Publik Amerika Serikat mulai mengenal nama sutradara asal Perancis, Alexandre Aja, setelah sutradara, Wes Craven, mengajaknya untuk mengarahkan versi remake dari film horror The Hills Have Eyes pada tahun 2006. Ajakan ini sendiri datang setelah Craven melihat hasil karya Aja, Haute Tension (2003), yang sekaligus menempatkannya pada daftar Ten Directors To Watch di majalah film, Variety, pada tahun 2004. Walau The Hills Have Eyes mendapatkan sambutan yang beragam dari para kritikus film dunia, film tersebut terbukti sukses dalam memperoleh keuntungan komersial.

Aja kemudian kembali melakukan remake film horror dengan menyutradarai film Mirrors (2008), yang kembali gagal mendapatkan perhatian para kritikus film, namun terbukti bekerja sangat baik bagi para penggemar film horror dan mendapatkan keuntungan komersial yang cukup baik. Belum lelah dalam melakukan remake film horror, kali ini aja melakukan remake terhadap film horror komedi berjudul Piranha yang pernah dirilis pada tahun 1978. Judul, naskah cerita, teknologi special effects serta jajaran pemeran film ini memang boleh dinilai second rate, namun Aja ternyata secara mengejutkan mampu mengolah berbagai potensi tersebut dengan sangat baik dan menghasilkan Piranha sebagai satu film horror yang sangat menghibur.

Beach, boob, blood adalah tiga tema yang disatukan dalam Piranha. Berlatar belakang waktu masa liburan springbeak yang banyak dimanfaatkan para pemuda di Amerika Serikat untuk bersenang-senang, film ini bercerita mengenai Jake (Steven R McQueen), pemuda asal Lake Victoria yang malah harus tinggal di rumah unruk mengawasi kedua adiknya. Ketika bertemu dengan Kelly (Jessica Szohr), gadis yang pernah disukainya di masa sekolah, bersama dengan seorang sutradara, Derrick (Jerry O’Connell), dan salah seorang bintangnya, Danni (Kelly Brook), Jake ditawari untuk ikut dalam proses pembuatan flm terbaru mereka sebagai tour guide yanga dapat menunjukkan wilayah mana saja yang dapat dimanfaatkan selama proses pengambilan gambar. Sebuah tawaran yang tidak dapat ditolak, tentu saja.

Sementara Jake membawa para kru film – yang ternyata adalah serombongan tim pembuat film dewasa – sang ibu, yang merupakan sheriff di wilayah tersebut, Julie (Elizabeth Shue), sedang merasa khawatir bahwa daerah yang ia awasi sedang berada dalam ancaman sebuah makhluk berbahaya yang baru saja ia dan timnya temukan: sekelompok ikan piranha ganas dalam jumlah yang besar dan dalam keadaan sangat lapar. Bersama sekelompok tim peneliti, ia kemudian mencoba memperingatkan para pemuda yang sedang berpesta pora di pantai bahwa wilayah perairan sedang dalam keadaan bahaya. Hal yang sia-sia, tentu saja. Hasilnya, tidak membutuhkan waktu lama bagi para piranha untuk menyantap santapan mereka secara bebas.

Ancaman piranha sendiri akhirnya sampai pada tim pembuat film, yang secara tidak sengaja justru dibawa Jake ke daerah perairan yang menjadi pusat berkembangbiaknya para piranha. Satu persatu penghuni kapal tersebut akhirnya menjadi korban. Panik, Jake akhirnya menghubungi sang ibu. Julie tentu saja terpaksa harus melakukan apapun untuk dapat menyelamatkan Jake dari ancaman piranha. Bersama salah seorang peneliti, Novak (Adam Scott), Julie kemudian mati-matian berperang melawan para makhluk ganas tersebut.

Piranha sendiri dibuat berdasarkan film horror berjudul sama karya sutradara Joe Dante yang dirilis pada tahun 1978 sebagai parodi terhadap kesuksesan film thriller, Jaws (1975), yang disutradarai oleh Steven Spielberg. Kesuksesan Piranha pada waktu itu akhirnya membuat sutradara James Cameron (ya, James Cameron yang satu itu!) untuk merilis sekuelnya, Piranha II: The Spawning (1981), yang menjadi debut penyutradaraannya (namun hingga kini tak pernah diakuinya) namun memperoleh krititikan yang tajam dari banyak kritikus film dunia.

Kini, tampaknya Cameron harus “belajar” lebih banyak mengenai bagaimana mengelola sumber daya yang terbatas untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari sutradara Alexandre Aja. Remake Aja terhadap Piranha sangat berpegang teguh pada film aslinya, bahkan pada beberapa titik berhasil berjalan lebih efektif. Makhluk primitif dengan tampilan urakan pemakan manusia, adegan pesta pantai yang sangat sensual, para gadis-gadis menari dengan pakaian minim (pada beberapa adegan bahkan kehilangan pakaian bagian atas mereka), gadis yang bercinta dengan gadis lainnya dan tentu saja… potongan daging dan darah yang tersebar dimana-mana. Piranha karya Aja adalah film popcorn horror murni yang akan sulit untuk ditolak siapapun. Baiklah, tidak semua orang. Namun film ini adalah hasil terbaik yang dapat Anda peroleh dari sebuah film horror berkualitas second rate!

Jalan cerita yang ditulis oleh Aja bersama Grégory Levasseur dan dua penulis naskah Sorority Row, Pete Goldfinger dan Josh Stolberg, harus diakui sama sekali tidak memiliki keistimewaan apapun. Sangat mengikuti formula standar film-film horror Hollywood. Sebelum akhirnya para piranha mulai melakukan aksi penyerangannya, deretan adegan drama yang ada dan digunakan untuk memperkenalkan para karakter memang terasa sangat kering dan kurang menarik. Akting yang dihadirkan juga tampil seadanya. Untungnya hal tersebut tidak berlangsung lama. Begitu para piranha melakukan agresinya, intensitas film ini meningkat dengan cepat. Dengan selipan beberapa adegan black comedy (the penis bite, anyone?), intensitas ini terus terjaga hingga ke penghujung film.

Piranha adalah sebuah contoh yang sangat baik dari seorang sutradara yang mampu memanfaatkan setiap sumber daya yang diberikan kepadanya untuk menghasilkan sebuah karya yang maksimal. Naskah cerita film ini dengan patuh mengikuti setiap pakem standar cerita film horror yang ada, namun Aja tetap mengeksekusinya dengan unsur hiburan dan thriller yang luar biasa berhasil. Dengan dukungan jajaran pemeran yang diisi aktor dan aktris kelas B – namun dengan daya akting yang sama sekali tidak mengecewakan – Piranha menjelma menjadi sebuah teror berdarah yang akan dapat dinikmati setiap penggemar film horror. Antara menikmati atau Anda akan mual dibuatnya.

Rating: 3.5 / 5

Piranha (The Weinstein Company/Dimension Films/Atmosphere Entertainment/Chako Film Company/Intellectual Properties Worldwide/Dimension Films/Entertainment Film Distributors, 2010)

Piranha (2010)

Directed by Alexandre Aja Produced by Alexandre Aja, Mark Canton, Marc Toberoff, Grégory Levasseur Written by Pete Goldfinger, Josh Stolberg, Alexandre Aja, Grégory Levasseur Starring Elisabeth Shue, Adam Scott, Steven R. McQueen, Ving Rhames, Jerry O’Connell, Jessica Szohr, Kelly Brook, Riley Steele, Christopher Lloyd, Richard Dreyfuss, Cody Longo, Ricardo Chavira, Paul Scheer, Dina Meyer, Jason Spisak, Eli Roth, Brooklynn Proulx, Sage Ryan Music by Michael Wandmacher Editing by Baxter Studio The Weinstein Company/Dimension Films/Atmosphere Entertainment/Chako Film Company/Intellectual Properties Worldwide Distributed by Dimension Films/Entertainment Film Distributors Running time 88 minutes Country United States Language English

About these ads
Comments
  1. raditherapy says:

    emang gokil dehfilm ini!! hahaha!!

  2. Movfreak says:

    Haha, 3B nih film?
    Kayanya hiburan yang asik nih

  3. Andy says:

    gokil nama sutradaranya alexandre aja wekekekeke aja !!!!

  4. Joe says:

    Bulan ini koq penuh film berdarah-darah, ya. Centurion, Public Enemy Number One dan Piranha…
    Mengenai Piranha, jadi teringat Piranha 1 dan 2 waktu masih SD. Hahaha! Tapi karena terlalu banyak film mengumbar darah, rasanya jadi kekenyangan dan ga nikmat lagi.
    Mengenai Aja, kayaknya lebih mendebarkan Mirror, deh. Hehehe!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s