Tentu saja, lewat Gladiator (2000) dan 300 (2007), banyak orang telah mengenal prajurit Romawi sebagai sekumpulan serdadu yang tangguh ketika mereka sedang berada di medan peperangan. Jadi apa yang coba diberikan oleh Centurion, sebuah film bertema sama yang disutradarai oleh sutradara asal Inggris, Neil Marshall? Bayangkan apa yang terjadi jika seorang sutradara menyatukan The Descent (2005) dengan Gladiator, maka Centurion adalah hasil yang akan Anda dapatkan. Well… kurang lebih seperti itu.

Walau menawarkan tema peperangan yang dihadapi oleh prajurit Romawi, Centurion sama sekali tidak menawarkan adanya adegan epik peperangan antara dua kubu. Film ini lebih membuka tabir apa yang terjadi di balik peperangan tersebut, dalam kasus Centurion, apa yang menyebabkan para prajurit dan masyarakat Romawi begitu dibenci oleh rakyat Picts, serta berbagai intrik yang terjadi selama peperangan tersebut berlangsung.

Aktor Inggris yang semakin menanjak namanya semenjak membintangi Inglourious Basterds dan Fish Tank, Michael Fassbender, memerankan karakter utama, Quintus Dias, satu-satunya prajurit Romawi yang selamat atas penyerangan prajurit Picts atas markas militer Romawi di Inchtuthil. Dalam pelariannya, ia diselamatkan oleh pasukan Ninth Legion, yang dipimpin oleh komandan mereka, Titus Flavius Virilus (Dominic West). Dalam perjalanan mereka kembali ke Romawi, atas bantuan Etain (Olga Kurylenko), seorang wanita pejuang yang tidak dapat berbicara dan mengkhianati pasukan Ninth Legion, pasukan Picts berhasil memporakporandakan Ninth Legion sehingga menyisakan hanya beberapa prajurit yang masih hidup.

Merasa memiliki tanggung jawab moral atas keselamatan Titus yang ditahan oleh pasukan Picts, Quintus memimpin ketujuh prajurit yang tersisa untuk mengikuti jejak pasukan Picts. Dengan sisa pasukan yang minim, dan dalam keadaan yang sangat tidak menguntungkan, Quintus terus berusaha untuk menembus pertahanan kaum Picts. Sayangnya, perjuangan mereka terlambat dan Titus tak dapat diselamatkan. Lebih sialnya, Thax (JJ Feild), salah satu prajurit Quintus, secara tidak sengaja membunuh anak pimpinan pasukan Picts, Gorlacon (Ulrich Thomsen), yang semakin menambah amarah pasukan Picts kepada pasukan Romawi. Quintus dan pasukannya pun kini harus berlari dari kejaran pasukan Gorlacon demi keselamatan nyawa mereka.

Tak ada yang istimewa dari Centurion, kecuali cara Marshall memamerkan kemampuannya untuk membuat setiap adegan yang melibatkan pedang ataupun senjata tajam menjadi lebih berdarah dan sadis daripada apa yang pernah digambarkan oleh film-film bertema perang Romawi lainnya. Cukup keren, sebenarnya, namun ketika Marshall secara konstan menampilkannya setiap 15 menit sekali, rasa kagum yang awalnya datang perlahan-lahan berubah menjadi biasa saja – atau lebih buruk, bosan.

Neil Marshall kelihatan jelas tidak begitu mempedulikan plot cerita yang ingin dibawa oleh Centurion. Hasil yang dicapai sendiri tidak buruk, sama sekali tidak buruk. Namun terdapat banyak kedangkalan yang dapat ditangkap dengan jelas pada dialog-dialog setiap karakter yang ada di dalam cerita. Ikatan emosional yang terdapat dalam setiap karakter juga kurang dapat dirasakan oleh setiap penonton akibat kurangnya penggalian yang lebih dalam mengenai siapa sebenarnya setiap karakter yang dihadirkan oleh Marshall di dalam jalan cerita.

Selain memiliki keunggulan sinematografi, yang menangkap cukup banyak keindahan alam liar di setiap gambar yang dihasilkan, Centurion juga didukung oleh kemampuan akting yang tidak mengecewakan dari jajaran pemerannya. Olga Kurylenko memang tidak mendapatkan bagian dialog apapun dalam film ini – karena karakternya yang tidak berbicara, bukan karena bagian peran yang terlalu sedikit – namun ia berhasil memberikan emosi yang tajam lewat ekspresi wajah yang ia berikan. Michael Fassbender dan Dominic West juga mampu memberikan kesan jantan yang sangat pas pada karakternya. Tidak terlalu berlebihan, namun selalu mengena ketika diharuskan menampilkan sisi emosional karakter mereka. Pemeran pendukung lainnya juga tidak mengecewakan, khususnya aktris Imogen Poots yang memberikan nuansa tambahan sendiri atas peran pendukungnya sebagai Arianne yang hadir di tengah-tengah cerita.

Centurion adalah sebuah santapan yang sangat menggiurkan untuk setiap penggemar film-film action, khususnya mereka yang senang dengan tayangan berbau peperangan yang terjadi pada masa Romawi kuno. Selain memberikan tambahan efek khusus sadisme yang sedikit lebih banyak jika dibanding dengan film-film sejenisnya, tata sinematografi dan akting para pemerannya harus diakui cukup mumpuni untuk disimak. Sayangnya film ini terlalu berfokus pada tampilan luar dan sedikit melupakan dasar cerita serta karakterisasi yang kurang terfokus dan menyebabkan Centurion sedikit terlalu mudah untuk dilupakan. Walau begitu, secara keseluruhan, Neil Marshall berhasil memberikan sebuah tampilan yang sangat apik dalam Centurion. Penuh darah dan sangat keras, Centurion tidak mengecewakan sama sekali.

Rating: 3.5 / 5

Centurion (Celador Films/Warner Bros. Pictures/Canal+/CinéCinéma/Film Council/Pathé, 2010)

Centurion (2010)

Directed by Neil Marshall Produced by Christian Colson, Robert Jones Written by Neil Marshall Starring Dominic West, Michael Fassbender, Olga Kurylenko, Riz Ahmed, Noel Clarke, Liam Cunningham, JJ Feild, Dimitri Leonidas, David Morrissey, Ulrich Thomsen, Imogen Poots Music by Ilan Eshkeri Cinematography Sam McCurdy Editing by Chris Gill Studio Celador Films/Warner Bros. Pictures/Canal+/CinéCinéma/Film Council Distributed by Pathé Country United Kingdom Language English

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s