Walau tidak dapat dikatakan sebagai sebuah kesuksesan besar jika dilihat dari sisi komersial, film drama komedi yang menjadi debut penyutradaraan Affandi Abdul Rachman, Heart-Break.Com (2009), dapat dikatakan berhasil menarik perhatian banyak penikmat film Indonesia. Walau memiliki jalan cerita yang sederhana, sang sutradara dinilai mampu menjadikan Heart-Break.Com menjadi sebuah film drama segar yang juga diselingi dengan banyak kandungan komedi pintar yang sepertinya masih sangat jarang disentuh di industri film Indonesia.

Hampir setahun selepas masa perilisan film tersebut, Affandi kini menghadirkan Aku atau Dia? yang didapuk sebagai sekuel dari Heart-Break.Com. Sebagian dari pemeran film pertama kembali hadir di sekuel ini. Jajaran pemeran kemudian masih ditambah dengan beberapa nama aktor dan aktris Indonesia yang cukup dikenal sehingga mampu membuat Aku atau Dia? terlihat menjanjikan. Affandi Abdul Rachman kali ini juga bertanggungjawab dalam departemen penulisan naskah bersama Nataya Bagya, yang berarti menggeser posisi penulis naskah film pertama, Syamsul Hadi.

Aku atau Dia? mengetengahkan Heart-Break.Com, sebuah lembaga intelijen khusus menangani kasus patah hati, yang sedang menangani kasus patah hati dari Novi (Julie Estelle). Novi baru saja diputuskan secara sepihak oleh sang pacar, Dafi (Rizky Hanggono), setelah masa empat tahun berpacaran semenjak masa kuliah mereka. Pekerjaan Dafi sebagai seorang pengacara di sebuah firma hukum ternama ternyata mampu membuat Dafi memalingkan hatinya dari Novi. Ini masih ditambah lagi dengan datangnya godaan dari Amara (Aline Adita), atasan Dafi di tempatnya bekerja yang menjanjikannya sebuah kenaikan pangkat.

Elza (Sophie Navita) dari Heart-Break.Com kemudian menugaskan Rama (Fedi Nuril) untuk menjadi pendamping Novi. Bersama dengan saudara-saudara Novi, Pipit (TJ), Wawan (Ananda Omesh) dan Asep (Ringgo Agus Rahman), Heart-Break.Com menggelar beberapa rencana untuk mengembalikan Dafi ke sisi Novi. Namun, proses ini tentu saja tidak mudah. Selain membutuhkan kerja keras, Novi sendiri kemudian dihantui pertanyaan apakah ia benar-benar ingin Dafi kembali kepadanya setelah apa yang dilakukan Dafi kepada dirinya selama ini.

Penggantian penulis naskah ternyata cukup memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Aku atau Dia? secara keseluruhan. Jika Heart-Break.Com mampu tampil sebagai sebuah film drama yang diselingi dengan beberapa kandungan komedi, maka Aku atau Dia? sepertinya ingin meningkatkan kadar komedi tersebut. Bukan hal yang buruk, namun terkadang unsur drama film ini terkadang terasa tertinggal jika dibandingkan unsur komedinya jika dilihat dari sisi kualitas. Terlebih lagi dengan dukungan para pemeran pendukung film ini yang sepertinya lebih mampu menghidupkan suasana komedi daripada menghadirkan suasana romansa di bagian drama.

Kelemahan dari sisi drama Aku atau Dia? kemungkinan besar disebabkan karena terlalu familiarnya kisah cinta yang disajikan: mudah ditebak dan ditampilkan tanpa adanya faktor yang mampu membuat formula tersebut dapat tampil lebih segar. Ini menyebabkan kisah cinta Novi dan Dafi yang dihasilkan kadang terasa membosankan di beberapa bagian. Kelemahan ini kemudian tertutupi dengan selipan-selipan komedi – dalam jumlah yang cukup banyak – yang secara perlahan malah terasa seperti mengambil alih fungsi adegan drama dan menjadikan Aku atau Dia? bekerja lebih baik sebagai sebuah film komedi dibandingkan sebagai sebuah film drama.

Walaupun tidak dapat dikatakan istimewa, jajaran pemeran Affandi Abdul Rachman berhasil membuat para jajaran pemeran filmnya mampu mengeluarkan permainan terbaik mereka. Julie Estelle, yang menjadi pusat perhatian cerita, berhasil membawakan karakternya dengan sangat baik bersama dengan jajaran pemeran lainnya. Namun jelas yang menjadi perhatian utama film ini adalah duo Ananda Omesh dan Ringgo Agus Rahman yang bersama berhasil mengeluarkan penampilan komikal mereka untuk kemudian menghasilkan deretan-deretan adegan komedi segar yang sangat mampu bekerja untuk menghibur para penontonnya. Bahkan tidak berlebihan jika dikatakan duo ini merupakan nyawa utama dari Aku atau Dia?.

Aku atau Dia? masih berhasil untuk menjadi sebuah drama komedi yang memiliki kualitas jauh mengungguli deretan film drama komedi Indonesia lainnya yang dirilis di sepanjang tahun ini. Kurangnya pengembangan cerita dan pemberian sesuatu hal yang baru pada naskah drama film ini memang berefek pada terciptanya kebosanan dalam menikmati kisah cinta yang dihadirkan. Untungnya, Aku atau Dia? masih dapat diselamatkan oleh sisi komedi film ini yang tampil sangat hidup brkat dukungan solid para jajaran pemerannya. Walau tidak tertinggal terlalu jauh, Aku atau Dia? harus diakui gagal tampil sebagai sebuah sekuel yang mampu mengungguli kualitas film pendahulunya.

Rating: 3 / 5

Aku atau Dia? (One Star Productions, 2010)

Aku atau Dia? (2010)

Directed by Affandi Abdul Rachman Produced byAffandi Abdul Rachman Written by Affandi Abdul Rachman, Nataya Bagya Starring Fedi Nuril, Julie Estelle, Rizky Hanggono, Ringgo Agus Rahman, Ananda Omesh, Aline Adita, Lukman Sardi, Alex Abbad, Yama Carlos, Sophie Navita, Lenna Tan, Edo Borne, Shara Aryo, Verdi Solaiman, TJ Music by Aghi Narottama, Bemby Gusti Cinematography Enggong Supardi Editing by Yoga Krispratama Studio One Star Productions Running time 97 minutes Country Indonesia Language Indonesian, English

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s