Diluar dugaan berbagai pihak, film karya Benni Setiawan, 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta, ternyata berhasil menyingkirkan para pesaingnya, termasuk film arahan Deddy Mizwar yang pada awalnya diperkirakan akan menjadi pemenang besar, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), untuk menjadi pemenang utama di ajang Festival Film Indonesia 2010. Kemenangan 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta termasuk dalam memenangkan penghargaan utama, Film Cerita Panjang Terbaik, Penyutradaraan Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik sekaligus Skenario Cerita Adaptasi Terbaik.

Selain 3 Hati Dua dunia, Satu Cinta yang berhasil membawa sebanyak 7 penghargaan, hanya Alangkah Lucunya (Negeri Ini) yang juga berhasil memenangkan beberapa piala Citra dengan perolehan sebanyak 3 penghargaan. Sementara film 7 Hati, 7 Cinta, 7 Wanita, I Know What You Did on Facebook dan Minggu Pagi di Victoria Park masing-masing hanya berhasil memenangkan satu penghargaan.

Berikut daftar lengkap pemenang Festival Film Indonesia 2010:

Film Cerita Panjang Terbaik:
3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta

Pemeran Utama Pria Terbaik:
Reza Rahadian (3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta)

Penyutradaan Terbaik:
Benni Setiawan (3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta)

Pemeran Utama Wanita Terbaik:
Laura Basuki (3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta)

Pemeran Pendukung Pria Terbaik:
Rasyid Karim (3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta)

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik:
Happy Salma (7 Hati, 7 Cinta, 7 Wanita)

Skenario Cerita Asli:
Musfar Yasin (Alangkah Lucunya (Negeri Ini))

Skenario Cerita Adaptasi Terbaik:
Benni Setiawan (3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta)

Tata Sinematografi Terbaik:
Roby Herby (I Know What You Did on Facebook)

Tata Suara Terbaik:
Adityawan Susanto & Novi Dwi R Nugroho (Alangkah Lucunya (Negeri Ini))

Tata Musik Terbaik:
Ian Antono & Thoersi Argeswara (Alangkah Lucunya (Negeri Ini))

Tata Artistik Terbaik:
Oscart Firdaus (3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta)

Penyuntingan Terbaik:
Aline Jusria (Minggu Pagi di Victoria Park)

3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta
About these ads
Comments
  1. FeKimi says:

    Entah kenapa saya merasa FFI sudah kehilangan prestige.
    Tidak seperti FFI pada jaman Christine Hakim dulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s