Cewek Gokil adalah sebuah film yang merupakan hasil karya salah satu sutradara yang berperan dalam proses bangkitnya perfilman Indonesia di awal tahun 2000-an – namun juga bertanggungjawab atas sebuah film yang mungkin merupakan salah satu film Indonesia terburuk di tahun 2009 – berdasarkan naskah yang ditulis oleh penulis naskah salah satu film Indonesia terburuk pada tahun lalu. Film ini sendiri telah selesai diproduksi sejak lama, bahkan awalnya direncanakan rilis pada tahun 2008 – hal yang menjelaskan mengapa banyak hal di film ini begitu terasa sudah begitu ‘ketinggalan zaman,’ mulai dari beberapa properti yang dipakai oleh karakter di dalam jalan cerita, lagu-lagu latar yang digunakan hingga bintang utamanya, Velove Vexia, yang pada ‘zamannya’ dikenal sebagai seorang bintang sinetron populer namun kini telah ‘mengundurkan diri’ dari dunia hiburan Indonesia untuk melanjutkan kuliahnya di Amerika Serikat.

Di film ini, Velove memerankan karakter Keke, seorang gadis lulusan SMA yang saat ini memiliki banyak hal di otaknya – khususnya mengenai bagaimana caranya agar ia dapat mengumpulkan uang sebanyak Rp30 juta untuk membeli sebuah mobil Mini Cooper. Mobil itu sendiri tidak ia beli dengan alasan untuk bersenang-senang, namun lebih kepada tujuan mulianya untuk membantu sang ibu serta mempermudah dirinya dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari. Mini Cooper sendiri ia pilih setelah mengetahui bahwa sebuah mobil Mini Cooper dapat dibeli secara ‘menyicil’ perlengkapan mobil tersebut terlebih dahulu untuk kemudian disatukan dan dijadikan sebuah mobil utuh.

Walau berniat membantu ibunya, hubungan Keke dengan sang ibu sebenarnya tidaklah cukup harmonis. Semenjak kecil, Keke sering merasa bahwa ibunya lebih memperhatikan sang kakak (Endhita) daripada dirinya. Namun hal inilah yang juga memacu Velove untuk mengumpulkan uang dalam usahanya membeli sebuah mobil. Hasilnya, Velove mulai membanting tulang dengan bekerja sebagai guru les private, menjadi anggota sebuah Multi Level Marketing hingga menjadi seorang Sales Promotion Girl bagi sebuah perusahaan real estate. Berkat usahanya yang keras, dan dukungan dari Doni (Syailendra Soepomo), sahabat yang secara perlahan mulai menjadi kekasihnya, Keke berhasil mengumpulkan dana tersebut. Walau begitu, tetap saja masalah yang sebenarnya harus ia perbaiki adalah mengenai hubungannya dengan ibu dan kakaknya.

Biasanya, terdapat beberapa alasan yang sering dikemukakan oleh sebuah rumah produksi ketika sebuah film mengalami penundaan rilis. Bisa jadi karena proses editingnya belum mencapai hasil yang maksimal, sang sutradara merasa belum puas dengan hasil akhir yang didapat dan ingin melakukan proses pengambilan gambar ulang, pihak distributor film ingin menunggu momen yang tepat untuk merilis film tersebut atau… pihak produser merasa bahwa film tersebut memiliki kualitas yang yah… tidak begitu dapat dijual sehingga akhirnya merasa kurang begitu yakin untuk merilisnya. Dalam kasus Cewek Gokil, MVP Pictures, selaku produser film ini mengaku bahwa terlambatnya perilisan film ini adalah karena mereka menunggu momen yang tepat karena menilai dunia perfilman Indonesia saat itu lebih banyak diserbu oleh film-film berbau mistik. Setelah menyaksikan film ini, rasanya alasan bahwa kualitas film ini sama sekali tidak layak jual adalah lebih tepat untuk digunakan.

Jangan buru-buru menganggap Cewek Gokil adalah sebuah tontonan yang menambah panjang daftar film-film berkualitas rendah yang beredar di layar lebar Indonesia. Film ini sama sekali tidak seburuk itu. Sang sutradara, Rizal Mantovani, beruntung memiliki Velove Vexia yang memerankan karakter utama film ini. Lewat kemampuan akting Velove-lah, kualitas Cewek Gokil masih (sedikit) dapat dipertahankan. Sebagai Keke, Velove bermain begitu alami: seluruh karakter seorang gadis muda yang masih mencari jati diri namun tetap mempertahankan keinginan pribadinya dengan keras tergambar lengkap oleh permainan Velove. Velove juga mampu mengeluarkan kemampuan komedinya. Di satu adegan, ketika karakter Keke digambarkan sedang mengikuti sebuah audisi untuk menjadi bintang film, Velove dengan sangat sempurna memerankan karakter Keke yang tidak memiliki kemampuan akting. Satu adegan paling lucu dan mungkin paling akan diingat dari seluruh jalan cerita Cewek Gokil.

Pemain pendukung lain bermain tidak buruk, walaupun sama sekali tidak istimewa. Titik lemah departemen akting film ini ada pada aktor Syailendra Soepomo yang diplot untuk memerankan karakter yang dekat dengan karakter yang diperankan oleh Velove. Syailendra bermain sangat datar di keseluruhan cerita film ini. Hubungan karakter yang ia perankan dengan karakter yang diperankan Velove juga sangat terasa hambar akibat lemahnya chemistry yang tercipta antara dirinya dan Velove Vexia. Mungkin, Rizal Mantovani mengarahkan aktor ini untuk bermain sebagai seorang pria muda dengan sifat yang cool dan santai dalam menghadapi berbagai situasi. Sayangnya, sang aktor sepertinya mengartikan hal ini dengan ekspresi wajah yang datar ketika berbagai situasi datang kepada karakternya.

Entah karena sang sutradara kurang mampu dalam menerjemahkan ‘isi kepala’ sang karakter utama atau sang penulis naskah yang terlalu banyak memiliki ide mengenai ‘isi kepala’ sang karakter utama sehingga merasa kesulitan untuk menggambarkannya sebagai sebuah adegan lengkap, 65% jalan cerita Cewek Gokil diisi dengan narasi cerita yang berada hampir di setiap adegan yang hadir. Narasi ini berisi begitu banyak sisi emosional dari sang karakter utama yang ingin disampaikannya kepada para penonton. Sialnya, berbagai emosi yang seharusnya dapat ditangkap oleh penonton kemudian justru lenyap begitu saja dengan cara Rizal Mantovani mengeksekusi setiap bentuk narasi yang dihadirkan.

Tidak hanya itu, Cewek Gokil juga memiliki jalan cerita yang sejujurnya berjalan begitu repetitif, datar dan cenderung membosankan. Setiap adegan yang diceritakan tidak pernah dapat tergali dengan begitu baik untuk kemudian beralih pada adegan berikutnya yang kemudian juga mengalami nasib yang sama. Hal yang sama juga terjadi pada setiap karakter yang hadir di film ini, terkesan hanya ditampilkan sekilas tanpa mampu menggali siapa mereka sebenarnya dan apa yang dapat diberikan karakter tersebut pada jalan cerita film ini, termasuk karakter Keke yang sama sekali tidak mampu memberikan sentuhan emosional kepada penonton film. Eksekusi akhir cerita Cewek Gokil juga terkesan terlalu terburu-buru, dengan mengandalkan perubahan sikap beberapa karakter yang terjadi secara tiba-tiba untuk menghasilkan sebuah akhir kisah yang ‘bahagia.’

Tanpa bermaksud mendiskreditkan setiap usaha yang dilakukan dalam menghasilkan film yang berkualitas – jika usaha itu benar-benar ada, hasil akhir yang ditunjukkan oleh Cewek Gokil sepertinya menjawab pertanyaan mengapa film ini tersimpan begitu lama di gudang rumah produksinya. Jalan cerita yang datar dan tanpa hadirnya sebuah garis emosi yang mampu mempengaruhi penontonnya, membuat film ini berjalan membosankan pada setiap menitnya. Beruntung Velove Vexia mampu menghadirkan kemampuan akting yang lumayan dengan daya tarik yang semakin menghidupkan karakter yang ia perankan. Selebihnya, sepertinya akan ada lebih banyak suara yang berharap bahwa Cewek Gokil mungkin lebih baik langsung dirilis di televisi atau dalam bentuk home video.

Cewek Gokil (MVP Pictures, 2011)

Cewek Gokil (2011)

Directed by Rizal Mantovani Produced by Gobind Punjabi, Rizal Mantovani, Deliana R Ardisasmita, Raam Punjabi Written by Ve Handojo Starring Velove Vexia, Syailendra Soepomo, Endhita, Lulu Indraworo, Pong Hardjatmo Music by Tya Subiakto Cinematography Uche T. Santoso Editing by Adrian Nugraha Distributed by MVP Pictures Running time 75 minutes Country Indonesia Language Indonesian

About these ads
Comments
  1. RiyaVelovers says:

    Permisiii..numpang komen ya,skalian copas review…velove gak mengundurkan diri kok,dia masih aktif di petelevisian..cuma gak sering alias setahun sekali. karena velove harus membagi waktu dengan kuliahnya. tapi klo liburan ve pasti berkarir lagi.heheheh

    saya maklumi,di film ini pastinya juga ada kekurangan. salah satunya kurang detail ceritanya,tapi pesan moralnya lumayan banyak,n Velove selalu gokil dalam setiap aktingnya.heheheh

    jadi nonton ya semua…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s