Setelah apa yang ia lakukan terhadap Nona Natalie Portman dalam Black Swan (2010), semua orang seharusnya tahu bahwa adalah suatu hal yang sangat berbahaya untuk memiliki hubungan darah dengan seorang Barbara Hershey. Dalam Insidious, aktris senior yang masih terlihat cantik (dan juga misterius serta sedikit menakutkan) di usianya yang telah menginjak 63 tahun tersebut berperan sebagai Lorraine Lambert, ibu dari Josh Lambert, seorang karakter yang diperankan oleh aktor Patrick Wilson. Josh, beserta istri, Renai (Rose Byrne), dan ketiga anaknya, baru saja pindah ke sebuah rumah yang walau sederhana, namun sangat nyaman untuk ditempati. Sampai akhirnya serangkaian teror mulai menghantui keluarga tersebut.

Teror itu sendiri dimulai ketika anak tertua mereka, Dalton (Ty Simpkins), ditemukan tidak sadarkan diri di suatu pagi. Tim medis yang memeriksakan kondisi Dalton kemudian menyatakan bahwa Dalton berada dalam kondisi koma, walaupun mereka sendiri heran karena tidak ditemukan adanya gejala kerusakan pada susunan otak Dalton. Tidak hanya berhenti di situ, setelah Dalton jatuh koma, berbagai hal aneh mulai menyelimuti keseharian pasangan Josh dan Renai. Dengan bantuan Lorraine, Josh dan Renai diperkenalkan dengan Elise Reiner (Lin Shaye), seorang wanita yang mampu menganalisa hal-hal berbau aktivitas paranormal dan ternyata telah mengenal Josh semenjak kecil. Lewat beberapa pengamatan yang ia lakukan, Elise kemudian membuka tabir sebuah mimpi buruk yang jika dibiarkan dapat saja mengambil Dalton dari sisi Josh dan Renai.

Jika beberapa tahun belakangan Hollywood selalu membanjiri para penggemar horor dengan film-film yang banyak menampilkan adegan sadisme – terlepas ketika sesekali mereka kembali menghadirkan rangkaian kisah-kisah para arwah penasaran dengan cara melakukan remake terhadap beberapa film horor Asia – maka Insidious adalah sebuah flm yang sepertinya dibuat untuk mengekor kesuksesan Paranormal Activity, sebuah film horor yang bercerita mengenai teror gaib yang menghantui satu pasangan dan sempat meraih sukses luar biasa ketika dirilis pada tahun 2009 silam. Well… tidak perlu merasa terlalu heran juga. Oren Peli, sutradara dari Paranormal Activity sendiri, turut terlibat sebagai produser dalam pembuatan Insidious.

Ditulis oleh Leigh Whannell, aktor yang juga menulis naskah beberapa seri Saw serta film horor Dead Silence (2007) arahan Wan, Insidious sebenarnya sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru di dalam jalan ceritanya. Untuk menakuti penontonnya, Insidious masih tetap menyajikan berbagai karakter-karakter gaib dalam rupa yang menyeramkan dan muncul dalam waktu-waktu yang tidak dapat terduga. Satukan dengan tata musik arahan Joseph Bishara yang begitu mampu menambah intensitas horor di setiap adegan, rasanya tidak akan ada seorangpun yang mampu melewatkan deretan teror berupa kejutan-kejutan secara audio maupun visual yang ditampilkan di sepanjang 100 menit durasi film ini berjalan.

Kunci utama keberhasilan Insidious dalam menjadi sebuah presentasi horor yang sesungguhnya adalah karena baik James Wan dan Leigh Whannell mampu menyusun intensitas horor di dalam jalan cerita film ini secara perlahan namun terjaga dengan baik. Satu persatu berbagai misteri yang menghantui para karakter di film ini dibuka untuk kemudian dinaikkan intensitasnya pada adegan berikutnya. Sayangnya, di saat ketika seluruh misteri yang menghantui para karakter film ini dibuka, di saat itu pula intensitas cerita terasa mulai kurang menggigit. Penonton seperti telah mengerti hendak dibawa kemana arah cerita film ini akan berjalan. Bahkan dengan pemilihan ending yang ditampilkan oleh Wan dan Whennell untuk Insidious kemungkinan besar telah dapat ditebak oleh beberapa orang penonton. Walau tidak begitu mengurangi kualitas film ini secara keseluruhan, namun tidak dapat disangkal bahwa tingkat kengerian yang tadinya begitu tinggi pada paruh pertama film terasa begitu terhempas pada paruh kedua film ini.

Walau begitu, Insidious memiliki jajaran departemen akting yang sangat memuaskan. Patrick Wilson, seperti biasa, menampilkan kemampuan terbaiknya dalam berakting. Begitu pula dengan Rose Byrne, Barbara Hershey dan Lin Shaye. Walaupun tidak mendapatkan peran yang begitu besar, Leigh Whannell dan Angus Sampson, yang berperan sebagai dua asisten bagi karakter Elise Reiner, cukup mampu beberapa kali tampil mencuri perhatian. Ini disebabkan dialog dan peran mereka ditampilkan secara komikal dan sedikit terlihat sebagai sebuah parodi bagi film-film yang bertema pengusiran setan lainnya.

Cukup menyenangkan untuk menyaksikan sebuah presentasi seperti Insidious. Walau dikemas dengan berbagai teknik tradisional yang sering ditampilkan film-film horor dalam usaha untuk menakuti para penontonnya, James Wan terbukti memiliki bakat yang cukup dalam untuk mengarahkan para jajaran pemerannya serta mengelola jalan cerita yang ingin ia sampaikan sehingga mampu tampil menarik secara keseluruhan. Walau beberapa bagian terasa lebih datar jika dibandingkan dengan beberapa bagian lainnya, namun Insidious tetap mampu tampil sebagai sebuah hiburan horor yang terasa begitu menyegarkan di tengah-tengah banyaknya film horor yang hadir dengan tema dan penceritaan yang cukup monoton.

Insidious (Alliance Films/Stage 6 Films/FilmDistrict, 2011)

Insidious (2011)

Directed by James Wan Produced by Jason Blum, Jeanette Brill, Oren Peli, Steven Schneider, Aaron Sims Written by Leigh Whannell Starring Patrick Wilson, Rose Byrne, Ty Simpkins, Barbara Hershey, Lin Shaye, Andrew Astor, Leigh Whannell, Angus Sampson Music by Joseph Bishara Cinematography David M. Brewer, John R. Leonetti Editing by Kirk M. Morri, James Wan Studio Alliance Films/Stage 6 Films Distributed by FilmDistrict Running time 100 minutes Country United States Language English

About these ads
Comments
  1. movfreak says:

    Lumayan banyak adegan yg ngagetin & serem, tp paruh keduanya malah lebih kearah fantasy rasanya daripada horror

  2. Daniel says:

    Gasuka aja ngeliat bentuk setannya, jelek gitu. Wahahaha :)

  3. hendrabp says:

    Well.. Not bad hehee
    Tegang akhir2nya pas mau bebasin anaknya
    Tapi…… Awal2nya boring abis (┌_┐)

  4. Irvanda says:

    bagian awal ngebosenin, bagian akhir ketebak, gitulah kira-kira :/

  5. Mrizki1995 says:

    film’a uda cukup bgus banget .menarik dan gak ada adegan panas’a kayak film” indo .

  6. adil hijri muhammad says:

    film horror yg unikk,, menarikk….. and tentunya seremm,,,,, walaupun tanpa adegan sadiss… hahaa…. alur ceritanya kerennn,,, konsep ceritanya jga…..

  7. Dina bello says:

    Ceritany seremmm bgttt…endingny jg seremmm..knp koq bz ngikut lg y nenek lampirny k josh..hehehehee…

  8. bacot doang says:

    komentar dari orang indonesia selalu aja ada SOTOY nya, trs bilang sok ngebosanin, sok bisa NEBAK padahal alur cerita aja kagak tau ,di bioskop nonton pdhl teriak2 asu. STFU!
    insidious ***** (bintang 5)

    klo di compare,horror indo kacau abis, porno doang, hantu udah porno, cerita gak nyambung, durasi bentar, harusnya tiket theater film indo dan luar dibedain.

    • Orang bebas beri comment. Kalau loe merasa Insidious bintang 5 itu hak loe. Kalau yang lain merasa film ini ngebosenin itu hak dia. Tulis aja comment loe tentang film ini. Gak usah nyerang orang.
      Jujur walau penonton lain pada teriak-teriak ketika nonton film ini (terutama yang cewek), bagi gw biasa aja. Bahkan endingnya memang sudah dapat ditebak. Tidak mengejutkan sama sekali. Bagi gw Insidious bintang 3. Cukup menghibur tapi bukan yang terbaik. Menurut gw masih lebih baik Ladda Land (produksi Thailand) dari pada Insidious.

      • frans says:

        udehh..udeh..pada ribut aja… gw mw tanya niy ama agan-agan sekalian… niy film cerita diakhir maksudnya apa ya? jadi si josh itu belum balik ke tubuhnya…? terus si dalton juga itu udah dalton yang asli atau jangan-jangan dimasukin setan juga..? terus kenapa iblisnya tiba” hilang aja di cerita, padahal dia lagi ngejar- ngejar dalton di adegan akhir? tolong dijawab klo ada yang paham maksudnya…thnx….(males bgt nonton yg akhirnya bikin penasaran..hehe)

  9. endru says:

    Film horror agak baru yang bener2 mencekam, ngaget2in, bikin penasaran, bener2 menakutkan dari pada film Drag Me to Hell yg malah bikin ketawa. Biasa, endingnya bener2 khas tipikal film horror… yang penting nggantung, si hantu tak pernah kalah/hancur. manusia selalu dipecundangi sang kuasa gelap. Oke bang amir… saya suka selalu review Anda…

  10. U.S.A says:

    Untuk hollywood tetap No.1 …. Sy akuin hantu2 nya Asia seram2 kyk Jepang,Asia,Thailand tp itu kan buat orng Asia tp buat orng Amrik mgkin ngeliat hantu Asia merka malah ketawa….krn kebanyakan orng2 Amrik LBH takut dngn hantu yg bersifat ilmiah atau biologi seperti alien,vampire dan zombies sebaliknya orng Asia LBH takut dngn hantu yg bersifat legenda rakyat jd sangat jauh beda klo kita mau ngukur ketakutan orng Asia dngn Amerika tentng Hantu….sebenarnya film horror hollywood itu sangat seram buat orng2 Amerika tp tdk hal nya buat orng Asia, sebaliknya jg film horor Asia tdk seram buat orang Amerika….contoh lain film horror timur tengah kebanyakan berbau Jin yg mgkin untk kita orng Asia tdk ada seram2 nya…. Yg utama di sini cerita nya ….. Insidious is the best…film Asia blm ada yg mampu buat seperti ini,tp klo hantunya asia memng seram krn sy pribadi orng Asia jd takutnya dngn cerita hantu legenda…

  11. anis says:

    musiknya horor bgt tuuu…..hiiiiiiiiiiiiiiii

  12. grishella says:

    Itu sangat menegangkan

  13. 2hyunfamily says:

    Bang arif, kok gak ngereview insidous 2? Request dong bang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s