Ketika merilis Women in Trouble di tahun 2009, Sebastian Gutierrez, mengangkat enam aktris dengan talenta yang cukup mengesankan namun lebih sering terlihat menjadi pemeran pendukung di film-film Hollywood untuk menjadi pemeran utama dalam film tersebut: Carla Gugino, Marley Shelton, Adrianne Palicki, Emmanuel Chriqui, Connie Britton dan Sarah Clarke. Mengisahkan mengenai enam karakter wanita – melibatkan beberapa aktris porno dan seorang pramugari dengan tampilan yang sangat menggoda – yang kemudian saling terhubung dalam sebuah rangkaian peristiwa yang terjadi dalam tempo waktu 24 jam, Women in Trouble cukup mampu untuk tampil menghibur, walaupun terasa cukup lemah dalam hal penceritaan maupun pendalaman karakterisasi.

Setahun kemudian, Gutierrez merilis sebuah sekuel bagi film tersebut, Elektra Luxx. Elektra Luxx sendiri merupakan salah satu dari enam karakter utama yang diceritakan dalam Women in Trouble. Walau awalnya berjalan sedikit datar dengan kehadiran Bert Rodriguez (Joseph Gordon-Levitt), sebagai seorang porn blogger yang berniat untuk membuat sebuah dokumentasi tentang seorang aktris film porno — yang menurutnya – terbaik sepanjang masa, Elektra Luxx (Carla Gugino), namun Elektra Luxx kemudian berjalan cukup menyenangkan, khususnya karena keberhasilan penulis naskah sekaligus sutradara, Sebastian Gutierrez, untuk mengeksekusi deretan dialog bernuansa black comedy yang terjalin antara para karakter di film ini. Elektra Luxx kemudian berjalan dengan mengisahkan bagaimana kehidupan Elektra Luxx berjalan setelah dirinya menyatakan pensiun dari pekerjaannya sebagai seorang aktris film porno.

Elektra sendiri sekarang lebih memfokuskan diri pada kehamilannya – yang ia peroleh dari kekasihnya, Nick Chapel (Josh Brolin), yang pada Women in Trouble dikisahkan telah meninggal dunia – dan pekerjaan barunya yakni sebagai seorang pengajar ilmu seks kepada beberapa ibu rumah tangga di komunitas tempat tinggalnya. Masa lalu kemudian menghampiri Elektra ketika Cora (Marley Shelton), wanita yang sempat menjadi selingkuhan Nick, mendatangi dan meminta bantuan Elektra untuk menyelamatkan hubungannya dengan kekasihnya saat ini, Benjamin (Justin Kirk). Selain berkisah soal Elektra, film ini juga memiliki plot mengenai dua aktris film porno yang saling bersahabat, Holly Rocket (Adrianne Palicki) dan Bambi (Emmanuelle Chriqui), yang sedang menghadapi dilema ketika salah seorang diantara mereka merasa jatuh cinta dengan yang lain.

Elektra Luxx boleh saja menempatkan seorang mantan aktris film porno – dan sub plot cerita mengenai persahabatan dua aktris film porno – sebagai jalan utama filmnya. Namun jangan salah! Sebastian Gutierrez sama sekali bukan bermaksud untuk membangkitkan libido penontonnya dengan Elektra Luxx. Daripada sebuah drama yang bernuansa dialog dan adegan penuh ‘konten dewasa,’ Gutierrez lebih mengemas Elektra Luxx sebagai sebuah film komedi murni untuk membangkitkan haasrat tawa para penontonnya. Dan ia berhasil… untuk sekitar empat puluh lima menit durasi awal film ini ketika Gutierrez memberikan begitu banyak dialog-dialog segar, lucu dan tajam untuk diucapkan para karakternya.

Di sisa durasi film – yang berjalan sepanjang 60 menit – Elektra Luxx mulai berjalan tanpa kepastian diantara mengisahkan kompleksitas hidup Elektra Luxx dalam menghadapi kehamilan dan cinta barunya, porn blogger Bert Rodriguez yang semakin terobsesi dengan Elektra, hingga kisah persahabatan yang bergerak menuju kisah percintaan antara Holly Rocket dan Bambi. Sesekali, guyonan dan dialog-dialog sarkasme cerdas masih mampu dihadirkan. Namun secara keseluruhan, Elektra Luxx gagal mempertahankan daya tarik yang semenjak awal telah ia miliki. Jalan cerita terlihat semakin acak ketika Gutierrez dengan tanpa alasan memasukkan sebuah adegan musikal yang ditampilkan oleh Elektra Luxx dan sebuah percakapan antara Elektra dengan Virgin Mary (yang diperankan dengan sangat komikal oleh Julianne Moore). Dua adegan tersebut dieksekusi dengan cukup baik, namun berkaitan dengan jalan cerita yang sedang bergerak… dua adegan tersebut sama sekali tidak berkaitan.

Pun begitu, dengan segala kesederhanaan jalan cerita dan tata produksi yang dapat dirasakan di sepanjang film, Elektra Luxx memiliki deretan pemeran yang mampu menghidupkan karakter mereka dengan baik. Carla Gugino sebagai seorang mantan aktris film porno? Adrianne Palicki dan Emmanuelle Chriqui sebagai aktris film porno yang saling mencintai satu sama lain? Walau mereka hadir dengan tata kostum yang sama sekali tidak mencerminkan kata “porno” itu sendiri, mereka mampu memainkan peran mereka dengan baik. Walau perannya sedikit mengganggu, Joseph Gordon-Levitt tetap mampu menarik. Sama halnya dengan Malin Åkerman, Timothy Oliphant dan Marley Shelton yang juga tampil tanpa cela.

Sebagai sebuah sekuel, sulit untuk mengatakan Elektra Luxx dapat tampil lebih baik daripada Women in Trouble. Tentu, sebagian jajaran pemeran yang kembali hadir di film ini masih mampu memberikan permainan terbaik mereka. Namun dari sisi naskah, Sebastian Gutierrez masih harus banyak belajar untuk dapat mempertahankan kontinuitas dari jalan cerita yang ingin ia hadirkan. Pada beberapa sudut, Elektra Luxx hadir dengan kemasan komedi yang lebih cerdas daripada Women in Trouble. Namun secara keseluruhan, Elektra Luxx kekurangan beberapa greget yang dapat membuat film ini tampil memikat dari awal hingga akhir. Gutierrez berencana untuk memproduksi bagian ketiga dari seri ini dengan judul Women in Ecstasy. Mudah-mudahan ia dapat belajar dan menghasilkan sebuah karya yang benar-benar memuaskan dari bahan dasar yang sebenarnya telah sangat menarik ini.

Elektra Luxx (Gato Negro Films/Myriad Pictures, 2010)

Elektra Luxx (2010)

Directed by Sebastian Gutierrez Produced by Sebastian Gutierrez Written by Sebastian Gutierrez Starring Carla Gugino, Timothy Olyphant, Malin Åkerman, Joseph Gordon-Levitt, Kathleen Quinlan, Lucy Punch, Marley Shelton, Justin Kirk, Adrianne Palicki, Emmanuelle Chriqui, Vincent Kartheiser, Julianne Moore Cinematography Cale Finot Editing by Lisa Bromwell Studio Gato Negro Films Distributed by Myriad Pictures Running time 104 minutes Country United States Language English

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s