Berbeda dengan kebanyakan miniseri yang tayang di jaringan televisi Amerika Serikat, Mildred Pierce memiliki beberapa elemen yang membuatnya menjadi salah satu karya sinematik yang paling layak ditunggu di sepanjang tahun ini. Mengadaptasi kisahnya dari novel berjudul sama (1941) karya James M Cain – yang sebelumnya telah difilmkan oleh Michael Curtiz di tahun 1945 dan memenangkan Joan Crawford satu-satunya Academy Award di sepanjang karirnya – Mildred Pierce merupakan peran pertama yang dilakoni Kate Winslet selepas memenangkan Academy Award untuk perannya di The Reader (2008). Diarahkan oleh Todd Haynes (Far from Heaven, 2002) yang seringkali menyertai setiap filmnya dengan pilihan gambar yang begitu indah, Mildred Pierce memang terasa memiliki jalan cerita yang sedikit repetitif dengan durasinya yang mencapai lima jam itu. Pun begitu, ada begitu banyak hal yang akan memberikan rasa puas bagi mereka yang telah begitu menanti kehadiran miniseri ini.

Berbeda dari  versi filmnya, dengan durasi lima jam yang ia emban, Todd Haynes mampu menjadikan Mildred Pierce miliknya menjadi begitu setia dengan jalan cerita yang dimiliki oleh novel karya James M Cain. Di satu sisi, jelas kesempatan ini membuat penonton akan mampu lebih dalam mengeksplorasi setiap perjalanan emosional yang dialami setiap karakter di miniseri ini. Dengan permainan kaliber yang ditunjukkan oleh Winslet, Evan Rachel Wood, Guy Pearce, Melissa Leo hingga para pemeran pendukung lainnya, miniseri Mildred Pierce sukses lebih dari sekedar menghadirkan sentuhan emosional tersebut. Sayangnya, beberapa bagian plot cerita film ini memang menghadirkan kisah hidup sang karakter utama yang cenderung berputar pada satu permasalahan saja. Ini yang membuat miniseri Mildred Pierce terasa repetitif di beberapa bagiannya.

Mildred Pierce berkisah mengenai hubungan sang karakter utama dengan puterinya, beberapa pria yang hadir dalam kehidupannya serta beberapa intrik yang terjadi ketika ia jatuh bangun dalam menghadapi kehidupan. Dimulai ketika seorang ibu rumah tangga, Mildred Pierce (Winslet), yang baru saja mengusir suaminya, Bert (Brian F. O’Byrne), dari rumah mereka setelah beberapa lama mengetahui bahwa sang suami telah berselingkuh darinya. Tepat ketika sang suami telah beranjak dari rumah mereka, saat itulah Mildred menyadari bahwa ia menjadi satu-satunya harapan hidup dan pencari nafkah bagi dua puterinya, Veda (Morgan Turner) dan Ray (Quinn McColgan). Untuk pertama kali dalam hidupnya, Mildred membutuhkan sebuah pekerjaan.

Beberapa tawaran pekerjaan mulai ia terima – berupa sebagai pelayan ataupun pengurus rumah tangga – namun tak satupun yang ia terima karena Mildred merasa pekerjaan tersebut terlalu merendahkan status sosialnya. Setelah diingatkan oleh sahabatnya, Lucy Gessler (Melissa Leo), Mildred kemudian menerima pekerjaan sebagai pelayan di sebuah restoran kecil. Di sanalah Mildred mulai belajar secara perlahan untuk mencapai sebuah tujuan yang lebih besar: untuk memiliki sebuah restoran sendiri. Di sisi lain, puteri sulungnya, Veda, ternyata begitu malu setelah mengetahui bahwa ibunya telah menjadi seorang pelayan restoran. Konflik inilah yang terus berkembang dan lama kelamaan mempengaruhi hubungan dan kehidupan keduanya.

Repetisi begitu terasa ketika karakter Mildred Pierce terus menerus menemui masalah dengan puterinya, Veda, serta beberapa pria yang menjalin hubungan dengannya, khususnya karakter Monty Beragon yang diperankan Guy Pearce. Adegan demi adegan tersebut terasa repetitif bukan karena Todd Haynes menyajikannya dengan cara yang begitu membosankan. Konflik yang terjadi, walaupun terus berulang, memang ditampilkan terus berkembang. Pun begitu, tetap saja beberapa bagian diantaranya lebih sering terlihat akan lebih baik bila sama sekali tidak dihadirkan di dalam susunan jalan cerita.

Terlepas dari fakta bahwa miniseri ini berjudul Mildred Pierce, dan karakter Mildred Pierce merupakan tokoh utama dalam jalinan cerita miniseri ini, namun dalam perjalanannya, Mildred Pierce melangkah sangat jauh dari hanya sekedar menceritakan kisah seorang Mildred Pierce. Tentu, pada awalnya miniseri ini menatap kehidupan perjuangan seorang ibu rumah tangga dalam membesarkan dua orang puterinya tanpa kehadiran sosok suami dalam kehidupannya. Namun, secara perlahan, jalan cerita tersebut seakan meluas dan kemudian meliputi kehidupan beberapa karakter lainnya, khususnya puteri sulung Mildred Pierce, Veda, serta tiga pria yang hadir dalam kehidupannya, mantan suaminya, mantan rekan kerja suaminya, Wally Burgan (James LeGros) serta kekasihnya, Monty Beragon. Di pertengahan film, dengan semakin membesarnya peran para karakter pendukung tersebut dalam jalinan cerita, penonton sedikit banyak akan mempertanyakan mengenai inti kisah cerita Mildred Pierce sebenarnya. Walau begitu, ending cerita kisah ini akhirnya memang menempatkan Mildred Pierce sebagai karakter utama dan pemegang tunggal aliran cerita yang dihadirkan.

Kate Winslet menghadirkan penampilan akting yang pantas diharapkan oleh seorang aktris yang telah dinominasikan dalam ajang Academy Award sebanyak enam kali. Mereka yang semenjak lama mengamati perkembangan kemampuan akting Winslet mungkin tidak melihat kehadiran sesuatu yang baru dalam penampilan Winslet sebagai Mildred Pierce. Sama sekali bukan konotasi yang buruk, karena sebagai Mildred Pierce, Winslet lagi-lagi berhasil menampilkan tangisan, tawa, kemarahan dan tingkat depresi emosional yang sama dalamnya seperti yang sering ia tampilkan dalam setiap film yang ia perankan. Winslet telah begitu mahir dalam menampilkan seluruh emosi tersebut sehingga penampilannya selalu mampu memberikan kedalaman emosional sendiri bagi karakter yang sedang ia mainkan.

Dua aktris muda memerankan karakter puteri sulung Mildred Pierce, Veda. Memerankan karakter Veda di usia 11 tahun, aktris cilik Morgan Turner diharuskan untuk menampilkan beberapa adegan dan dialog tajam yang membutuhkan kedalaman emosional yang cukup tergali.  Dan Morgan mampu menghantarkannya dengan sangat sempurna. Ketika karakter Veda diceritakan beranjak dewasa, karakter tersebut kemudian diperankan oleh aktris Evan Rachel Wood yang mampu melanjutkan permainan sinis Morgan dengan sama baiknya. Berpadu, dua pemeran Veda ini berhasil menggambarkan sosok Veda yang walaupun terlihat sinis dan dengan ego yang sangat kuat dari penampilan luarnya, namun memiliki luka psikis yang tetap akan mampu dirasakan setiap orang yang melihatnya.

Tiga pria dalam kehidupan Mildred Pierce dimulai dengan mantan suaminya, Bert, yang diperankan Bryan F. O’Byrne. Walaupun di awal kisah ditampilkan sebagai sosok yang jauh dari kata simpatik, namun lama-kelamaan penonton dapat merasakan bahwa Bert adalah sosok yang penuh tanggung jawab dan merupakan pria yang paling tepat untuk mendampingi Mildred Pierce. Karakter Wally Burgan yang diperankan James LeGross tidak diberikan penampilan yang lebih mendalam lagi selain menjadi pria yang hadir sebagai selingan dalam hidup Mildred Pierce sekaligus menjadi baru loncatan dalam karirnya. Yang terakhir adalah Monty Beragon yang diperankan oleh Guy Pearce. Awalnya terlihat sebagai seorang pria penuh romantisisme yang kuat, karakter ini tumbuh menjadi seorang karakter yang ternyata tak lebih dari sekedar jarum yang menghalangi perjalanan langkah kaki seorang Mildred Pierce. Dengan daya tarik dan senyuman yang khas, Guy Pearce memiliki segala elemen untuk memerankan Monty Beragon yang bermuka dua itu.

Pemeran pendukung lain dalam miniseri ini adalah Melissa Leo, Mare Winningham serta Hope Davis yang memberikan penampilan yang sama memikatnya dari para pemeran yang telah disebutkan sebelumnya. Seperti film-film arahan Haynes lainnya, Mildred Pierce memiliki kekuatan visual yang sangat menarik, atas kinerja menakjubkan dari sinematografer Edward Lachman, yang juga bekerja dengan Haynes dalam Far from Heaven. Tampilan visual yang klasik juga diiringi dengan tata musik yang sama memikatnya yang dihasilkan oleh Carter Burwell (True Grit, 2010), yang membawakan nuansa jazz klasik di sepanjang penceritaan miniseri ini. Semua elemen produksi ini tampil dengan penampilan yang sempurna dan mampu membawa setiap penontonnya dalam atmosfer klasik di tahun ’30 hingga ‘40-an.

Dihadirkan dalam durasi lima jam yang dibagi antara lima episode yang berbeda, Mildred Pierce tampil dengan kekuatan penuh pada presentasi episode perdananya – yang mengenalkan penontonnya pada setiap karakter di film ini dan bibit-bibit konflik yang akan timbul di episode berikutnya – serta episode penutupnya – yang memberikan begitu banyak aliran emosional dalam jalinan cerita dan tampilan ending yang sangat kuat. Di tengah-tengah dua episode tersebut, Mildred Pierce tampil tidak mengecewakan, walaupun terkadang dipenuhi dengan konflik yang terasa berulang. Tata produksi dan tata akting film ini tampil prima, dengan Kate Winslet kembali membuktikan bahwa ia adalah salah satu aktris terbaik di generasinya. Sebuah pencapaian yang cukup mengesankan!

Mildred Pierce (HBO, 2011)

Mildred Pierce (2011)

Directed by Todd Haynes Produced by Todd Haynes, Christine Vachon, John Wells, Pamela Koffler, Ilene S. Landress Written by Todd Haynes, Jon Raymond (screenplay), James M. Cain (novel) Starring Kate Winslet, Guy Pearce, Evan Rachel Wood, Melissa Leo, Morgan Turner, James LeGross, Brian F. O’Byrne, Mare winningham, Hope Davis, Quinn McColgan Music by Carter Burwell Cinematography Edward Lachman Editing by Alfonso Gonçalves Country United States Language English Original channel HBO

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s