentalitas yang berlebihan.

Dua bagian Harry Potter and the Deathly Hallows bukanlah seri terbaik dari franchise yang telah berusia satu dekade ini. Franchise ini telah menemui masa keemasannya ketika Alfonso Cuarón mengarahkan Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004) yang menjadi tonggak dimana franchise ini bergerak dari sebuah film petualangan popcorn menjadi sebuah kisah penceritaan yang kelam dan mencekam. Pun begitu, seperti halnya seri-seri Harry Potter lainnya, …The Deathly Hallows – Part 2 tidak pernah tampil mengecewakan. Mereka memang tidak pernah tampil dengan jalan penceritaan yang begitu mendalam dan emosional layaknya versi film dari The Lord of the Rings (2001 – 2003), namun mereka secara konsisten mampu tampil menghibur dan memberikan sebuah petualangan yang begitu mengagumkan, menyentuh dan mampu memberikan penontonnya sebuah pengalaman tersendiri. Sebagai sebuah bagian tersendiri, …The Deathly Hallows – Part 2 memberikan sedikit perbaikan dari seri sebelumnya dengan menghadirkan banyak adegan dan visual berintensitas tinggi. Namun secara keseluruhan, Harry Potter and the Deathly Hallows adalah sebuah seri akhir yang mampu menjawab setiap ekspektasi penontonnya akan sebuah akhir dari salah satu seri petualangan terbaik yang pernah hadir di layar lebar.

Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 2 (Heyday Films, 2011)

Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 (2011)

Directed by David Yates Produced by David Heyman, David Barron, J. K. Rowling Written by Steve Kloves (screenplay), J. K. Rowling (novel) Starring Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Ralph Fiennes, Alan Rickman, Tom Felton, Michael Gambon, Evanna Lynch, Warwick Davis, Jason Isaacs, Helena Bonham Carter, Maggie Smith, Bonnie Wright, David Thewlis, Ciarán Hinds, Julie Walters, George Harris, Kelly Macdonald, Helen McCrory, Hebe Beardsall, Domhnall Gleeson, Devon Murray, Jessie Cave, Afshan Azad, Freddie Stroma, Katie Leung, Jim Broadbent, Miriam Margolyes, Gemma Jones, Clémence Poésy, Mark Williams, James Phelps, Oliver Phelps, Chris Rankin, David Bradley, Guy Henry, Nick Moran, Natalia Tena, Emma Thompson, Ellie Darcey-Alden, Benedict Clarke, Robbie Jarvis, Geraldine Somerville, Adrian Rawlins, Robbie Coltrane, Gary Oldman, Arthur Bowen Daphne de Beistegui, Will Dunn, Jade Gordon, Bertie Gilbert, Helena Barlow, Ryan Turner, Sean Biggerstaff, Luke Newberry, Paul Davies Music by Alexandre Desplat (score), John Williams, Nicholas Hooper (themes) Cinematography Eduardo Serra Editing by Mark Day Studio Heyday Films Running time 130 minutes Country United Kingdom, United States Language English

About these ads
Comments
  1. Agus Lahinta says:

    Nice review Mir, thanks ya

  2. suyan says:

    ending yg ckp memuaskan dari franchise panjang yg epik!! nice review. thanks!!
    dan sama bg saya prisoner of azkaban adalah seri yg plg mengena..
    thanks!!

  3. Edy Gunawan says:

    Bravo Harry Potter !

  4. arfebrina says:

    It’s not only a franchise, it’s a legacy…
    Even when it all ends, Harry Potter will still alive…

  5. sohibi says:

    woow illikes harry pother
    harry pother i love u

  6. D F Fauzi says:

    nice..
    walaupun sebenarnya adegan Battle of Hogwarts terkesan diperpendek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s