Review: The Yellow Handkerchief (2010)

Posted: July 28, 2010 in Movies, Review
Tags: , , , , , , ,

Mereka yang masih menganggap Kristen Stewart hanyalah sebatas apa yang ia perlihatkan untuk karakter Bella Swan di franchise The Twilight Saga seharusnya dapat mengevaluasi pendapat mereka di tahun ini. Sebenarnya, Stewart sendiri telah menunjukkan bahwa ia memiliki bakat yang cukup mumpuni untuk meraih gelar aktris terbaik di masa yang akan datang dalam film-filmnya sebelum seri tersebut dirilis (Panic Room, The Cake Eaters, Into the Wild). Namun di tahun ini, ia semakin mempertegas eksistensi bakat aktingnya: setelah tampil liar di The Runaways, kini ia tampil menghanyutkan dengan penampilannya di film indie, The Yellow Handkerchief.

Tampil dengan rambut kemerahan yang membuat penampilannya lebih menantang, Stewart berperan sebagai Martine, seorang gadis remaja yang pada suatu sore secara tidak sengaja bertemu dengan seorang remaja pria, Gordy (Eddie Redmayne), dan seorang pria dewasa misterius, Brett Hanson (Michael Hurt). Martine sendiri tentu tidak mengharapkan apapun selain sebuah perjalanan yang dapat menghibur kesepian dirinya ketika ia turut serta dalam perjalanan Gordy untuk mengantarkan Brett kembali ke kampung halamannya di Louisiana untuk berjumpa kembali dengan istrinya, May (Maria Bello).

Ketiga karakter yang dihadirkan di film ini sendiri menyimpan luka dan rasa kecewa sendiri terhadap kehidupan yang mereka jalani saat ini. May sedang memiliki masalah yang dalam dengan sang ayah dan sedang menghadapi tahapan dimana ia merasa sering dipermainkan oleh kaum pria. Brett sendiri adalah seorang mantan narapidana yang baru saja dibebaskan dari masa enam tahun penjaranya dan kini sedang mencoba untuk kembali dan memperbaiki hubungannya dengan sang istri yang telah ia tinggalkan. Sementara Gordy, yang memiliki mobil untuk membawa mereka dalam perjalanan tersebut, adalah seorang pria anti-sosial yang sepertinya memiliki karakter yang berada di antara seorang pria lugu dengan pria idiot.

Di sepanjang perjalanan selama tiga hari itulah ketiga karakter ini kemudian saling mengisi satu sama lain dan mencoba merenungi kembali apa yang salah dengan kehidupan mereka. Lewat Gordy, Martine mencoba untuk kembali mempercayai (dan mulai merasa jatuh cinta kepada) seorang pria. Martine, sebaliknya, berhasil membuat Gordy perlahan-lahan semakin dewasa dalam bersikap. Berdua, Martine dan Gordy menjadi dua orang yang mendengarkan bagaimana kisah hidup Brett, bagaimana ia bisa dipenjara hingga hubungannya dengan sang istri hingga mendukung penuh Brett dalam usahanya untuk menemui sang istri.

Naskah cerita The Yellow Handkerchief merupakan sebuah adaptasi dari cerita pendek yang ditulis oleh Pete Hamill berdasarkan pengalaman hidupnya, dan pernah pula difilmkan oleh sutradara Jepang, Yoji Yamada, dengan judul yang sama pada tahun 1977. Naskah cerita film ini sendiri sangatlah sederhana dan mungkin telah sering Anda dapatkan dari banyak film yang bertema road trip. Yang mengagumkan adalah film ini selain sederhana dari sisi cerita, juga memiliki kesederhanaan dari sisi dialog. Tidak banyak dialog panjang yang ditemukan di film ini, yang berarti menuntut kemampuan jajaran pemerannya untuk berkomunikasi dengan penonton melalui ekspresi wajah mereka. Dan beruntung, sutradara Udayan Prasad memiliki jajaran pemeran yang memiliki kapabilitas yang sangat memenuhi ekspektasi tersebut.

Kristen Stewart sendiri di The Yellow Handkerchief tidaklah memegang tampuk peran utama. Ia bersama Eddie Redmayne hanyalah memerankan dua karakter pendukung dari kisah hidup karakter Brett Hanson yang diperankan dengan sangat baik oleh aktor senior, William Hurt. Nama Hurt sendiri memang sering timbul tenggelam di dunia perfilman Hollywood. Namun, hal tersebut bukan karena ia telah kehilangan pamor. Hurt, seperti halnya Daniel Day-Lewis, memang dikenal sebagai seorang aktor yang tidak mau bergabung begitu saja dalam setiap film mainstream Hollywood dan sangat memilih setiap peran yang akan ia mainkan.

Pemilihan Hurt atas karakter Brett Hanson sendiri terbukti dapat ia lakukan dengan sangat baik. Lewat guratan ekspresi di wajah Hurt, Anda akan dapat merasakan bagaimana beban hidup yang ia rasakan selama ini ketika ia harus berpisah dari istri yang ia cintai dan menjalani kehidupannya sendiri di penjara. Kisah cinta Brett dan May, yang ditampilkan secara flashback di sepanjang film ini, juga mampu ditampilkan dengan sangat emosional. Prasad memang memilih tempo yang lambat dalam menceritakannya, namun chemistry yang sangat sesuai antara Hurt dan Bello membuat penonton secara perlahan-lahan tertarik ke dunia dua karakter tersebut. Tidak mengherankan bila di akhir perjalanan film ini, penonton akan dapat merasakan bagaimana kisah cinta Brett dan May melekat di hati mereka.

Kembali kepada Kristen Stewart, The Yellow Handkerchief memang masih memberikan peran seorang gadis depresi yang mencoba memberontak dan mengerti mengenai dunia nyata kepada dirinya — sebuah peran yang mungkin akan dianggap sebagai sebuah peran tipikal pada Stewart akhir-akhir ini. Namun sebagai Martine, Stewart memiliki kesempatan lebih luas dalam menanamkan ekspresi kehidupan pada karakternya. Proses pendewasaan karakternya sendiri mampu ditunjukkan oleh Stewart dengan sangat baik di film ini. Martine yang tadinya terlihat sangat rapuh — walau berusaha sekuat mungkin untuk menyembunyikannya — perlahan-lahan terlihat lebih dewasa dan lebih kuat di akhir film ini. Tidak mengherankan bila banyak kritikus yang meramalkan peran eksotisnya sebagai seorang penari telanjang di filmnya yang akan dirilis akhir tahun ini, Welcome to the Rileys, akan memberikannya kesempatan untuk mengejar ketertinggalannya dari Anna Kendrick — aktris yang berperan sebagai sahabatnya di franchise The Twilight Saga — untuk mendapatkan nominasi Academy Awards.

Dua pendukung lainnya, aktris Maria Bello dan aktor asal Inggris Eddie Redmayne, juga semakin mempertajam departemen akting pada film ini. Walau porsi akting mereka tak sebanyak perhatian yang akan diberikan penonton pada Hurt dan Stewart, Bello dan Redmayne tetaplah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari jalan cerita film ini.

Formula road trip dari The Yellow Handkerchief memang tidak menawarkan sesuatu yang baru. Cara sutradara Udayan Prasad dalam mengolah kisah cerita tersebut yang membuat film ini mampu tampil menonjol dari kisah-kisah sejenis. Prasad memilih untuk memperlakukan kisah road trip yang dilakukan ketiga karakternya dengan sederhana, tanpa membutuhkan banyak dialog panjang dalam menuturkan kisahnya, menceritakannya dengan tempo yang perlahan dan memanfaatkan kekuatan akting para pemerannya untuk menghidupkan filmnya. Hal inilah yang membuat The Yellow Handkerchief terasa lebih hidup dan mampu menyentuh setiap penontonnya. Ditambah penampilan yang sangat kuat dari para pemerannya serta berbagai gambar indah yang dihasilkan sinematografer Chris Menges di sepanjang film ini, The Yellow Handkerchief mampu tampil berkualitas dan sangat superior.

Rating: 4 / 5

The Yellow Handkerchief (Samuel Goldwyn Films, 2010)

The Yellow Handkerchief (2010)

Directed by Udayan Prasad Produced by Arthur Cohn Written by Pete Hamill (story), Erin Dignam (screenplayStarring William Hurt, Maria Bello, Kristen Stewart, Eddie Redmayne Music by Jack Livesey Cinematography Chris Menges Editing by Christopher Tellefsen Studio Samuel Goldwyn Films Running time 102 min. Country United States Language English

About these ads
Comments
  1. Yulin says:

    hmm.. so far I can get what u wanna emphasized, Mir.
    Hanya saja, mungkin ada beberapa penjelasan yg agak berbelit-belit.
    But there you go!

    -kemampuan ku belum sehebat Goenawan Mohamad untuk mengkritisi tata bahasa-

  2. rouju says:

    Tanya dong, apakah DVD bajakannya udah keluar (film kayak gini susah masuk 21 paling blitz, tuh juga kalo hoki)

  3. novan says:

    saya rasa film ini, film bagus. saya sudah melihatnya dari dvd yang di berikan tmn saya dari ausi. film ini bgs dan cukup menarik, namun tidak banyak cerita yang di jelaskan. tapi menarik untuk di tonton. :) review filmnya menarik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s