Kembali bekerjasama dengan aktris Catherine Keener, Please Give menjadi film keempat yang disutradarai oleh Nicole Holofcener yang telah memiliki karir sebagai seorang sutradara selama 14 tahun. Selain kembali menampilkan Keener, Please Give sepertinya juga masih memberikan penontonnya berbagai kisah mengenai kaum perempuan – sebuah tema yang memang selalu menjadi pokok pembahasan Holofcener di setiap film yang ia hasilkan.

Tema tersebut terlihat sangat jelas semenjak film ini dimulai – dimana Holofcener menampilkan berbagai bentuk payudara wanita dalam sebuah adegan dimana para wanita tersebut sedang menjalani pemeriksaan kanker payudara dibawah pengawasan Rebecca (Rebecca Hall), seorang teknisi pemeriksaan radiologi kanker payudara yang juga menjadi salah satu tokoh utama dari kisah ini. Kesibukan kerjanya, serta ditambah dengan kesibukannya dalam merawat sang nenek, Andra (Ann Guilbert), telah banyak menyita waktu pribadi Rebecca, yang menyebabkannya masih belum mendapatkan pasangan hidup. Rebecca sendiri saat ini tinggal bersama kakaknya, Mary (Amanda Peet), seorang ahli kecantikan yang secara fisik memiliki postur yang lebih cantik daripada Rebecca namun memiliki permasalahan asmara yang pelik semenjak diputuskan oleh sang pacar.

Please Give sendiri tidak hanya berkisah di seputar Rebecca dan Mary. Ada pasangan suami istri, Kate (Catherine Keener) dan Alex (Oliver Platt), bersama putri remaja mereka, Abby (Sarah Steele), yang hidup bertetangga dengan Andra. Niatan Kate dan Alex untuk membeli apartemen Andra ketika ia meninggal nanti telah menyebabkan sedikit rasa benci dari Rebecca terhadap keduanya. Perasaan tersebut segera berubah ketika Kate dan Alex mengundang Rebecca dan Mary untuk makan malam dirumah mereka dalam rangka merayakan ulang tahun Andra yang ke-91.

Dari sekedar sebuah makan malam itulah konflik serta pemahaman setiap karakter di dalam cerita Please Give menjadi lebih tergali. Mary kemudian menjalin hubungan gelap dengan Alex. Abby menjalani kehidupannya dengan merasa bahwa masa remajanya telah dihancurkan sedemikian rupa oleh jerawat-jerawat yang tumbuh di wajahnya. Rebecca kini tenggelam dengan kisah asmaranya yang baru, yang membuatnya mulai jarang memperhatikan Andra. Kate sendiri terus dipenuhi rasa bersalah karena usahanya yang menjual barang-barang orang yang telah meninggal dengan harga yang lebih tinggi dari yang seharusnya. Rasa bersalah inilah yang kemudian membuat dia sangat loyal dalam memberikan sumbangan kepada setiap pengemis di pinggir jalan.

Jalan cerita Please Give sendiri telah berjalan dengan sederhana dan ritme yang menengah semenjak awal. Pengenalan terhadap tiap karakter yang ada di dalam jalan cerita dilakukan secara bergiliran yang membuat jalinan emosi di dalam film ini masih terasa kurang pada awalnya. Namun, jalinan emosi tersebut justru menjadi daya tarik utama Please Give ketika seluruh karakter utamanya mulai berinteraksi satu sama lain. Ketika satu karakter mulai memberikan perhatian lebih pada karakter lainnya, Holofcener berhasil menggali karakter-karakter tersebut sehingga penonton juga dapat merasakan luapan emosi yang dirasakan satu karakter terhadap karakter lainnya.

Walaupun tidak istimewa, jalan cerita Please Give sangat terasa humanis – terasa sebagai sebuah penceritaan mengenai berbagai hal kecil yang terjadi di sekeliling kehidupan manusia namun seringkali terlewatkan. Kemampuan Holofcener untuk me-‘manusiakan’ setiap karakternya di dalam sebuah jalan cerita yang sederhana namun diceritakan secara lugas dan efektif inilah yang menjadi poin kuat dari Please Give. Ditambah dengan beberapa unsure komedi yang datang dari dialog-dialog alami para karakternya, jadilah Please Give sebagai sebuah drama komedi yang sangat memuaskan.

Naskah cerita yang sederhana namun kuat ternyata berhasil ditafsirkan dengan sangat alami oleh para jajaran pemerannya. Catherine Keener – yang selalu menjadi bintang di film-film Holofcener – memang pas untuk ditempatkan sebagai Kate, seorang wanita yang setiap hari selalu dirundung rasa bersalah. Ekspresi wajah Keener-lah yang membuat Kate terasa sangat hidup dan menyentuh. Aktris Rebecca Hall juga bermain baik, walau harus diakui, dialog-dialog nakal yang dimiliki oleh karakter Mary yang diperankan oleh Amanda Peet membuat perannya menjadi lebih menarik.

Di film keempatnya, sutradara Nicole Holofcener kembali mengeksplorasi kehidupan wanita modern. Ini yang membuat Holofcener terasa sangat tahu mengenai seluk beluk dunia wanita dan mampu menterjemahkannya dengan baik lewat cerita yan ia tulis serta karakter-karakter yang mengisi cerita tersebut. Walaupun bukan sebagai sajian utama, unsur komedi di Please Give mampu mengimbangi unsur dramanya yang telah tersusun rapi dan berjalan secara cerdas. Para jajaran pemeran film ini, mulai dari Catherine Keener, Rebecca Hall, Amanda Peet hingga Oliver Platt, berhasil menghidupkan setiap karakter yang mereka dengan alami. Sebuah film drama komedi sederhana namun mampu bercerita dengan sangat kaya dan kuat.

Rating: 4 / 5

 

Please Give (Likely Story/Feelin' Guilty/Sony Pictures Classics)

Please Give (2010)

Directed by Nicole Holofcener Produced by Anthony Bregman Written by Nicole Holofcener Starring Catherine Keener, Oliver Platt, Ann Guilbert, Amanda Peet, Rebecca Hall, Sarah Steele, Thomas Ian Nicholas Music by Marcelo Zarvos Cinematography Yaron Orbach Editing by Robert Frazen Studio Likely Story/Feelin’ Guilty Distributed by Sony Pictures Classics Country United States Language English

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s