Apakah sebuah film harus memiliki deretan karakter utama yang mudah disukai agar film tersebut dapat dengan mudah untuk disukai para penontonnya? Tentu tidak. Namun, karakter-karakter tersebut harus memiliki kepribadian yang menarik sehingga mereka sanggup untuk dapat terus menahan rasa ketertarikan setiap penontonnya dalam mengikuti kisah mereka. ‘Tamara Drewe’ menghadirkan deretan karakter dalam jumlah yang cukup banyak, namun sayangnya, tak satupun diantara karakter tersebut yang cukup layak untuk disukai, maupun memiliki kepribadian yang menarik untuk diikuti kisahnya.

Dari sutradara asal Inggris, Stephen Frears, yang sebelumnya telah menghasilkan film-film seperti Dangerous Liaisons (1988), High Fidelity (2000) dan The Queen (2006), ‘Tamara Drewe’ mengadaptasi kisahnya dari sebuah novel grafis berjudul sama – yang kisahnya sendiri diadaptasi dari novel karya Thomas Hardy, Far from the Madding Crowd – karya Posy Simmonds. Walau dihadirkan dengan ritme komedi, ‘Tamara Drewe’ menawarkan deretan kisah yang sebenarnya cukup kompleks: mulai dari kisah cinta segitiga, rasa fanatisme yang berlebihan terhadap seseorang, gosip yang begitu mudah menyebar hingga perselingkuhan yang diakhiri dengan sebuah tragedi. Sebuah film komedi khas Inggris, tentunya, yang sayangnya justru menjadi kelemahan lain dari film ini ketika Frears gagal mengembangkan setiap cerita tersebut dengan baik.

Walaupun berjudul ‘Tamara Drewe,’ karakter bernama Tamara Drewe sendiri bukanlah karakter utama dari jalan cerita film ini. Karakter yang diperankan oleh Gemma Arterton tersebut adalah sebuah karakter yang menjadi katalis dari rentetan kisah yang bergulir di sepanjang film. Berlatar belakang tempat di sebuah kota kecil dengan kehidupan yang tenang – membosankan, bagi sebagian penduduknya – bernama Ewedown, penonton akan diperkenalkan pada Nicholas Hardiment (Roger Allam), seorang penulis novel fiksi populer, dan istrinya, Beth (Tamsin Greig), yang mengelola sebuah tempat dimana para penulis dapat mengasingkan diri mereka guna mendapatkan inspirasi dan ketenangan dalam menuliskan setiap karya mereka. Ewedown memang tempat yang tepat untuk mendapatkan ketenangan, namun tidak setelah kedatangan seorang gadis cantik bernama Tamara Drewe.

Tamara sendiri merupakan seorang jurnalis yang berasal dari kota tersebut. Kedatangannya menjadi bahan perbincangan warga kota setelah melihat penampilannya yang kini jauh lebih modis dan menarik serta hidung yang lebih kecil daripada hidung yang ia miliki ketika meninggalkan kota tersebut. Kembalinya Tamara sendiri ke kota tersebut adalah untuk menjual rumah dan areal peternakan milik ibunya yang telah meninggal dunia beberapa waktu yang lalu. Kemolekan paras Tamara itulah yang menjadi semacam sumber masalah ketika ia mulai menarik perhatian banyak pria seperti Ben Sergeant (Dominic Cooper), Andy Cobb (Luke Evans) bahkan Nicholas Hardiment sendiri.

Lewat beberapa karyanya seperti Dangerous Liaisons, The Queen atau karya terakhirnya, Cheri (2009), Frears sepertinya adalah seorang sutradara yang handal dalam mengeksplorasi jiwa setiap karakter wanita yang ada di dalam filmnya. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi pada ‘Tamara Drewe, dimana karakter tersebut tidak pernah benar-benar dapat tergali kedalaman jiwanya. Hal ini mungkin disebabkan karena begitu banyaknya karakter dan plot tambahan yang mengelilingi ‘Tamara Drewe. Seperti halnya membaca sebuah novel grafis yang panjang yang kurang menarik, penonton akan dihadirkan deretan cerita yang sesekali berhasil mengundang senyum namun kebanyakan hanya akan memberikan rasa jemu dan hasrat ingin menyelesaikan kisah tersebut secepat mungkin daripada bertahan dan menyerap kisah yang telah dihadirkan.

Kemampuan Gemma Arterton dalam memerankan Tamara Drewe sendiri sama sekali tidak membantu untuk meningkatkan rasa ketertarikan penonton pada karakternya, kecuali beberapa kali ketika Arterton mampu terlihat jelita dan seksi di dalam pakaian pendeknya. Padahal, beberapa adegan sempat membutuhkan penggalian emosi yang dalam dari Arterton, yang akhirnya tidak begitu berhasil untuk ia eksekusi. Berbeda dengan Arterton, para pemeran lain mampu memberikan penampilan yang cukup berhasil, walaupun pada akhirnya terbentur pada karakterisasi yang terlalu dangkal akibat terlalu seringnya satu karakter yang mereka perankan harus berbagi kisah dengan karakter lainnya.

Yang mungkin tampil mencuri perhatian di ‘Tamara Drewe’ adalah penampilan aktor Dominic Cooper sebagai Ben Sergeant, seorang drummer band rock populer yang begitu ‘sadar akan ketampanan dirinya.’ Cooper mampu menampilkan karakter Ben Sergeant yang begitu menyebalkan dengan sangat baik. Selain Cooper, Charlotte Christie dan Jessica Barden juga tampil menarik sebagai dua sahabat yang begitu merasa bosannya dengan kehidupan kota mereka, sehingga mengisi kehidupan mereka dengan mencari tahu bagaimana kehidupan orang lain, dan melakukan sedikit gangguan terhadapnya. Dari karakter-karakter yang diperankan Cooper, Christie dan Barden inilah sisi komedi ‘Tamara Drewe’ banyak berasal dan seringkali berhasil dieksekusi dengan baik oleh ketiganya.

Penulis naskah, Moira Buffini, mungkin menemukan kesulitan dalam menempatkan begitu banyaknya kisah, konflik dan karakter yang terdapat dalam novel grafis Tamara Drewe untuk kemudian diterjemahkan dalam bentuk naskah cerita film ‘Tamara Drewe.’ Hasilnya, hampir setiap unsur-unsur tersebut tidak mampu tergali dengan baik dalam hasil akhir film ini dan menyebabkan ‘Tamara Drewe’ seperti kebingungan dalam memadukan unsur komedi, drama dan melodrama yang ada di dalam ceritanya. Unsur teknis seperti tata sinematografi dan tata musik cukup mampu memberikan tambahan keunggulan, namun secara keseluruhan ‘Tamara Drewe’ memiliki karakter yang terlalu datar dan kisah yang terlalu menjemukan untuk dihadirkan dalam durasi sepanjang 111 menit.

'Tamara Drewe' (Ruby Films/BBC Films/WestEnd Films/Sony Pictures Classics, 2010)

‘Tamara Drewe’ (2010)

Directed by Stephen Frears Produced by Alison Owen, Tracey Seaward, Paul Trijbits Written by Moira Buffini (screenplay), Posy Simmonds (graphic novel) Starring Gemma Arterton, Dominic Cooper, Luke Evans, Roger Allam, Billy Camp, Tamsin Greig, Jessica Barden, Charlotte Christie, Lola Frears Music by Alexandre Desplat Cinematography Ben Davis Editing by Mick Audsley Studio Ruby Films/BBC Films/WestEnd Films Distributed by Sony Pictures Classics Running time 111 minutes Country United Kingdom Language English

About these ads
Comments
  1. kok sejenis tapi tak sama dengan film janda kembangnya lunmay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s