Jangan salahkan Hilary Swank yang mengira bahwa dirinya akan mendapatkan nominasi Best Actress in a Leading Role ketiganya dari ajang penghargaan Academy Awards ketika ia menerima peran sebagai Betty Anne Waters dalam film Conviction. Selain kisah dan karakter tersebut didasarkan dari sebuah kisah nyata, perjalanan yang dialami karakter Betty Anne Waters yang digambarkan dalam Conviction memang merupakan sebuah peran yang biasanya akan menarik perhatian banyak pernghargaan film. Sayangnya, naskah Conviction yang ditulis oleh Pamela Gray terlalu banyak menempatkan karakter Betty Anne Waters dalam berbagai situasi klise yang membuat karakter tersebut terasa tidak begitu istimewa terlepas dari kemampuan Swank untuk membawakan perannya dengan baik.

Dengan latar belakang cerita yang dimulai pada tahun 1983, Conviction mengisahkan mengenai Kenneth “Kenny” Waters (Sam Rockwell) yang menghadapi tuntutan hukuman penjara semumur hidup atas tuduhan sebuah pembunuhan yang terjadi pada tahun 1980. Adik Kenny, Betty Anne Waters (Swank), yang percaya bahwa kakaknya sama sekali tidak bersalah, kemudian berjuang habis-habisan setelah seluruh saksi dan bukti yang dihadirkan selama proses pengadilan menunjukkan bahwa Kenny memang merupakan pelaku utamanya.

Melihat posisi Kenny yang terpojok, Betty Anne, yang hanya merupakan seorang ibu rumah tangga biasa, memutuskan untuk menuntut ilmu di fakultas hukum demi mengejar gelar agar dirinya dapat menjadi seorang pengacara yang dapat membela Kenny. Selama masa pembelajaran tersebut, Betty Anne berkenalan dengan Abra (Minnie Driver), yang kemudian menjadi sahabatnya dan membantu Betty Anne dalam mengumpulkan bukti-bukti yang dapat membela posisi Kenny. Bukan hal yang mudah, apalagi setelah berlangsung beberapa tahun, obsesi Betty Anne untuk mengeluarkan sang kakak dari penjara justru menempatkan kehidupan pribadinya dalam bahaya. Namun, tekad Betty Anne yang telah sedemikian kuat secara perlahan akhirnya mulai menunjukkan hasil.

Melihat premis film yang mengisahkan mengenai seorang adik yang rela menuntut ilmu untuk menjadi seorang pengacara dan mengeluarkan sang kakak dari penjara, dan hal ini diangkat dari sebuah kisah nyata, tentu tidak aka nada seorangpun yang akan menyangka bahwa Conviction akan berjalan sedatar apa yang dipresentasikan sutradara Tony Goldwyn (The Last House on the Left, 2009) dalam filmnya. Sama sekali tidak ada momen yang dapat “menyentuh” atau “menggerakkan hati” dalam kisah yang seharusnya bernada “inspirasional” ini. Goldwyn justru memilih untuk menampilkan kisah ini secara lebih realistis yang membuat Conviction kehilangan kesempatan untuk dapat berhubungan dengan para penontonnya secara lebih mendalam.

Karakter Betty Anne Waters sendiri berada di hampir 90% masa tayang Conviction yang berjalan selama 107 menit. Sayangnya, penulis naskah, Pamela Gray, gagal menggali kedalaman jiwa seorang Betty Anne Waters dan lebih memilih untuk menonjolkan usaha Betty Anne daripada berusaha untuk mengenalkan kepribadian seorang Waters yang dapat membuat penonton mengenal lebih mendalam mengenai kepribadian karakter tersebut. Hasilnya, terlepas dari usaha Hilary Swank yang sama sekali tidak mengecewakan untuk menghidupkan karakter Betty Anne Waters, penonton sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk menaruh simpati pada karakter tersebut dan ditempatkan hanya sebagai penonton yang diberi tahu bagaimana perjuangan Betty Anne dalam mengeluarkan Kenny dari penjara.

Seperti perannya di Amelia (2009), yang juga gagal meraih perhatian banyak penghargaan film, Swank memberikan sebuah usaha yang baik dalam menampilkan karakter Betty Anne Waters di dalam Conviction. Gerak tubuh dan sikap yang ditunjukkan Swank ketika berperan sebagai Betty Anne membuat karakternya benar-benar terasa nyata dan berjalan secara alami. Sayangnya, naskah yang kurang begitu mendalami bagaimana kepribadian seorang Betty Anne membuat permainan Swank terasa seperti tertahan dan tidak sepenuhnya mampu mengeluarkan sisi emosional yang pernah ia tunjukkan dalam Boys Don’t Cry (1999) atau Million Dollar Baby (2004) – dua peran yang berhasil memberikannya nominasi Oscar dan akhirnya berhasil ia menangkan.

Hal yang sama juga terjadi pada banyak karakter pendukung di dalam jalan cerita film ini. Tidak pernah ditampilkan begitu mendalam, karakter-karakter ini kemudian mampu tampil mencuri perhatian karena porsi ceritanya yang lebih minimal jika dibandingkan porsi cerita yang diberikan pada karakter Betty Anne Waters. Tentu saja, pemeran dari para karakter pendukung inilah yang membuat mereka mampu tampil lebih mendalam. Lihat saja bagaimana Melissa Leo mampu membawakan karakter polisi antagonis, Nancy Taylor, dengan baik atau Juliette Lewis yang memainkan karakter Roseanne Perry dengan lebih berwarna. Karakter Kenny juga berhasil dimainkan dengan sangat baik oleh Sam Rockwell, walaupun terkadang terasa tidak begitu spesial.

Terlepas dari para jajaran pemeran Conviction yang memberikan penampilan yang jauh dari kesan mengecewakan dan premis ceritanya yang sebenarnya cukup menarik, kesalahan terbesar film ini berada pada kegagalan naskah cerita untuk menggali lebih dalam mengenai Betty Anne Waters, karakter utama film ini, untuk kemudian mampu memberikan faktor emosional yang lebih mengena pada jalan cerita Conviction. Hal ini yang membuat Conviction terkesan biasa saja dan gagal dalam memberikan nilai yang lebih mendalam daripada sebuah film yang mampu mengisahkan sebuah kisah inspirasional kepada penontonnya. Sebuah potensi besar yang gagal untuk dieksekusi dengan baik.

Conviction (Fox Searchlight Pictures, 2010)

Conviction (2010)

Directed by Tony Goldwyn Produced by Andrew Sugerman, Andrew Karsch, Tony Goldwyn Written by Pamela Gray Starring Hilary Swank, Sam Rockwell, Minnie Driver, Juliette Lewis, Melissa Leo, Peter Gallagher, Clea DuVall, Bailee Madison, Ari Graynor, Conor Donovan, Owen Campbell Music by Paul Cantelon Cinematography Adriano Goldman Editing by Jay Cassidy Distributed by Fox Searchlight Pictures Running time 107 minutes Country United States Language English

About these ads
Comments
  1. Henny Wuryansari says:

    good

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s