Let’s play a game! Berikut deskripsi cuplikan sebuah plot cerita dan Anda akan berusaha untuk menebak dari film apa plot cerita tersebut berasal. Siap! Plot kisah pertama: sebuah gambaran keluarga yang bahagia. Karakter utama dalam kisah ini adalah seorang wanita cantik yang memiliki tampilan fisik yang hampir sempurna. Keberuntungannya tak berhenti disitu. Ia juga memiliki seorang suami yang tampan dan sukses dalam pekerjaannya serta seorang anak laki-laki yang sangat mereka sayangi. Sayang, ketika kesuksesan suami mulai merenggut waktunya dalam menemani sang wanita cantik – serta sebuah dugaan bahwa sang suami telah berselingkuh, ia lalu mulai bermain api dengan mantan kekasihnya yang tak sengaja ia temui di sebuah restoran.

Plot kisah kedua: tentu saja, sebagai seorang wanita yang cantik, ia memiliki mantan kekasih yang tak kalah tampannya dengan sang suami. Mengingat sang suami hampir tidak memiliki waktu untuk menghiburnya di ranjang, sang wanita akhirnya memilih untuk memberikan dirinya hiburan sendiri dengan bantuan sang mantan kekasih. Hubungan terlarang yang berlangsung cukup panas. Begitu panasnya hubungan ini, kedua anak manusia ini sampai-sampai kembali begitu tergila-gila satu sama lain dan seringkali mencuri waktu untuk sekedar melakukan hubungan intim – sebuah deretan adegan yang mungkin akan mengingatkan Anda pada film teranyar Natalie Portman, namun adegan ini tidak termasuk dalam deretan tebakan permainan kita.

Plot selanjutnya: sang wanita, yang secara sadar telah melakukan perselingkuhan dan terjebak dengan panasnya hubungan terlarang yang ia jalin dengan mantan kekasih, tiba-tiba mendapatkan panggilan hati nurani bahwa ia telah membuang seluruh keberuntungan yang ia raih hanya untuk kepuasan sementara belaka. Ia, secara sepihak, lalu memutuskan hubungannya dengan sang selingkuhan. Dan kejutan! Sang selingkuhan kemudian merasa tidak rela atas keputusan sang wanita yang sepihak dan memutuskan untuk memberikan sang wanita sebuah pelajaran yang akan ia ingat untuk seumur hidup.

Lanjut: sang selingkuhan memulai terornya terhadap sang wanita dengan mengirimkan berbagai rekaman yang menunjukkan bahwa hidupnya saat ini sedang diawasi. Ia juga menjemput anak laki-laki sang wanita tanpa sepengetahuan dirinya dan kemudian mengenalkan dirinya kepada ssuami sang wanita. Langkah akhir, dan hal paling klise yang sering dilakukan seorang selingkuhan yang diputuskan secara sepihak: sang selingkuhan mengirimkan kumpulan gambar-gambar panasnya bersama sang wanita kepada wanita itu dan suaminya.

Soal tambahan: seluruh ancaman ini tentu saja tidak akan dibiarkan begitu saja. Atas permintaan sang selingkuhan, sang wanita mendatangi apartemennya. Sang wanita bertekad bahwa itu adalah kali terakhir ia akan mendatangi apartemen tersebut sekaligus kali terakhir untuk melihat wajah sang mantan selingkuhan. Dan kejutan! Keduanya lalu bertengkar hebat, yang melibatkan beberapa adegan kekerasan, dan melibatkan salah satu diantara mereka kemudian meninggal dunia (walaupun Anda tidak akan mendapatkan kepastian hal tersebut karena sang sutradaranya menyimpannya sebagai sebuah kejutan lain). Dan (oh yeah!) kejutan! Ketika film tersebut berhasil menipu penontonnya yang mengira film tersebut telah berakhir dengan sebuah happy ending (serius Anda tertipu dengan trik ini?) seorang karakter datang dan mencoba menghancurkan kebahagiaan tersebut.

Jose Poernomo, seorang sutradara yang bersama dengan Rizal Mantovani di tahun 2001 menghasilkan sebuah film horor legendaris, Jelangkung, merilis Skandal, sebuah film yang mengisahkan mengenai perselingkuhan mematikan yang dilakukan seorang istri akibat merasa nafkah batin-nya tidak dapat dipenuhi oleh sang suami karena kesibukannya dalam bekerja. Hmmm… terdengar seperti sebuah plot cerita yang telah diceritakan sebelumnya. Dengan melibatkan deretan adegan (yang maunya dianggap) panas, Skandal seperti diciptakan untuk mengangkal sebuah anggapan bahwa tema seks adalah sebuah tema picisan untuk diangkat ke layar lebar Indonesia.

Tidak usah dengarkan orangtua Anda yang mengatakan seks adalah sebuah hal yang terlarang. Tidak! Seks adalah sebuah rangsangan alami yang datang pada setiap makhluk hidup. Satu-satunya yang dapat dikatakan sebagai seks terlarang adalah berbagai adegan seks yang dieksploitasi secara murahan di berbagai film horor dan komedi yang selalu tayang di layar bioskop Indonesia, namun sang pembuat terlalu pengecut untuk mengeksploitasinya lebih mendalam dan menjadikannya sebuah film porno.

Di sisi lain, Jose Poernomo dengan berani mengangkat seks sebagai tema utama Skandal namun terlalu sopan untuk memberikan berbagai adegan panas di dalam jalan cerita filmnya. Takut adegan-adegan tersebut malah berakhir di kantor Lembaga Sensor Film? Setidaknya Jose tidak perlu memberikan adegan dua orang manusia yang sedang bercinta dalam bentuk potongan-potongan gambar yang akan menghilang ketika penonton mengedipkan mata mereka. Dan bagian terburuk: Anda berselingkuh dan memutarkan lagu Afgan sebagai latar belakangnya? Selingkuh atau malam pertama, mas Jose? Lalu masih ada plot tambahan tentang penyelidikan pembunuhan yang sepertinya merupakan sebuah trik untuk memperlama durasi film dan mencoba untuk menjadikan jalan cerita Skandal terlihat lebih kompleks. Tidak berhasil dan justru terlihat sangat tidak penting keberadaannya.

Walau begitu, tak ada yang lebih buruk daripada menghabiskan 83 menit waktu hidup Anda untuk menyaksikan deretan orang-orang yang menyebut dirinya aktor namun sama sekali tidak mampu mengeluarkan sebuah kemampuan yang disebut dengan akting. Ya, Mike-dulu-Muliadro-sekarang-Lucock! Anda sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk berakting. Konsistensi Anda dalam mengeluarkan ekpresi yang sama dalam setiap adegan sama sekali bukanlah akting. Dan juga Anda, Mario Lawalata! Mengucapkan kata ‘shit’ dan ‘fuck’ dengan nada tinggi tidak akan menunjukkan bahwa Anda sedang naik darah jika wajah Anda terlihat sama seperti ketika Anda sedang menggoda Uli Auliani dan mengajaknya ke ranjang. Dan juga Anda, wanita-pemeran-Sandra-sang-sekretaris! Termasuk Anda, bocah-pemeran-Michael-sang-anak! Dan Anda, Bapak-pemeran-pengacara-Aron-dan-Mischa!

Setidaknya Jose Poernomo masih beruntung memiliki Uli Auliani, aktris yang sepertinya akan berada di deretan pertama pada daftar setiap produser yang membutuhkan seorang aktris untuk beradegan panas. Dan jangan salah, Uli tidak hanya tampil untuk memamerkan kemolekan tubuhnya. Sesekali ia juga memberikan tampilan akting yang cukup memuaskan. Maksudnya, dengan resume yang berisi film-film yang bertema seks tentu saja Uli akan lancar dalam berakting sebagai seorang wanita yang sedang menghadapi masalah akibat perselingkuhannya.

Skandal adalah sebuah film yang dengan berani mengangkat tema seks ke layar lebar Indonesia namun mengemasnya dengan cara yang sama sekali tidak murahan. Sayangnya, keunggulan film pertama Jose Poernomo setelah Kirun + Adul: Pengen Punya Pacar Keren (2009) ini terhenti hanya di kalimat tersebut. Dilihat dari eksekusi filmnya, Skandal benar-benar menawarkan sebuah drama yang lemah. Deretan adegannya – yang akan membuat penontonnya menebak-nebak dari film apa adegan tersebut ‘terinspirasi – seringkali dihiasi dengan dialog yang kelewat dangkal. Dangkal juga menjadi kata yang dapat mendeskripsikan bagaimana Jose melakukan karakterisasi pada setiap tokoh di film ini. Dan ketika Uli Auliani menjadi satu-satunya pemeran yang dapat memberikan akting yang dapat dipercaya dalam film Anda, semua tahu bahwa film Anda sedang dalam masalah. Lagi-lagi sebuah usaha yang cukup baik, namun terbentur lewat eksekusi yang terlalu seadanya.

Oh… Ada yang berminat untuk menebak dari film mana saja plot-plot cerita diatas?

Skandal (Sentra Film, 2011)

Skandal (2011)

Directed by Jose Poernomo Produced by Gobind Punjabi Written by Jose Poernomo Starring Uli Auliani, Mario Lawalata, Mike Lucock, Gerry Iskak, Febriyani Ferdzille, Laras Monca Studio Sentra Film Running time 83 minutes Country Indonesia Language Indonesian

About these ads
Comments
  1. The Kid says:

    Unfaithful? :D

  2. raditherapy says:

    kok tadi liat di versi mobile cuma 1 1/2 yah, ternyata 2 1/2 nih *hammer

  3. Mochtarom says:

    Mirip Match Point menurutku…

  4. bisma says:

    ….versi buruk dari “Fatal Attraction” kali yee….

  5. kendinanti says:

    Gag salah lagi. Fatal Attraction… hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s