Komedi romantis. Sebuah genre yang sama halnya seperti horor, terlalu sering mendapat eksplorasi dari para pembuat film yang sebenarnya tidak mampu melakukannya dan berakhir sebagai sebuah genre yang seringkali melahirkan film-film berkualitas kacangan… kalau tidak mau dikatakan buruk. Hollywood sendiri lebih sering merilis film komedi romantis yang diperuntukkan untuk kalangan muda. Adalah sangat langka untuk melihat sebuah film komedi romantis dengan naskah cerita bernada dewasa yang mampu menghibur sekaligus menghanyutkan setiap penontonnya akhir-akhir ini.

Sutradara Edward Zwick – yang populer dengan film-film dari genre keras seperti Courage Under Fire (1996), The Last Samurai (2003) dan Blood Diamond (2006) – untuk kedua kalinya mencoba menangani genre komedi romantis setelah About Last Night… (1986), film yang sekaligus menjadi debut penyutradaraannya. Dengan naskah yang diadaptasi dari novel non-fiksi karya Jamie Reidy, Hard Sell: The Evolution of a Viagra Salesman, Zwick ternyata mampu menjadikan Love and Other Drugs sebagai sebuah film yang lucu, hangat dan cukup menyentuh. Terlebih lagi, Zwick mampu mengarahkan kedua aktor utamanya, Jake Gyllenhaal dan Anne Hathaway, untuk memiliki chemistry yang sangat erat dan menjadi faktor utama mengapa film ini tampil ringan namun sangat menghibur.

Zwick pastinya tidak dapat menemukan aktor yang mampu tampil lebih baik lagi untuk mengisi karakter Jamie Randall selain dari Jake Gyllenhaal. Seperti halnya Gyllenhaal, Jamie adalah seorang sosok yang tampan, penuh pesona dan hampir tidak dapat ditolak oleh siapa saja… yang membuatnya mampu sukses bekerja sebagai seorang salesman di sebuah toko peralatan elektronik. Sayang, sifatnya yang playboy – yang membuatnya menjalin hubungan dengan pacar sang pemilik toko – membuat ia segera dipecat dari tempat ia bekerja. Namun, masa pengangguran berlangsung tidak begitu lama bagi Jamie ketika saudaranya, Josh Randall (Josh Gad), menawarinya pekerjaan sebagai seorang salesman di perusahaan farmasi raksasa, Pfizer.

Setelah melalui masa pelatihan – yang melibatkan Macarena dari Los Del Rio sebagai lagu latar belakangnya – Jamie memulai usahanya sebagai seorang salesman dengan menawarkan produk Pfizer ke banyak dokter di berbagai rumah sakit. Bukan usaha yang mudah, namun lewat jalan itulah ia kemudian berkenalan dengan Maggie Murdock (Anne Hathaway), seorang gadis cantik penderita Parkinson. Maggie adalah seorang yang mampu bertahan dari daya tarik Jamie — yang seperti formula kebanyakan film komedi romantis — justru akan membuat Jamie semakin tertarik dengan Maggie. Berbagai usaha Jamie untuk menarik hati Maggie akhirnya berhasil. Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Kini hubungan mereka harus menghadapi berbagai rintangan yang datang dari penyakit yang diderita Maggie sekaligus dari pekerjaan Jamie yang semakin menyita waktunya ketika ia mulai menjual sebuah obat baru buatan Pfizer yang menjadi perbincangan seluruh dunia, Viagra.

Untuk mengatakan Love and Other Drugs adalah sebuah film komedi romantis murni sepertinya akan membuat kebanyakan orang memandang ringan terhadap film ini. Love and Other Drugs memiliki lebih banyak pesan yang mendalam daripada kebanyakan film komedi romantis standar Hollywood lainnya. Edward Zwick mampu menghantarkan transisi cerita film ini, dari sebuah film komedi romantis dewasa dengan banyak kandungan adegan seks yang cukup panas menjadi sebuah drama menyentuh mengenai bagaimana perjuangan seseorang dalam menghadapi sebuah tantangan dari orang yang dicintainya sekaligus menyampaikan beberapa permasalahan sosial lainnya, dengan sangat baik. Yang lebih menarik lagi, hubungan yang terjalin antara Jamie dan Maggie terasa begitu segar ketika disimak karena karakterisasi mereka yang sangat familiar namun begitu mudah untuk dicintai.

Love and Other Drugs bukannya datang tanpa masalah. 112 menit yang disediakan untuk durasi film ini sedikit terasa terlalu panjang, khususnya ketika jalan cerita ini telah mencapai paruh akhirnya, ketika fokus cerita lebih berpihak pada masalah pengembangan karir Jamie dan bagaimana hal tersebut berpengaruh pada hubungannya dengan Maggie. Di bagian ini, eksplorasi asmara antara Jamie dan Maggie yang pada bagian-bagian sebelumnya begitu menggelora terasa sedikit dipendam demi memasukkan sedikit penjelasan bagaimana sebuah perusahaan farmasi berjalan lewat para salesman-nya. Kurangnya interaksi antara karakter Jamie dan Maggie juga sedikit berpengaruh pada bagian paruh akhir ini, walaupun pada akhirnya, Zwick mampu meningkatkan kembali intensitas film ini dan menjadikan Love and Other Drugs berakhir dengan cukup memuaskan.

Membicarakan Love and Other Drugs tidak dapat dilepaskan dari kemampuan akting dua pemeran utamanya, Jake Gyllenhaal dan Anne Hathaway. Dua aktor inilah yang menjadi kunci kesuksesan film ini. Gyllenhaal dan Hathaway tampil dengan kekuatan chemistry yang sangat memikat, salah satu chemistry terbaik yang akan pernah Anda saksikan dalam sebuah film. Bagian terbaik film ini hadir ketika Gyllenhaal dan Hathaway sama-sama berada di layar – yang untungnya terjadi di 95% dari durasi film ini. Secara personal, Gyllenhaal berhasil membawakan karakter Jamie dengan sempurna. Ia tampil segar dan sangat meyakinkan sebagai seorang salesman dengan karakteristik yang penuh pesona. Sementara Hathaway juga tampil sama baiknya – terkadang bahkan tampil lebih baik. Terlihat tegar namun tetap mampu menyimpan sisi rapuh yang begitu terpancar dari tatapan Hathaway.

Adalah sangat jarang untuk menemukan sebuah komedi romantis dewasa yang mampu hadir dengan kualitas seperti yang disajikan dalam Love and Other Drugs. Zwick mampu menghadirkan jalan cerita yang berada di atas kualitas cerita film-film komedi romantis standar Hollywood dan menjadikan film ini tampil sangat segar, menghibur sekaligus tetap mampu romantis dan menyentuh. Dua aktor utamanya, Jake Gyllenhaal dan Anne Hathaway, tampil dengan chemistry dan performa yang sangat mengagumkan. Seperti halnya Viagra, penampilan keduanya mampu menjadi sebuah suplemen yang ‘menguatkan’ jalan cerita film ini. Tajam, segar dan penuh dengan momen-momen yang begitu romantis – dalam cara yang begitu matang dan dewasa, Love and Other Drugs adalah sebuah drama yang akan begitu mudah untuk dicintai setiap penggemar genre komedi romantis.

 

 

Love and Other Drugs (Regency Enterprises/New Regency/Stuber Pictures/Bedford Falls/20th Century Fox, 2010)

Love and Other Drugs (2010)

Directed by Edward Zwick Produced by Edward Zwick, Scott Stuber, Marshall Herskovitz, Charles Randolph, Pieter Jan Brugge Written by Edward Zwick, Charles Randolph, Marshall Herskovitz (screenplay), Jamie Reidy (novel) Starring Jake Gyllenhaal, Anne Hathaway, Josh Gad, Judy Greer, Gabriel Macht, Oliver Platt, Hank Azaria, George Segal, Jill Clayburgh Music by James Newton Howard Cinematography Steven Fierberg Editing by Steven Rosenblum Studio Regency Enterprises/New Regency/Stuber Pictures/Bedford Falls Distributed by 20th Century Fox Running time 112 minutes Country United States Language English

About these ads
Comments
  1. adelwina says:

    eh, walo ga nyambung temanya, bagusan mana ama definitely maybe punya ryan reynolds ? soalnya saya terkesan banget ama komedi romantis ini…

    • Amir Syarif Siregar says:

      Walah… Hmmm… Saya sedikit kurang suka sama Definitely, Maybe-nya Reynolds. Gak jelek sih… tapi kurang kena aja. Kalau dibandingin antara keduanya, Love and Other Drugs, menurut saya, masih jauh diatas Definitely, Maybe.

  2. mikhael says:

    Yang salah dengan film ini adalah kebanyakan cerita tentang sub plot karakter pembantunya seperti adeknya Randall, pajam party, dan bossnya. Tapi salut sama Gyllenhaal dan Hathaway yg act way too good for this film. Fav scene: pas Maggie ga bisa buka obat depan kaca.

  3. ini gambarnya menipu nggak? #minjamISTILAHposterFILMNYAnayato hahaha LOL
    i mean ada adegan #ehemEHEMnya? hahaha LOL

    • Amir Syarif Siregar says:

      Hahaha… Kalau mengharapkan adegan-adegan steamy, yep… Love and Other Drugs memiliki beberapa adegan tersebut dalam jumlah yang cukup banyak.

  4. Nana Labana says:

    Best on-screen chemistry between Maggie dan Jamie, best after Keira Knightley and Matthew Macfadyen in Pride and Prejudice,though. Just saying :p

    Saya setuju, ini bukan film komedi romantis biasa karena banyak makna yang ingin disampaikan daripada sekedar average love story. Seperti salah satu linenya di akhir film “You meet thousands of people but no one really touch you, but then you meet this one person, and your life is changed. forever” that one person is a girl with parkinson (atau bisa jadi penyakit lain) that’s the point. But, Anne Hathaway and Jake Gyllenhaal plays it hot!

    Ditambah soundtrack yang catchy banget apalagi humming dari Vonda Shepard =)

  5. Mulia says:

    Eh mau nanya soundtrack filmnya waktu baru mulai itu siapa and apa judul lagunya? Makasih

  6. tresna says:

    for under 21 (I’m 18 so it’s legal!) buat saya film ini terlalu banyak majang adegan panas. tapi memang kerennya film ini jauh dari kesan komedi romantis biasa sih, bagus juga tapi bukan favorit buat saya yg sucker for HEA. oh, dan bagian paling sedih menurut saya adalah pas di bagian akhir maggie bilang ‘I’m gonna need you more than you need me’…

  7. Ajeng Puspitasari says:

    i really like this movie ! jalan ceritanya the best i ever watch ! mungkin kalo mereka bisa jadi pasangan di dunia nyata bakalan lebih keren lagi .. kapan indonesia bikin film-film macam ini ya ? yang banyak banget ngasih pesan moral bukan cuma sebatas pocong-pocongan :D hahaha

  8. suyan says:

    agree! bru ntn kemarin pdhal ud lama beliny.. tktny kya sex n t’city yg ngbosenin eh tauny… it’s quite a great movie. jd ingt closer yg jg bnyk adegan steamy ny tp ini lbh bgs, lbh gampang d mengrti, lbh catchy, lbh okelah intiny.. dua jempol buat anne sama jake!! yg berhasil mbuat film ini seringan mungkin, sedalam mungkin, senyata mungkin..

  9. umm.. moga ada di rental yaakk.. jadi pingin liat, yg nge review ma comment2 nya pada bilang gitu, hoohohoh… :D

  10. zacky says:

    Ini baru film !!! Nggak kayak perfilman indonesia yang sama kayak KFC nggak jauh dari Dada dan Paha… !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s